jump to navigation

Ngaji Di Blog . . . . Suatu Sore di Bandara Minangkabau Oktober 9, 2009

Posted by Taufik in Ngaji di Blog.
trackback
from : khansafidelya.wordpress.com

from : khansafidelya.wordpress.com

Cerita ini, Merupakan cerita Oleh-oleh dari Ustadz Ibdalsyah, pakar Tafsir dan Ulumul Quran Universitas Ibnu Khaldun Bogor yang diceritakan saat Pengajian Setelah Subuh Sabtu pagi. Sore itu 30 September 2009 Ia hendak Check In di Muka bandara Minangkabau Padang untuk balik ke Bogor Via Jakarta. Sebelum Ia masuk Ruang bandara Ia bertemu dengan temannya semasa Kecil  dan bertegur sapalah keduanya. Nah saat itulah Sekitar Pukul 17:15 Gempa berkekuatan 7,6 SR melanda Sum-Bar. 

Rasa Kalut dan Shock Membuatnya berfikir untuk menyelamatkan diri, yang terlihat di depan Mukanya adalah anak orang lain, Reflek lalu Ustadz membawa anak itu ke areal terbuka.

from : vivanews.com

from : vivanews.com

Setelah sampai di tempat aman .. . baru lah ia sadar bahwa ia meninggalkan anak dan istrinya di depan gedung Bandara, Lalu iapun kembali ke dekat Muka gedung untuk mengajak anggota keluarganya pindah ke areal terbuka . . . hmmm Kira-kira seperti itulah penggambaran Surat Al Hajj ayat 22, menurut Ustadz

Pada hari kamu melihat goncangan (kiamat) itu, lalailah wanita yang menyusui dari anak yang disusuinya itu,  . . .

bro semua dapat simak . . . Saat kiamat nanti, bahkan seorang ibu yag memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan anak kandungnya sendiri, bisa lalai dan meninggalkan buah hatinya. Yah Semoga semua Saudara-saudaraku di Sum-Bar memiliki Kekuatan dan ketabahan yang Dalam. Bencana memang kadang berat dan menyakitkan akan tetapi dengan sabar dan tawakal bisa dijadikan sarana intropeksi diri dan mengingat Sang Rabb . . . wallahu ‘Alam

Taufik of BuitenZorg

Komentar»

1. mig29 - Oktober 9, 2009

hadir mas

2. 1001nickname - Oktober 9, 2009

mas merinding dibagian isi Surat Al Hajj 22…
sementara itu baru gambaran kiamat kecil, gimana nanti seandainya kiamat kubro…
mdh2n saudara kita diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini dan mudah2n diangkat derajatnya oleh Alloh SWT…
amin…

3. arif rakhman - Oktober 9, 2009

kalau ibu yang kepada anaknya punya ikatan batin sangat kuat bisa tiba-tiba meninggalkan anaknya begitu saja, lalu bagaimana dengan ikatan-ikatan lainnya ya? gak perlu ada bencana aja suami/istri suka pada selingkuh, anak-anak suka ngelawan orang tua (mas taufik, saya jadi co-ustadz nih. hihihi)

4. apdri - Oktober 9, 2009

belum bencana juga kadang sudah lupa sama anak…
di mall suka ada pengumuman lewat pengeras suara,
ditemukan seorang anak dengan ciri-ciri….
(orang tuanya keasyikan belanja)

5. madix - Oktober 9, 2009

@apdri
HAHAHAHA…

6. beng2 lg - Oktober 9, 2009

mudah2an korban yg selamat diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,dibalik kejadian ini smoga banyak hikmah yg dapat dipetik,

7. ledoy - Oktober 9, 2009

hehehe…. itu ibu dan anak yang lalai.. nah kemarin saat gempa terjadi ada tuh pejabat pemerintahan sumbar yang malah asyik liburan di LN..

8. soax - Oktober 9, 2009

Bro Taufik…

Maaf yaaa…kok kayaknya ceritanya gak nyambung…

“Ustadz menyelamatkan anak kecil sementara istri & anaknya ditinggalkan”

Sementara maksud dari ayat tsb adalah

“Seorang Ibu meninggalkan anak yang disusuinya”

Kan sang Ibu tetap bersama sang anak (tidak sesuai dengan yg dimaksud)…and yg meninggalkan kan sang Ustadz…

Maaf kalo ane salah tafsir….

9. madix - Oktober 9, 2009

@soax
mungkin maksud mas taufik itu dari sudut sebagai orang tuanya. CMIIW

10. Taufik - Oktober 9, 2009

iya..maksute begitu . . . mungkin saya bingung mencari bahasa koneksi yang tepat he he he . .pokoke maknanya adalah Orangtua saja yg deket dengan anaknya sampai “lupa/lalai” dengan anaknya (keluarganya) cmiiw

11. cemen - Oktober 9, 2009

Jadi teringat Tsunami Aceh, waktu itu lagi tugas kemana-mana bawa alat kantor seharga puluhan kali gaji sebulan, lagi makan malam di rumah makan tiba2 ada gempa susulan trus mati listrik semua orang berlarian sambil teriak2, tuh alat sempet ketinggalan akhirnya maksain diri buat balik n ngambil soalnya kepikiran tanggung jawab, padahal pasca tsunami gempa susulan sering terjadi kadang sampe 6 sr,,,

Kalo lihat pinggiran pantai antara aceh – melabouh dari atas sehabis kejadian ( 2004 ) cuma bisa merinding sama bertasbih, tu pohon kelapa pada berjatuhan kearah daratan kayak rumput yang di injek sama kaki raksasa,,,,

Subhanallah,,,,,Allahu Akbar

12. jomblo ati - Oktober 9, 2009

Subhanallah….

