Bro Sekalian, selama tmcblog menulis artikel artikel di tmcblog telah lebih dari 300 ribu komentar masuk mewarnai artikel artikel tersebut kadang tanpa disadari komentar komentar itu dapat ditarik garis opininya yakni berkutat masalah Kuantitas. Artinya apa? Masalah kuantitas ini telah menjadi semacam ‘mindset’ konsumen Motor Indonesia terlebih konsumen di segmen Mid-bahkan sampai masalah Hi-end . . . lho apa maksute mas bro? Kuantitas disini dapat diartikan ‘Jumlah’ . . . ‘jumlah’ kadang menjadi  ‘sesuatu’ yang penting yang bisa membuat konsumen yakin untuk memilih . . .

Silahkan bro sekalian cek . . . debat mengenai komparasi dua motor berkutat dimasalah . . . berapa speed 4,5, atau 6 ? wah 6 speed lebih kereeen, karena speednya lebih banyak . . . Dual (2) Kem (DOHC) atau Single (1) kem (SOHC) . . . wah yang kemnya lebih banyak lebih kereen  . . . sampai sampai komparasi berapa jumlah silindernya dua silinder atau satu silinder . . . 2 silinder lebih joooss, silindernya lebih banyaaak . . . berapa jumlah lubang pada injector, yang paling banyak tentu lebih baguuuuuss  . . .  Berapa jumlah headlampnya . . . dua headlamp lebih banyak dari satu headlamp, lebih baguuuuss  . . . nahhhh sampai sampai tmcblog berkelakar kalo bisa dibuat satu silinder 12 klep . . .kayaknya bakalan dinilai lebih jossssss h ehe he *ngasal

Mindset ‘lebih banyak-lebih bagus’ ini sepertinya memperlihatkan mindset konsumen Indonesia yang terlalu mudah menilai sebuah motor . . . nggak mau susah dalam meilih motor . . . yang variabelnya lebih banyak pasti lebih baguuuus, tanpa melihat segi fungsionalitas misalnya . . . apa iya motor kalo mau dibuat blusuk blusukan di grasstrack pake mesin 4 silinder segaris, ya nggak pas tho . . . coba deh cek tanya . . . apa sih bedanya 5 speed dan 6 speed,  . . . kayaknya nggak banyak yang bisa menjelaskan dalam sampai ke masalah fungsionalitasnya padahal sebenarnya masing masing jenis jumlah transmisi pasti punya kegunaan tersendiri.

Lebih banyak lebih baik bukan selalu tidak tepat, pada kondisi tertentu ya tepat juga . . . atinya kondisi ini tidak selalu absolut . Namun Yang Patut digaris bawahi disini adalah  bagaimana upaya kita sebagai konsumen untuk mencari tahu spek motor apa yang paling pas untuk kebutuhan fungsionalnya

Tentu mindset seperti ini nggak bisa secara mudah dan instan untuk diubah, butuh waktu dan upaya pencerdasan . . . Tapi selagi mindset ini belum bisa ter update maka mau nggak mau ya Pabrikan sepertinya harus bisa memanage mindset ini dengan membuat produk yang secara mindset masuk ke alam sadar konsumen Indonesia yakni . . . Variabel Kuantitas he he he . . . ini hanya Opini semata mas bro, monggo share opini mas bro sekalian . . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

223 COMMENTS

    • podium trnyata… hehehe
      tp ada satu yg beda kang.. klo harganya pasti smua pda cari yg kuantitasnya kecil (yg paling murah). ntar klo kuantitasnya besar dbilang Overpreet… 😀

      Guest
    • ga jua lho… jawabannya prestige >< price…. Ninja 250 vs CBR 250? Vario 125 vs Mio J?
      soal vario dan mio memang tidak sebanding .. tapi kemaren adanya memang itu… (sebelum beat injeksi dan xeon lahir) cc selisih 15 cc tapi harga selisih 4 jutaan… ya masih laku varionya… bahkan untuk kelas kalangan bawahpun lebih milih vario padahal lebih mahal

      Guest
    • Tapi mindset siapapun itu orangnya, mesti pikir awalnya, “lebih mahal suatu produk berarti berkualitas/istimewa” betulll 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

      Guest
    • tapi klo motor baru seharga 5juta belinya mikir dua kali.
      jad intinya mana yang pas menurut kebutuhan kita

      Guest
    • karena semain close, gir belakang bisa diturunin 6 sd 8 mata, dengan akselerasi motor turun sediit, namun top speed bertambah banyak

