TMCBLOG.com – Bro sekalian, kabar hangat dan cukup menohok datang dari markas Borgo Panigale. General Manager Ducati Corse, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna, secara terbuka menyampaikan pernyataan lugas terkait arah serta strategi skuat pabrikan Ducati ke depan. Tanpa ragu, sosok jenius di balik kebangkitan Desmosedici ini menyebut bahwa untuk saat ini, pembalap terbaik di grid MotoGP bukanlah pembalap berpaspor Italia.
Pernyataan ini seolah mempertegas arah angin di garasi merah, terutama menjelang proyeksi duet maut Spanyol antara Marc Marquez dan Pedro Acosta di tim official Ducati untuk musim 2027 mendatang. Langkah ini jelas menandai pergeseran signifikan dari tradisi Ducati yang kerap identik dengan rider bernuansa Azzurri.
Gigi menegaskan bahwa patokan utama Ducati dalam memilih pembalap hanyalah murni prestasi dan performa di atas lintasan, bukan paspor atau asal negara.
“Ducati itu Italia. Teknisi kami mayoritas dari Italia, dan akar kami tertanam kuat di Borgo Panigale,” ungkap Gigi. “Namun, tujuan kami adalah memiliki tim terbaik, yang berarti menggaet dua pembalap terbaik di grid. Logika itulah yang melandasi kombinasi Marquez dan Bagnaia, dan filosofinya tetap sama untuk kombinasi Marquez dan Acosta.”
Keputusan menduetkan Marc Marquez dengan Pedro Acosta sendiri mengemuka setelah Francesco ‘Pecco’ Bagnaia dipastikan berlabuh ke Aprilia. Mengenai pergeseran peta kekuatan ini, Gigi membantah bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap pembalap Italia. Menurutnya, Ducati tidak pernah berupaya ‘melindungi’ status pembalap nomor satu tertentu atau terikat pada sentimen nasionalisme.
Gigi juga mengingatkan bahwa Ducati sebenarnya sudah berkontribusi sangat besar dalam membina talenta lokal Italia selama satu dekade terakhir. Nama-nama seperti Pecco Bagnaia, Enea Bastianini, Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, hingga Danilo Petrucci adalah bukti nyata investasi Ducati pada pembalap Italia.
“Saya percaya Ducati adalah pabrikan yang paling banyak berkontribusi dalam pengembangan pembalap Italia dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya. “Namun sayangnya, saat ini pembalap terbaik menurut pandangan kami bukan berasal dari Italia. Karena kami ingin menurunkan tim terbaik, maka kami harus melihat ke luar batas negara.”
Gigi menambahkan bahwa identitas Italia akan tetap melekat erat pada Ducati, terutama dari sisi teknis dan kultur kerja di Borgo Panigale. Namun untuk urusan siapa yang memutar selongsong gas Desmosedici GP di tim utama, pure competitive excellence adalah hukum tertinggi.
Pesan yang disampaikan Gigi Dall’Igna sangat lugas: Ducati mengejar hasil terbaik tanpa kompromi. Hari ini era pembalap Spanyol yang mendominasi, esok lusa bisa saja siapapun yang sanggup tampil paling cepat di atas lintasan. Silakan dikunyah-kunyah informasinya dan bagikan pendapatmu di kolom komentar, sob!
Taufik of BuitenZorg – @TMCBlog




Ai ogura boleh lah dikasi kesempatan melintir selongsong ducati
spain di motogp menguasai grid. di f1 cuma ada dua.
briton di f1 banyak amat. di motogp menghilang.
italian. di motogp lagi melempem. di f1 lagi gila gilanya tu bocil.
Spanyol unggul dlm pembinaan balap motor sejak usia dini plus struktur kejuaraan yang berjenjang dan terorganisir. Italia sepertinya msh nomor 2 dlm hal ini.