TMCBlog.com – Bro sekalian, pabrikan otomotif asal Tiongkok di bawah naungan Qianjiang Group, yaitu QJMotor, baru-baru ini bikin heboh dunia roda dua internasional. dokumen paten terbaru mereka yang didaftarkan di Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) terungkap ke publik.
Awalnya kalau kita lirik sekilas layout blok mesinnya, bentuknya V-Twin 80 hingga 90 derajat yang terkesan perkasa. Namun pas diteliti lebih dalam, ternyata ini adalah mesin 1-silinder alias single cylinder! Lah kok bisa begitu? Gimana cerita teknisnya? Yuk, bedah bareng-bareng sob!
Satu Silinder Aktif, Satu Lagi Piston Dummy
Pada dasarnya, mesin ini hanya memiliki satu ruang bakar (combustion chamber) yang benar-benar aktif melontarkan tenaga dari proses pembakaran. Silinder utama berfungsi layaknya mesin 4-tak biasa: ada intake, kompresi, pengapian (ignition), dan pembuangan (exhaust).
Nah, yang unik adalah keberadaan silinder kedua di bagian belakang. Silinder ini tidak punya head berkatup apalagi busi, alias dingin dan mati. Di dalamnya terdapat dummy piston (piston buatan/pemberat) yang terhubung ke kruk as (crankshaft) menggunakan con-rod (stang seher) tersendiri di poros pin kruk as yang sama.
Tujuan utama dari ‘piston buntung’ ini cuma satu: sebagai penyeimbang (counterbalancer)!
Biar piston dummy ini nggak ngebikin kompresi udara alias nggak memompa udara liar di dalam karter yang bikin berat putaran mesin, QJMotor melubangi bagian tengah piston tersebut (through-bore). Selain itu, piston ini juga tanpa ring piston (piston ring-less)! Imbasnya, friction loss alias gesekan mekanis bisa ditekan seminimal mungkin.
Ingat Konsep Ducati Supermono 1990-an?
Buat sobat TMCBlog yang gemar sejarah balap dunia, ide ini mungkin terasa familiar. Yup! Konsep ini mengingatkan kita pada Ducati Supermono 550 buatan era 1990-an karya insinyur legendaris Massimo Bordi dan Claudio Domenicali.
Waktu itu, Ducati memotong silinder belakang dari mesin V-Twin Desmoquattro milik mereka untuk dijadikan mesin single cylinder balap. Bedanya, Ducati di versi produksi akhirnya menghilangkan piston belakang dan menggantinya dengan sistem tuas penyeimbang yang dinamakan Doppia Bielletta (double connecting rod).
Sebenarnya pas masa awal riset Supermono, Ducati sempat memikirkan ide mempertahankan piston mati seperti yang dilakukan QJMotor saat ini. Tapi Ducati waktu itu urung menggunakannya karena khawatir isu gesekan (friction) dari piston mati di dalam bore. Nah, QJMotor mencoba menyempurnakan ide awal tersebut dengan membuang ring piston serta melubangi bagian tengah pistonnya.
Kenapa Harus Pakai Cara Bikin ‘V-Twin Buntung’?
Mungkin timbul pertanyaan di benak sobat sekalian: Apasih untungnya bikin mesin ribet gini ketimbang pasang balancer shaft biasa?
-
Halus ala Mesin V-Twin 90 Derajat: Mesin silinder tunggal biasanya terkenal punya getaran (vibration) yang cukup tinggi. Dengan konfigurasi layout sudut ala V-Twin 90 derajat ini, gaya inersia piston utama dapat diredam dengan sangat presisi oleh gerakan dummy piston, memberikan kehalusan (smoothness) putaran mesin tanpa butuh balancer shaft tambahan.
-
Efisiensi Biaya & Produksi: QJMotor menyebut dalam patennya bahwa metode ini ditujukan untuk memangkas biaya produksi mesin berkapasitas kecil-menengah namun tetap bisa menghasilkan mesin berkarakter minim getaran secara optimal.
Paten yang didaftarkan oleh Qianjiang (induk usaha QJMotor & Benelli) dari Tiongkok hingga ke ranah Amerika Serikat ini menjadi bukti kuat bahwa pabrikan Tiongkok makin agresif dalam urusan R&D dan invensi teknis. Mereka nggak cuma sekadar ‘copy-paste’ desain mesin yang sudah ada, tapi juga berani mengotak-atik ide teknis lama dan menyempurnakannya untuk skala produksi massal modern. Apakah mesin “V-Twin Single” ini bakalan diproduksi massal buat lini motor sport QJMotor atau Benelli di masa depan? Kita tunggu saja pergerakan mereka selanjutnya!
Taufik of BuitenZorg / @TMCBlog






laaah tinggal dikasih intake sama outer pembuangan sudah bisa jadi kompressor berjalan. mau isi angin tinggal nyalain mesin. tinggal tambah tabung penampungan sama safety release pressure. ngoahahahaaha
ditunggu gebrakan china bikin penyempurnaan mesin rotary atau sekalian yg mirip omega engine. kalau mesin piston kyknya udah hampir mentok. improvenya ga terlalu signifikan.