      Guest
    • -SOHC dan DOHC: DOHC lebih unggul di putaran atas, dan powerband lebih lebar (pada putaran atas)
      -4 klep vs 2 klep: kalau total lubang hisap dan buang sama, lebih unggul 2 klep, tapi dengan 4 klep mempermudah memperbesar total lubang hisap dan buang (ada keterbatasan dome ruang bakar bila hanya menggunakan 2 klep)
      -monoshock vs stereoshock: monoshock lebih stabil di tikungan, stereoshock lebih unggul dalam membawa bebat berat
      -dual silinder vs single silinder: semakin banyak silinder mengurangi getaran mesin, selain untuk mempermudah memperbesar cc (250cc belum harus 2 silinder, karena ukuran blok masih bisa untuk chasis motor)
      *kesimpulannya, kalau untuk penggunaan harian dengan karakter stop n go diperkotaan, SOHC, 2 klep, stereoshock, single silinder sudah cukup
      *semua tergantung peruntukan dan kebutuhannya

      Guest
  1. yg penting power weight to rasio,mau dohc/sohc,5/6 speed..dohc 6 speed lebih bnyk komponen,lbh bnyk gesekan,sohc 5 speed bisa lebih enteng lebih minim gesekan..bnyk mempengaruhi topspeed..tp klo mau laris ya ikuti kemauan pasar aja,pasar maunya lebih bnyk lebih bagus.head to head cb vs vixi saya rasa g berbeda jauh soal top speed.emg susah klo masalah selera!

    Guest
  2. dual mufler lebih baik dari single mufler….
    split seat lebih baik dari type tandem…combi brake lebih baik dari single brake…
    stereo shock lebih baik dari mono shock…

    Guest
  3. wahhh… bener tu kang haji.
    ternyata lebih kepada kuantitasnya ya kalo memilih.
    seperti istri 2 lebih hebat dr pada istri 1 ya kang.
    berarti kita2 ini konsumen yang unik.
    hehehehehe

    Guest
  4. Bagaimanapun juga 2ohc lebih superior dibanding 1ohc, itu salahsatu contohnya. Meski pada kenyataannya mungkin sebagian besar kita hanya membutuhkan sebuah kendaraan harian yang nyaman & irit..
    Tapi namanya panboy tentu gak mau spek merek / jenis motor yang mereka bela disejajarkan dengan motor yang berada dibawahnya.
    Dan merubah mindset seorang panatisan lebih sulit dibanding merubah gender seseorang.
    Wkwkwk…

    Guest
  5. Tapi suzuki & yamaha paling jago dalam merubah gendernya lho, liat aja tu fxr motor lelaki tulen bisa transgender jadi bebek (bebek pada jaman baheula dikonotasikan sebagai motor cewe). Ada lagi yang gak kalah hebatnya, si yamahho menyulap motor bebek jadi motor laki (MX=>pigsons) 😀
    Kalau honda sih ane no comment aje, takut dikeroyok panboynya yang sejak dulu menang kuantitas dibanding panboy merek lain. 😀

    Guest
  6. helm in itu jelak, gembot jelek ramping mamtap (milih motor apa milih cewek) jargon “mau ngebut dimana” itu kok baru muncul yaa.. padahal klo mau passnya kenapa ga waktu ada komparasi aja kluarin.. single jadul twin canggih de el el..

    Konsumen kita “latah” kang..
    koment gak usah pertamax, 50 besar udah cukup.. 😀

    Guest
  7. Kuantitas disini saya kira Market Share nya kang.. eh ternyata spec motor ya.. saya kira mindset org kita lihat yg lebih banyak (kuantitas) populasinya dijalanan itu motor yg bagus…

    Guest
  8. weleeehh komentku nyangkut..

    setiap ngetik koment banyak malah ngilang 🙁
    simple ajalah ” konsument kita suka latah, fanatik buta, jarang harmonis terhadap perbedaan (beda selera) 😀

    Guest
  9. Hampir sama mindsetnya seperti komputer
    atau smartphone kang haji
    dual core lebih bagus dari single core
    quad vs dual
    dst.
    layar lebih besar lebih bagus
    e.g : Galaxy S3 yang semakin besar layarnya, Nokia Lumia 920 yang semakin lebar dan Sony yang juga buat layar gede-gede.

    Guest
    • akhirnya baterenya yang gak kuat, smartphone lowbat mau sms/nelpon pinjem temen yg pake nokiem tipe seratusan.

