Uji Coba Radio Komunikasi MotoGP di Misano Makin Matang, Marini sebut “Akan Menarik untuk Masa Depan”

TMCBLOG.com – Isu mengenai pengaplikasian sistem radio komunikasi dua arah (two-way radio communication) antara pebalap dan pit wall di MotoGP kembali mengemuka setelah uji coba intensif di Sirkuit Misano akhir pekan lalu. Luca Marini, yang menjadi salah satu pebalap paling aktif terlibat dalam riset teknologi masa depan ini, memberikan pembaruan (update) yang cukup signifikan: teknologinya kini sudah berada di tingkat performa yang matang (good level) dan menjanjikan untuk diimplementasikan secara bertahap.

Dorna Sports sendiri menargetkan pengenalan radio komunikasi ini secara resmi—yang awalnya difokuskan untuk pesan keselamatan (safety messages) dari Race Direction—paling cepat pada regulasi baru musim 2027. Namun, pabrikan bersama pebalap seperti Marini sudah melangkah lebih jauh dengan menguji microphone di dalam helm untuk komunikasi dua arah langsung dengan teknisi tim.

Inovasi Cetakan Earplug Khusus dan Mikrofon Helm

Secara teknikal, tantangan terbesar pengaplikasian sistem radio pada motor prototipe MotoGP bukan sekadar transmisi sinyal, melainkan kenyamanan ergonomi serta reduksi kebisingan (noise reduction) yang ekstrem. Suara raungan mesin prototipe dan hempasan angin (wind noise) pada kecepatan di atas 300 km/jam membutuhkan isolasi suara tingkat tinggi.

Hambatan fisik tersebut kini mulai teratasi berkat penggunaan earplug khusus yang dibuat menggunakan cetakan (custom mould) tersendiri sesuai bentuk telinga masing-masing pebalap. Pengembangan ini juga melibatkan kolaborasi produsen perlengkapan keselamatan seperti Dainese dan AGV untuk mengintegrasikan unit transmiter serta mikrofon ke dalam struktur busa helm tanpa mengorbankan standar keselamatan fisik.

“Kami melakukan pekerjaan yang sangat baik. Saya bekerja bersama mereka dan terus mendorong riset ini karena ini merupakan aspek yang sangat menarik untuk masa depan,” ungkap Luca Marini di Misano.

Tantangan Fisik dan Psikologis Pebalap

Meski perangkat keras (hardware) menunjukkan progres positif, Marini tidak menampik bahwa adaptasi terbesar ada pada sisi pebalap itu sendiri. Berbicara saat melibas sirkuit dengan karakter teknis dan menguras fisik seperti Misano bukanlah perkara mudah.

“Saya mencoba berbicara saat berkendara, tetapi itu cukup sulit. Misano bukan sirkuit terbaik untuk melakukan ini karena karakternya sangat menuntut fisik. Mungkin di sirkuit lain situasinya sedikit lebih baik,” tambah Marini.

Selain aspek fokus berkendara, faktor kebiasaan (habit) juga menjadi tantangan tersendiri. Pebalap sejak kecil terbiasa menggunakan busa penyumbat telinga (earplugs) standar. Menggantinya dengan earplug khusus yang terhubung ke sistem transmisi membutuhkan proses penyesuaian (adaptation process) yang tidak sebentar.

Namun dengan progres teknis yang semakin presisi, pengaplikasian radio komunikasi di kelas para raja tampaknya tinggal menunggu waktu—sebuah langkah evolusi teknologi yang tak hanya meningkatkan faktor keselamatan, namun juga berpotensi mengubah dinamika strategi balapan di masa depan.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

2 COMMENTS

  1. Padahal selama ini tanpa radio baik2 saja, menurutku inimah demi rating saja, biar bisa diperdengarkan komunikasi suara rider selama balapan. Beda halnya dengan di f1 yang di setiap racenya ada strategi pit stop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP