A tough pill to swallow for Bez and @25raulfernandez 😔
#IndonesianGP 🇮🇩 https://t.co/6hchH4BCFT
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) October 10, 2026
TMCBLOG.com – Dinamika dan atmosfer paddock MotoGP yang serba cepat seringkali memicu reaksi emosional sesaat setelah bendera finis dikibarkan. Situasi panas ini tercermin dari pernyataan Principal Trackhouse MotoGP, Davide Brivio, yang secara kesatria melontarkan permintaan maaf terbuka kepada Marc Marquez.
Brivio dengan tegas meralat komentar awalnya yang sempat menuding pembalap pabrikan Ducati Lenovo tersebut terlalu agresif dalam insiden kecelakaan yang melibatkan dua motor Aprilia di awal balapan Sprint.
Meralat Pernyataan Kilat Setelah Meninjau Rekaman
Sesaat setelah balapan rampung, dalam wawancara cepat bersama DAZN hanya selang satu menit dari insiden, Brivio sempat berasumsi bahwa Marquez menjadi pemicu kekacauan karena dianggap terlalu agresif. Namun, setelah melihat ulang rekaman video dari berbagai sudut, ia langsung meralat opininya.
“Saya setuju dengan Raúl. Setelah melihat rekaman, saya juga meminta maaf, karena mereka datang untuk mewawancarai saya hanya satu menit kemudian dan saya bilang mungkin Marc terlalu agresif, tapi itu tidak benar. Saya minta maaf,” buka Brivio kepada DAZN.
Analisis Insiden: Ketika Racing Line Terlalu Melebar
Jika dikunyah-kunyah lebih mendalam dari sudut pandang teknis balap, akar masalah insiden tersebut justru bermula dari kalkulasi defensif antarpembalap di tikungan awal, bukan karena manuver ugal-ugalan pembalap lain.
-
Pertahanan Terlalu Luar: Marco Bezzecchi dinilai terlalu melebar saat berupaya membendung tekanan dari Raúl Fernández.
-
Celah Kosong Tercipta: Manuver melebar tersebut secara otomatis membuka celah besar di sisi dalam lintasan.
-
Penyusupan Pembalap Lain: Celah menganga itulah yang akhirnya dimanfaatkan oleh pembalap lain—termasuk Marquez—untuk masuk ke dalam rombongan perebutan posisi.
“Melihat lebih dekat rekaman tersebut, saya pikir Marco pergi terlalu jauh ke luar untuk bertahan melawan Raúl dan membuka jalan bagi pembalap lain. Dan pembalap lain, tentu saja, masuk melalui celah tersebut,” jelas Brivio.
Potensi Podium yang Terbuang Sia-Sia
Brivio tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya atas insiden tersebut. Mengacu pada pengamatan kecepatan di atas lintasan, baik Raúl Fernández maupun Marco Bezzecchi sebenarnya memegang modal pace yang sangat superior dibandingkan para pesaing di belakang mereka.
Seandainya kesalahan penempatan posisi itu tidak terjadi, keduanya memiliki kapasitas untuk memimpin jalannya balapan sejak tikungan pertama dan mengontrol ritme balap secara mandiri. Namun, insiden kontak yang terjadi justru membuyarkan seketika dan merusak peluang kedua pembalap tersebut.
Langkah Brivio meralat ucapannya ini menjadi contoh bagaimana transparansi dan evaluasi berbasis data visual mampu meluruskan kesalahpahaman di tengah ketatnya persaingan kelas utama MotoGP.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog



Davide langsung bikin klarifikasi wkwk.
Kurang materai de brivio
Kalau timeline panjang memang kesalahan bezz yg membuka ruang untuk pembalap di belakang nya. Tapi di tikungan, Marc sempat agak kekiri secara tiba² karena ruang terlalu sempit.
Saya liat MM di posisi ini justru sangat berhati-hati dan berusaha tidak kontak dgn pembalap lain. Kesalahan menurut saya pada benzeci yg berusaha menutup celah ttp terpeleset sendiri dan membawa feenandes ke gravel