      Guest
  10. betul wak haji lbh banyak part lebih sulit., lbh rumit n pasti lbh mahal. dan biasanya performance lbh baik itu fakta. so mindset jg ternyata pada akhirnya belajar dr fakta. kalo yg banyak harganya mirip dg yg sedikit why not.. imho

    Guest
  11. Sama dengan Opini bahwa Jumlah Anak banyak, juga Banyak rejeki… ! Padahal dulu itu kan banyak tanah luas.
    Nah kalo skrg ?! Banyak Urbanisasi, akhirnya tanah kosong 3 petak jd kontrakan..
    Brearti mindset orang2 kita itu sudah terbentuk sejak Orok ya Kang ? 😆

    Guest
  12. ahahahhahaaahaayyy,,,,
    kalo bisa dapet dua ngapain ambil yg satu??
    asoooyy…
    untung aja itu mindset tentang motor, bukan soal “istri” klo bisa dapet dua ngapain satu, wah bisa berabe.
    wkwkwkwkwkw

    Guest
  13. Makin banyak makin boros makin mahal perawatannya…selalu ada kompensasi.bensin lebih irit tapi ganti spare part tambah mahal atau lebih kencang tapi bensin+ganti spare part tambah mahal…

    Guest
  14. Kalau perbandingan 5 speed dan 6 speed saya pilih 6 speed, karena berpengaruh pada gear ratio. kita ambil contoh Vixion dengan gear 5 rationya 0,957 top speed max di 8.500 RPM hanya 109 km/h, coba kita bandingkan dgn YZFR15 v.2 gear ratio di gigi 6 0,84 top speed max di 8.500 RPM 124 km/h…..CMIIW

    Guest
    • ganti aja gear belakang nya lebih kecil atau gear dr mesin ganti punya MX. ntar top speed naik.
      Tapi percuma kalau badan terlalu berat

      Guest
    • Kalo torsi kurang gedhe dan beban pengendara berat malah mlorot tu kalo 6 speed. Silahkan di buktikan.

      Guest
    • betul sekali, karena itu perhatikan juga torsi, memang pastinya ada batasan maksimal untuk memperkecil gir belakang, terlebih untuk motor 2 tak yang torsinya rendah

      Guest
  15. orang berfikir 1 dan 2 itu pasti mahal yang 2,,
    kalau misalnya 1 dan 2 harganya sama pasti banyak yg milih 2 karna dapat banyak. ini sama dengan menunjukkan banyak yang cenderung ke konsumtif.

    dari segi pengetahuan perlu di update trus biar terbiasa berpikir produktif dari pada konsumtif.

    dari segi ekonomi peluang juga sebagai orang dagang untuk memberikan barang murah dapat bnyak terlepas dari guna dan fungsi. #just opini

    Guest
  16. pinter2nya marketing aja mas ngejual barang.
    misalnya mana yang mayoritas orang beli, nanti yang lainnya ikutan beli. Cuma karena resale valuenya lebih baik. Lha itu beli motor buat dipake atau buat dijual lagi?
    Enak tu punya motor yang unik, jarang orang punya tapi Service centrenya bagus 😛

    Guest
  17. Engak juga mas Broo..
    -Sepion 1 lebih keren dari 2 sepion, kalo perlu copot semua/lipat
    -setandar samping aja/tanpa setandar lebih kaya moge balap 😀
    -mono shock lebih bagus dari tripel shock :hamster:
    -Singel Arm moge look… 😀
    :
    semoga tambah ngawur….. :beer:

    Guest
  18. Kalau mindsetnya kaya gitu, berati lebih keren 2Silinder dijejelin 4piston dan 20klep dengan sistem Dual Triple Overhead Camshaft ya oooommmm???hahahahahahha

    Guest
    • ane blum pernah coba klingon tp ane yakin topspeed cuma mentok 120 kpj, apalagi cuma punya gigi 5..,

      #cuma omong gw jg bisa

      Guest
    • huahuaha… Scorpio 19 HP .. tiger 16 HP 🙂 , Scorpio tua aja masih dengan mudah bantai Tiger Revo kondisi Baru yang usia baru beberapa bulan. tapi juga tergantung kondisi motor scorpionya juga 🙂 kan motor tua 🙂

      Guest
    • Tigi 2000 gw 6speed 200cc 17,4ps 124kg 130kpj 18jt pas beli dulu bro…klo yg skg emg ga worthed dibeli, dulu mah tiger yg plg perkasa sbelum ad klingon n thunder250. Masa kejayaannya udah lewat, tinggal nunggu wktu aj tiger d reborn lg 🙂