13. beng2 lg - Oktober 9, 2009

tadi saia dapat sms yg ga tau pengirimnya siapa itu isi nya tentang ayat ayat allah dalam gempa sumatra,gempa besar dikota padang pukul 17.16 trus terjadi gempa susulan jam 17.58,keesokan hr nya tgl 1 okt terjd gempa berkekuatan 7skalaricter menguncang jambi pukul 08.52.

nahh,coba kaitkan waktu terjadi gempa dg ayat2 al-qur`an;
17.16=QS.Al israa` ayat 16
17.58=QS.Al israa` ayat 58
08.52=QS.Al anfaal ayat 52

Semua ayat diatas berbicara mengenai azab allah berupa kehancuran dan kematian,dan kaitannya dg hidup bermewah dan kedurhakaan,

Subhanallah

14. cemen - Oktober 9, 2009

@ ^
Semoga ayat -ayat tersebut bisa menjadi pengingat dan instrospeksi untuk masing2 pribadi kita , bukannya menjadi suatu hal yang seakan-akan mistis dan tahayul seperti yang banyak terjadi sekarang, ketik reg anu lah, ketok reg itu lah, ya you know lah,,,,

15. arie slight - Oktober 9, 2009

semua yang di Al Quran adalah kebenaran..
kalo dulu masih kecil baca terjemahannya puuuyeeeeng..
eh sekarang pas baca2 lagi, ternyata jawabannya ada di situ semua..
mulai dari urusan akhirat sampe dunia..
dari medis, sampe kiamat..

16. soax - Oktober 9, 2009

@beng2…

Kalo menurut Ustadz sich (ada yg nanya sama persis)..semua bencana adalah pemberian / peringatan dari Allah utk suatu daerah / umat tanpa adanya hubungan dengan waktu kejadian yang disingkronkan dengan Ayat2 Alqur’an.

Sementara Alqur’an sendiri sudah pasti dengan segala kebenarannya & kita tidak boleh utk tidak meyakininya walaupun hanya satu ayat.

Maaf kalo ane salah.

17. soax - Oktober 9, 2009

Ada tambahan…

Allah menimpakan suatu bencana pasti ada sebabnya…nah tinggal kita introspeksi diri ajah apa “penyebab” tsb sehingga Allah Murka…

And perlu diinget juga..”penyebab” tsb bukan semata2 hanya disebabkan oleh segelintir orang saja…melainkan dilakukan oleh sebagian besar suatu daerah / kaum tsb.

Semoga saja kita bisa terhindar dari Murka Allah yaitu dengan cara mengerjakan apa yang dianjurkan & meninggalkan apa yang dilarang yang tentu saja harus sesuai dengan Alqur’an & Hadits….Amin.

18. lordubay - Oktober 9, 2009

ane kasih link dari mas akhdian aja dah http://akhdian.net/2009/10/05/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera/ semoga bermanfaat

19. Taufik - Oktober 9, 2009

wah..makasih tambahan2 nya bro..menambah khasanah
inget pesen mas triatmono, saat saya minta pendapat beliau bila mana saya ikut2an membuat artikel ngaji pula di blog ini . .. beliau bilang
“Silahkan saja mas . . . sampaikan walau satu ayat”

20. nha - Oktober 9, 2009

Tampa kita sadari banya diantara kita yang melupakan ssat saat dimana kita akan kembali menghadap Sang Pencipta, Kesibukan dan waktu dihabiskan hanya untuk belomba lomba mengumpulkan harta dan mengurusi masalah keduniaaan. Banyak diantara kita yang udah ngak perduli halal dan haram, kemungkaran seolah hal lumrah, politik licik, mencari kambing hitam dan korupsi ngak tanggung tanggung. Padahal mayoritas masarakat kita muslim.

Setiap hari kita saksikan kemungkaran didepan hidung kita, Pedahal Allah berfirman bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mari kita intropeksi apa yang salah dengan sholat kita? Apakah kita terbebas dari kemungkaran?

Salam,..

Kita lebih takut kehilangan kerjaan daripada ngak kita tak

21. kautsar - Oktober 12, 2009

Jawaban ilmiah untuk masalah ini Alhamdulillah telah kami posting dalam artikel berikut. silakan di cek di sini :

http://kautsarku.wordpress.com/2009/10/11/hukum-menghubungkan-waktu-kejadian-gempa-dengan-ayat-ayat-al-quran/

semoga bermanfaat.

22. supriman - Oktober 12, 2009

Kiamat Kubro tidak akan dialami oleh orang2 yang beriman walopun sedikit…

23. nick69 - Oktober 12, 2009

Kiamat kubro bukannya kiamat total?
Pasti smua mengalami lah bro namanya aja kiamat total.
Qt sbg manusia ga akan tahu kekuasaan Allah swt.
Entah itu kiamat sugra ataupun kubra..
bagi orang2 yg beriman,akan dilapangkan jalannya menuju akherat
Amin..

24. supriman - Oktober 12, 2009

@nick69:
maksud sy mengalami kiamat kubro/total/akhir zaman ntu pada saat itu ia masi hidup.. karena dlm sebuah hadits (sy lupa haditsnya ^_^ ) kiamat kubro terjadi pada sejelek2 manusia.. dan tidak ada satu manusiapun yg beriman dlm hatinya walaupun setitik kecuali akan mati sebelum kiamat ditiup.. gt deh

25. Nurlinda - Juli 15, 2010

Asslm…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.329 pengikut lainnya.