460x110-indent-now

 

intermediate-tires-2

TMCBlog.com – Bro sekalian, berikut ini adalah Update Peraturan MotoGP, Moto2 dan Moto3 untuk 2017 yang telah diambil berdasrkan hasil Meeting The Grand Prix Commission, yang etrdiri dari. Carmelo Ezpeleta (Dorna, Chairman), Ignacio Verneda (FIM CEO), Herve Poncharal (IRTA) dan Takanao Tsubouchi (MSMA) dan dihadiri juga oleh, Mike Trimby (IRTA CEO, Secretary of the meeting), Paul Duparc (FIM), Mike Webb (RaceDirector), Danny Aldridge (Technical Director) and Corrado Cecchinelli (Director of Technology) di Madrid 2 Desember 2016 yang lalu. Beberapa Update yang Berlaku efektif saat musim 2017 dimulai adalah :

MBtech - TMC sep16

tnt25_tmcblog

Technical regulation

Top 6 di Kelas Moto3 dan Moto2 ( klasemen Championship ) akan membawa Kamera Onboard. Dan tentunya jika cuma top 6 doang yang bawa akan membuat mereka merugi karena PWR motor jadi berkurang. Oleh sebab itu Bagi pebalap diluar Top 6 akan membawa Dummy Camera dengan posisi sama dan bobot yang sama  . . Biar adil Sementara itu tidak ada perbahan dalam regulasi bobot minimum di Moto3. Untuk Moto2 ada kenaikan bobot minimum menjadi 217 kg

Alokasi Ban Untuk MotoGP setelah berkonsultasi dengan Safety Commission dan dengan persetujuan Michelin, Ban Intermediate dihapus dari alokasi ban 2017. Jumlah Ban kering dan Basah tetap sama namun spesifikasi ban slick kering depan dan belakang untu dipilih akan bertambah

Sporting regulation

Reguasi pengetesan Privat Moto3 dan Moto2 hanya diberikan ekslusif kepada pebalap yang telah dikontrak. Waktu Maksimum dalam satu musim bagi pebalap yang telah dikontrak untuk melakukan test Privat adalah sebanyak 10 hari ditambah Official test dan test pada November setelah gelaran Race terakhir

Prosedur Start dimana Setiap pebalap yang datang di belakang Safety car setelah Warm Up Lap sekarang harus masuk Pit lane dan Start dari Pit lane

Hukuman denda bagi Pebalap yang melebihi kecepatan di Pit Lane naik dari €150 menjadi €200 untuk pelanggaran pertama. Untuk pelanggaran kedua dapat dihukum dengan denda yang lebih besar menurut keputusan dari FIM MotoGP Stewards

Race yang di-Restart/ ulang akan dimodifikasi dimana jika Race di interupsi kurang dari 3 lap yang telah diselesaikan maka Semua Pebalap dapat start termasuk pebalap  yang mungkin tidak dapat menyelesaikan sightning lap maupun warm up lap di awal start

Secara resmi di semua gelaran GP, Clerk of the Course dan the Chief Medical Officer harus dijabat orang yang telah memiliki lisensi “FIM Superlicence”

Untuk mengedepankan keselamatan di Track saat terjadinya kecelakaan, sudah tidak diperbolehkan lagi marshall untuk membersihkan Track atau pun permukaan Track tanpa instuksi atupun otorisasi dari Race Director dan the Safety Officer

Kedisiplinan

Fungsi dan tanggung jawab Race Direction dan the FIM MotoGP Stewards tidak berubah. race Direction termasuk di dalamnya race Director, Perwakilan FIM dan Perwakilan DORNA tidak punya peranan dalam pemberian penalti. Namun dapat merujukan hal-hal tersebut ke FIM MotoGP Stewards yang terdiri dari race Director , FIM Steward permanen dan FIM Steward kedua ditunjuk secara rotasi.

Beberapa perubahan dilakukan untuk FIM Medical Code termasuk memberikan Power dan tanggung jawab lebih kepada FIM Medical Officer untuk meyakinkan bahwa Fasilitas dan staff Medis cukup dan kompeten untuk menangani cidera pebalap

FIM Medical Code juga menggaris bawahi aspek konfidensial kondisi cidera dari pebalap. Staff Medis dan race official tidak lagi diberi otoritas untuk memberi statement kepada pihak ketiga tentang kondisi cidera pebalap tanpa otoritas dari FIM dan Dorna

Reaksi terhadap banyaknya kecelakaan dimana pebalap memperolehnya diluar event MotoGP seperti saat latihan adalah Pebalap bertanggung jawab memberi kabar kepada FIM Medical Officer dan CMO ( apaan ini yah ? ) terhadap setiap cidera yang dapat berefek terhadap kesanggupan pebalap untuk membalap.

Taufik of BuitenZorg – based on MotoGP Press release

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

20 COMMENTS

    • Gak perlu ikut2’an juga saya yakin yang jajan diwarung ini tetep banyak, dan Wak Haji ini sepertinya bukan pencari “pelanggan yg banyak”.. Hehee..

      Guest
  1. iya lah ban intermediete dihapus, lagian musim lalu cuma gitu2 aja gak ada wah nya dgn penambahan jenis ban. alasan nya hanya krna cuaca yg sulit ditebak

    Guest
  2. ban intermediate emang kan jenisnya sama kayak ban standart motor2 biasa pada umumnya untuk kering iya basah iya.
    mungkin kang di tahun 2016 di saat peserta mengadakan latihan diluar event motogp dan terjadi crash hanya staff medis/official team itu sendiri yg menentukan pebalap itu sanggup tidaknya utk ikut race, nah utk tahun 2017 semua peserta yg crash diluar event motogp wajib lapor dan check up ke FIM Medical Officer dan CMO utk menentukan bisa race atau tidaknya rider tsb.

    Guest
  3. hmm. .mantapz. .
    peraturan bukan pengaturan skenario balap yang nanti anti klimaks, bila bukan honda yg juara ya yamaha & sebaliknya. .
    semoag musim ini suzuki & ducati dapat nyalakan nyali juara . .wekawekakawekawe

    Guest
  4. kurang lek…harusnya motogp digeber habis habisan 2 x 24 jam. kan teknologi tercanggih di dunia loh bro.bannya cukup pake ban lokal saja. yg penting liat teknologi motornya…… pembalapnya bisa sakit pinggang. karena ergonomi nungging abis…..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.