      Guest
  19. Mungkin hampir sama kayak kasus ini kali ya kang. Cb tanya motor apa yg paling keren sekarang ke masyarakat? Dipastikan sebagian besar bakal jawab ninja. Lalu klo flashback sedikit diawal thn 2000an tiap motor yg dimodif jd mogelook pasti dikira tiger. Bahkan moge beneran pun ada yg menebak klo itu modifan. Mindset kang. Itukali penyebabnya. Klo mo ngerubah butuh effort yg besar. Harusnya pabrikan jg aktif mengadakan semacam workshop utk blogger/motor antusiastic di daerah. Jd penyebaran informasi yang terkait dengan teknis bs merata. Atau klo ga pabrikan, mungkin kang taufik/iwb/mbah dukun bs menulis lebih banyak ttg teknis 🙂

    http://www.dk8000.co.nr

    Guest
  20. semakin maju kan emang semakin banyak kuantitasnya bang (kebetulan yang di sebutin bang haji menyangkut kemajuan teknologi semua), dulu gigi cuma tiga, terus jadi empat, padahal secara fungsional tiga aja cukup,
    trus motor dari empat, ke lima jumlah giginya, padahal empat juga bisa, hehehe…

    imho, menurut ane bang haji lebih berat ke sebuah pabrikan tertentu tampaknya…

    Guest
  21. Itu akibat kebanyakan cuma mendengar katanya….katanya…dan katanya….tanpa mau menelusuri apa lagi mempelajarinya… “Kakean kegowo arus…”

    Guest
  22. Nah itu dia kebanyakan emang konsumen di kita tuh makin banyak makin bagus bukannya menyesuaikan sama kebutuhan, dan herannya kalo beli barang yang ga sesuai sama pandangan konsumen kebanyakan biasanya malah dibilang fans berat merk tertentulah, kolotlah, selera jeleklah dll padahal beli kendaraan itu ya gimana kebutuhan dan karakter orangnya lah,masa mau maksain beli kendaraan yang kita sendiri ga cocok demi sesuai dengan pandangan mayoritas konsumen?

    Guest
    • ane malah dibilang orang gendeng bro…..hehehe
      anjign menggonggong biarlah berlalu…. yg penting happy……….

      Guest
  23. secara tersirat seolah opini ttg ‘kuantitas’ tsb sdg membahas masalah “new vixion vs cb150r”, liat di artikel dibahas dohc vs sohc, 5 speed vs 6 speed, kan klop tuh sm kasus nya “new vixion vs cb150r”
    dan yg jd pertanyaan, apa maksudnya beropini sperti itu…??

    #Sebuah Opini Dari Orang Awam

    Guest
  24. Ah waktu samua motor harian msh sohc, dual shock, satu busi aja yg jualan udah ada yg bilang 4tak lebih bagus dari 2tak, karena lebih irit wkwkwkwkwk

    Guest
  25. masalahnya adalah value, jika dikasih lebih dengan harga sama ngapain beli yg lebih rendah value-nya..jika value dan harga bisa sesuai maka kualitas yg akan berbicara..

    Guest
  26. perbandingan spt ini wajar kok, karena diluar negeri pun terjadi hal yg sama. “hitung2an diatas kertas” soal spek mesin sll menjadi sorotan utama, wlw soal design juga masuk kategori dan atribut safety-nya…. cuma mmg dlm beberapa waktu terakhir ini semakin diperparah oleh fans fanatik brand tertentu.. dlm memberikan argumen2 mereka.. jadi seperti tidak ada diskusi sehat dan cerdas di kolom komentar terkait artikel yg di publish..

    Guest
  27. kalo “kuantitas” itu lebih berkualitas kenapa tidak masbro

    kan bisa menjadi sebuah fitur atau faktor pembeda dari sebuah produk 😀

    salam

    Guest
  28. mindset orang indonesia tipe yang sering ikut-ikutan, produk yang paling banyak di beli y itu yang dikutin, padahal belum tentu sesuai kebutuhan yang pengen di beli.

    Guest
  29. kendaraan yg paling laris dan paling banyak dijalan lebih bagus drpd yg sedikit (yg sekelas, masa mau bandingin xenia dgn bmw ya gak mungkin tho)

    Guest
  30. tak selamanya makin gede kuantitas makin bagus.
    Andai saja vario 125 pake 2 busi, pemiliknya bakal puyeng, apalagi yang kena masalah busi. Tiap beli harus 2 biji. Kalo sebulan ganti lebih dr sekali bakal modiar.

    Guest
  31. dengan harga yang sama pokoknya saya harus mendapatkan kuantitas/kualitas yang lebih… itulah prisip saya sebagai konsumen kalau tidak saya akan meninggalkan pabrikan tersebut,, ane punya duit sendiri jadi ane merdeka buat memilih dan itulah yang namanya persaingan. pabrikan tak perlu dibela tapi diberikan motifasi…

    Guest
  32. sepertinya memang iya kuantitas lbh bnyk lbh baik…!!!
    saya setuju dengan rumus itu.

    terutama di mesin dan jeroannya… terbukti tooh…
    2 silinder lbh bae dr 1 silinder… 3 busi (ns200) lbh bae dr 1 busi…

    kl bag. lain sih msh dipertimbangkan…

    Guest
  33. sepakat wa aji,semua kudu ada pertimbangannya masak klo disuruh milih motor roda tiga ama motor roda 2 trus kita milih roda tiga 😀

    Guest
  34. gak selalu berhubungan dengan kuantitas deh masbro …kualitas juga perlu. kalo memang dengan kuantitas bertambah baik itu cam, slinder atau apalah, kwalitasnya juga menjadi betambah WHY nOT….!!! Honda deh kalo DOHC

    Guest
    • kenapa opini ini terjadi, karena gampang melihat kuantitas dibanding kualitas.
      yang pasti lebih bagus 4 roda dibanding 2 roda. 3 roda???

      Guest
  35. unik mmg,.
    beda kuantitas entah teknologi/ fitur yg ditawarkan cendrung menilai yg “lebih” adalah yg bgs,,kemudian membeli, padahal ini sdh disadari konsumen bhw motor adalah alat transportasi-hanya utk mempermudah mobilitas manusia sj. sebenarnya jika melihat kebutuhan tidak akan spt itu. kadang membeli motor sdh bkn lg urusan fungsi dasar sebenarnya alias sebagai gaya hidup dan prestis ini sdh keblinger justru uniknya msbru. gambaran ini bertolak belakang dg kebutuhan tiap konsumen itu sendiri spt yg ms ulas diatas: (apa iya motor kalo mau dibuat blusuk blusukan di grasstrack pake mesin 4 silinder segaris, ya nggak pas tho…) kuantitas produk sdh jadi tuntutan pasar skg, ini yg bikin produsen pening ndase ms karna tiap produk mmg sdh di set dgn kebutuhan konsumen yg makin variabel.

    Guest
  36. makin banyak part sebuah mesin, makin banyak yg berpotensi rusak, makin banyak duit yg harus keluar gitu kali heee….

    Guest
  37. Waduh gimana dong kang haji kalau menurut Jaos cc 2 Cldr itu motor bagus sementara satu cldr itu motor samp** secara ada logo sayapnya.

    Guest
  38. kan kalo kuantitas banyak, bs rame2 ngadu ke pabrikan kl ada masalah…
    kan kalo kuantitas banyak, bs rame2 ledekin kaum minoritas….
    kan kalo kuantitas banyak jadi makin nambah PD kl jalan…
    kan kalo kuantitas banyak susah dilacak…
    dll-dll….
    lanjuuutttt……….

    Guest
  39. artikel yg nyindir halus nih buat yg mengagung-agungkan ” kalo bisa dapet dua ngapain ambil yg satu ” .

    memang betul ” tak selalu yg lebih itu indah ” .

    Guest
  40. motor mahal dg spek mesin tinggi tentu bukan buat kegiatan harian ibu2,bapak2,ABG dunk…namun peminat ttp ada.
    motor irit,lengkap fitur safety cocok tuk harian,spek mesin lumayan harga bersaing…..itu baru idola.
    jadi inti nya belilah segala sesuatu itu sesuai dg kebutuhan dan kesanggupan oke….

    Guest
  41. penilaian tiap orang beda2…
    ada yg mengartikan penjualan banyak = bagus…
    ada yg mengartikan merk A = bagus….
    ada juga yg mengartikan harga mahal = bagus…

    Guest
  42. makin banyak lebih bagus….

    cuma ga berlaku di velg……… gimana rupanya tu N250R atau duc panigale di pakein velg jari2…..gubrrraakkkkkk

    Guest
  43. Spek resmi New vixion dah keluar di tabloid otomotif
    NEW OLD
    jarak sumbu roda 1.300mm 1.282mm
    Jarak terendah 165mm 167mm
    Bobot 129 kg 125kg
    Tenaga 16,59dk/8.500rpm 15,09 dk/8500rpm
    Torsi 14,5Nm/7.500rpm 13,1Nm/7.500rpm
    Starter Elektrik ELektrik dan tuas
    Ban Depan 90/80-17 2,75 – 17
    Ban Belakang 120/70-17 90/90-17
    Pompa BBM Brushless 250kpa Brush 250kpa

    Lebih irit 15 % n Sistem engkol opsional… garansi ga hilang kalo dipasang

    Guest
    • Lha menurut Y motor nggak pakai engkol itu canggih kan ? Ironisnya Y malah menyediakan engkol asal konsumen mau bayar lagi.

      Guest
  44. oh iya, pantesan ada motor 200cc, yamaha buat 225cc, ada motor 100 cc, jadi 110cc, honda ikut2an jadi 110cc yamaha buat 115cc, hehehe….

    Guest
  45. fanboy pada kemane yeee..?
    wkwkwkwk
    btw kalo soal gear ratio 5 speed ama 6 speed ane lebih milih 6 karena powerbandnya makin sempit,
    dan gak ada gejala napas ngos2an di rpm atas

    btw jadi inget suzuki rk 67, mesinnya cuma 50cc 2tak tapi 2 silinder (bayangin tuh segeda apa sehernya) yang istimewanya lagi punya 14 speed bro, pasti tuh crankcase kalo dibelah gear rationya buanyak n tipis2 banget, lari kesoal top speed bisa dapet 176km/h cuyyy,,,,

    ciyus, miapah..?
    cekicrot..!
    http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?12379-Gila!-Motor-Balap-Suzuki-Ini-Memakai-Gearbox-14-Percepatan&s=fbbdbc97429c50642cf9f7e97eea97fd

    Guest
  46. ada yang kurang pak haji..
    kalau harga sama, kenapa tidak beli yg lebih?
    belum lagi kualitas, entah produknya sendiri atau after salesnya. ujung2nya ya balik ke value produk itu sendiri.

    harus diakui memang ndak semua konsumen itu cerdas.sebaliknya juga, ndak semua konsumen itu bodoh..sering juga kan brand salah strategi, apa yg menurut brand bagus belum tentu bagus menurut konsumen.

    saya pikir subyektif sekali kalau masalah seperti ini dibahas, sekarang tinggal gimana strategi dari masing2 brand aja untuk menyikapi keunikan market indonesia.

    harapan saya semoga ke depannya, market yg mengendalikan brand dan bukan sebaliknya.

    Guest
  47. grasstrack 4 silinder? apa termasuk grasak grusuk pake motor adventure/tourer kek Versys 1000, Aprilia V4, Benelli 3 silinder? ada kok kang Taufik…

    Guest
  48. assalamu’alaikum
    sekedar usul untuk mas taufik dan kawan2 blogger lainnya. dengan tujuan agar blog sebagai media informasi dapat digunakan sebagaimana mestinya, gimana kalo para blogger mengadakan lomba komentar terbaik secara berkala. dengan begitu diharapkan para komentator dpt bijak dalam menyuarakan pendapatnya, dan komentar2 debat efbe bisa berkurang.
    NB: hadiah tidak harus berupa materi, bisa juga dikasih kesempatan membuat artikel untuk dimuat di blog (promosi usaha, potensi daerah, promosi wisata, promosi kuliner khas daerah dll)
    semoga bermanfaat, tks

    Guest
  49. ane kira,,Quantitas > populasi
    makin banyak yg pake makin yakin orang memilih tuh produk (terawangan secara awam) klo banyak yang make berarti banyak bengkel yang sudah terbiasa ama spek motor tersebut (bkn berarti tu motor gampang rusak) >>sudah jadi takdir suatu barang/produk< anggap aja ente beli cbr600/r6/er6 ato gag usah jauh2 ckup n250/n250fi ==gag semua bengkel/mekanik ngerti tuh tipikal/spek engine.nya (kudu ke bengkel spesialis/ ke BeRes)

    IMHO

    Guest
  50. Baca beberapa komentar dibawah sdh ada ternyata orang2 yg berburuk sangka klo bang haji dalam artikel kali ini condong ke salah satu pabrikan,sampe2 nanya apa maksudnya buat artikel seperti ini?walah2 bro pikiran jelek kok dipiara,artikel yg memperluas pandangan kita seperti ini kok dibilang punya maksud lain.saya sih seneng bacanya,jd menyadari seperti apa mind set mayoritas masyarakat kita,nggak tau lg ya klo yg baca para sales2 motor entah merek H,atau Y,atau yg lainnya yg suka bikin ribut2 di kolom komentarnya blognya mas triatmono,blognya lek iwan,blognya irfan jombliz,dll,sales2 ga jelas gini sukanya menyerang pribadi,ngotor2i dan bikin sepet mata aja saat baca arikel otomotif

    Guest
  51. ane prnah bndingin motor sama cc tpi beda 1 speed transmisinya.

    ceritanya Astrea 800, 86cc, 3 speed. di adu dngan Astrea Star, 86cc, 4 speed.

    anehnya Astrea 800 yg 3 speed larinya lbih kontan dri Astrea star yg 4 speed.

    yg jadi masalah Astrea 800 memang lebih cepet, dan nafasnya panjang-panjang, tpi kagok ngoper dari 3 ke 2 yg membuat motor tiba2 wheellie…

    jadilah 4 speed astrea star lebih nyaman.

    tpi sya rasa 5speed dan 6 speed bedanya dikit, bedanya yg 6 lebih cepet ngoperny/pendek-pendek, sdangkan yg 5 lebih panjang dikit nafas di gigi bawahnya.

    cba bndingin Mx 4 speed, & 5 speed. yg 4 psti nafas gigi bawahnya lebih pnjang dri yg 5 speed. tpi untuk top speed ya… beda dikitlah.

    Guest
  52. Orang Indonesia kebanyakan branded mas k’lo ada motor baru yang speknya lebih dari motornya di jelek-jelekin (masih tertutup pemikirannya) tanpa melihat bahwa spesifikasi suatu motor bisa dilihat dari RPM, Torsi & Hp nya.

    Guest
  53. @kang opik

    Saya fikir tidak pada kuantitas, kurang tepat…tetapi jika prestise / ingin tampil beda / ingin yg spesial dibanding barang yg biasanya saya katakan “iya” kenapa?

    1. Mesin 2cyl better, nah di sini kan yg berlaku di ranah motorsport dimana orang ind sudah pd ngeh kalau power 2cyl lebih besar dibanding 1cyl & faktor yg g bisa dipungkiri adalah : suara lebih merdu (coba perhatikan pasti ogah mesin 250cc tp single cyl krn merasa sm aja kaya motor tiger di bore up, nothing special), dan last fakta bahwa orang ind yg mencari jalan modif jelas bore up upgrade cap cyl bisa tetapi nambah cyl apakah bs? nope krn itulah 2 cyl motorsport much much better for now. Untuk DNA motor lain misal grasstrack / supermoto klo sampai pilih ini motor saya yakin mereka uda level entusias / hobiis jelas lbh bs kompromi ttg jumlah cyl dibanding orang awam tp kemungkinan tetap minimal 2cyl saya kira tp mereka jg sadar ga pilih yg lebih dr 2cyl bs mendem di lumpur tu motor.

    2. DOHC vs SOHC? ini juga selera priyayi ind kang, lagi2 analoginya SOHC umum layaknya motor entry level, kalau sudah ke ranah performance bike pasti yg diidamkan adalah dapur pacu berbeda dan plg kentara adalah DOHC (FU,CBR150,ninja250)

    3. Jika lebih banyak lebih dipilih, pertanyaannya adalah..kenapa selera orang ind lebih demen monoshock dibanding dualshock?? dan kenapa single arms juga lbh fav drpd arms biasa?

    4. Saking ingin tampil bedanya, selera orang ind suka ssh ditebak…motor bebek / skutik casting wheel lebih laku, tapi giliran FU yg standarnya uda CW eh malah banyak pada modif pelek jari

    Guest
  54. Gunakan motor seefisien mungkin dan sesuai dengan kebutuhan…

    terkadang kelebihan itu bisa saja membawa dampak buruk di kemudian hari nanti 😀 …

    #no offense yak 🙂

    Guest
  55. Orang Indonesia kebanyakan branded mas k’lo ada motor baru yang speknya lebih dari motornya di jelek-jelekin (masih tertutup pemikirannya) tanpa melihat bahwa spesifikasi suatu motor bisa dilihat dari RPM, Torsi & Hp nya. Otomatis berpengaruh juga dengan kualitas material bahan pembuatnya.

    Guest
  56. ngobrol kuliner aja ah…
    d tmpt sy ada nasgor harga 5rb porsi byson,rasanya mawut mode on,Tp larisnya minta ampun sampe antri.
    d tmpt lain ada yg harganya mahal,porsi sdkt,harga&rasa berbanding lurus.Eh kok tmptnya gak rame..
    Jd inget lagunya Trio kwek” indonesia org nya lucu” kalo skrg unyu”

    Guest
  57. pokoknya motor Injeksi itu Yamaha, pabrikan lain injeksinya cuma ngikutin doang, sistem injeksi Yamaha adalah yg terbaik dan tercanggih di Indonesia. Lihat saja tahun depan ketika regulasi Euro 3 diberlakukan, produk Injeksi Yamaha akan laku keras dan pabrikan kompetitor akan rugi besar !! Komsumen akan memilih motor Injeksi dengan value terbaik yaitu Yamaha.

    Guest
    • blom tentu juga bro, pabrikan sebelah kan jago jual beli regulasi, contohnya, peraturan moto GP aja dibeli lho, hehehe…

      Guest
  58. Kalo sering baca blognya Kang Haji pasti jadi tambah pinter deh, bijaksana memilih, setiap merk ada kelebihan dan kekurangan, bisa dicomparasi dengan adil… seindah apapun janji ATPM, pembuat keputusan kan tetap konsumen kang?

    Guest
    • Kalau kompresi minta ron 88 malah kepanasan loh pake ron 92, apalagi kl mesin lawas,,,, jgn sering2 juga

      Guest
  59. beli motor pake teknologi yang aneh aneh, padahal bawanya kaya emak emak, belinya kredit lagi. sudah gitu kadang tuh motor cuma dititip di stasiun, pergi kerja naik kereta atau bis.

    Guest
  60. menurut sya bukan masalah spek 5 atau 6 speed, SOHC atau DOHC, tapi lebih ke kencang atau tidak/kurang kencang karna terima atau tidak itulah yg udah nempel di jidat konsumen kita, kalo yg 5 speed bisa lebih kenceng dari 6 speed, atau SOHC bisa lebih kenceng dari DOHC pasti lebih akan diburu tapi apa iya bisa begitu?. punya kebanggaan tersendiri ketika pake motor yg punya ‘label kencang’ walau kita sedang jalan 30 kpj misalnya, …..IMHO sy sendiri sama sekali bukan speedlover cuma mengira2 aja heee….

    Guest
  61. Inilah jambore bikers yang terbesar di tingkat nasional, Jambore Nasional (Jamnas) Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) yang diadakan di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah hari Jumat-Sabtu (18-19/11). Ini merupakan Jamnas YVCI yang kedua setelah sukses pada Jamnas I pada 2009, di Buperta Ragunan, Jakarta. Acara dipenghujung akhir tahun yang dihadiri lebih dari 2500 biker Vixion dan Tamu undangan, acara ini diprakarsai oleh Bro Murray selaku Ketua Panita Pelaksana Jamnas Vixion, Acara berlangsung sukses dengan terbukti menyabet 2 Rekor Muri Indonesia sekaligus, dalam Kategori : Pemasangan Aki Terbanyak dan Chapter Club Motor Terbanyak 201 Chapter. Heboh dan meriah karena dalam Jamnas ini dihadirkan aneka macam hiburan mulai dari Music Dangdut, Band, Kesenian Tradisional Reog Ponorogo, Sexy Dancer, dan aneka macam kuliner khas Wonogiri. Acara dengan melibatkan banyak sponsor hal ini membuktikan bahwa YVCI adalah Club motor terbesar saat ini dikelas motor sport pabrikan Yamaha, yang membuat salut adalah tanpa melibatkan EO, acara ini melibatkan tamu undangan dari berbagai club di sekitar Solo,Jogja dan Wonogiri, tercatat 600 biker tamu dari Tiger,Ninja 250, Fulsarian turut memeriahkan acara ini.

    Guest
  62. konsumen motor seharga 50-100 jeti mayoritas, jelas mereka secara ekonomi sudah mapan, yap mapan. Boleh dibilang, mereka sudah punya Rumah, mobil dan pekerjaan yang bergaji diatas 10 juta perbulan. tetapi mereka mayoritas masih berusia muda atau keluarga muda. Sehingga banyak kebutuhan lain yang perlu disalurkan ketibang membeli mainan seharga 50-100 jeti. Dan disini kendala tersebut bermunculan.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here