TMCBlog.com – Assalamu’alaikum brother dan sister.. Pada hari Kamis 19 April 2018 PT. Astra Honda Motor meluncurkan moge mewah Goldwing Tour DCT 2018 untuk melengkapi jejeran moge yang mereka jual di Indonesia. Kita sudah tau harga yang AHM sodorkan kepada konsumen sebesar 1 milyar rupiah untuk menebus 1 unit Goldwing Tour DCT 2018. Revisi paling radikal pada Goldwing MY 2018 ketimbang generasi Goldwing sebelumnya ada pada bagian suspensi depan yang meninggalkan sistem front fork teleskopik. Kini suspensi depannya pakai sistem Double Wishbone Suspension seperti halnya milik mobil. Beberapa sobat pembaca pun ada yang penasaran dengan kinerja sistem suspensi tersebut, dan kali ini TMCBlog baru sempat menuliskan sedikit penjelasannya.

Pertama-tama suspensinya unik, ketika kita lihat dalam keadaan unit New Goldwing utuh akan seperti pakai sebuah swing arm karena tidak ada perangkat teleskopik di sokbreker depan. Pada generasi Goldwing terbaru pakai sistem Double Wishbone Suspension sebagai ganti peran model teleskopik. Jelas ini sebuah improvement yang cukup besar dari Honda dengan penggantian jenis suspensi motor cruiser andalannya. Memang BMW juga sudah mengaplikasikan model serupa [tapi tak sama], namun Honda boleh diapresiasi karena berani berkreasi demi kenyamanan konsumennya.

Bagi yang belum paham apa itu suspensi model Double Wishbone, berikut gambarnya…

Suspensi Double Wishbone
Mengenai jenis suspensi double wishbone sendiri pada kendaraan roda empat sudah lama diaplikasikan dan suspensi Double wishbone ini termasuk suspensi independen yang hingga saat ini memiliki tingkat kenyamanan berkendara jauh lebih baik ketimbang model/jenis/sistem suspensi lainnya. Bentuk dasar dari suspensi double wishbone terdiri dari beberapa parts diantaranya: lower arm, upper arm, ball joint, link stabilizer, coil spring, sokbreaker dan poros roda.
Double Wishbone Suspension Honda Goldwing 2018

Pada New Honda Goldwing 2018 ini guncangan atau getaran yang diakibatkan kondisi jalan tidak di transfer ke tangan rider karena penggunaan suspensi model ini. Hal itu dikarenakan posisi handlebar tidak berada pada suspensi melainkan berada di sasis. Seperti gambar dibawah ini, dari setang kemudi menggunakan parts yang dinamakan Steering Tie Rod untuk menggerakkan suspensi dan roda ke arah kanan dan kiri. Ini yang bikin guncangan maupun getaran yang dihasilkan jalan tidak sampai ke tubuh rider seakan mengisolasi sang pengendara dari semua itu, membuat tangan menggenggam kemudi jadi benar-benar terasa smooth dan bebas pegel.

Pada steering rod yang tersambung kepada steering bridge sebagai tempat handlebar tersebut terdapat ball joint yang ditutup cover. Sudah pasti perawatan suspensi sekaligus steering [kemudi] ini jadi ekstra nih sob. Bahan yang dipakai sama dengan bahan sasisnya Goldwing, aluminium sehingga menjadi ringan dan pengendalian motor keseluruhan menjadi lebih mudah, ringan dan lincah ketimbang pendahulunya.

Efek domino selanjutnya adalah pengendalian jadi terasa sangat ringan ketika bermanuver di kecepatan rendah namun tidak goyang saat berada di kecepatan tinggi. Sobat sekalian juga bisa cek di gambar berikut yang menunjukkan perbedaan yang akan terasa ketika Goldwing ini dibawa riding dan saat roda berserta suspensi mengayun, gerakannya vertikal tegak lurus. Berbanding dengan suspensi teleskopik yang cenderung bereaksi secara diagonal.

Sehingga ketika motor melewati jalan berlubang, energi sanggup di serap secara sempurna oleh front fork sekaligus kedua arm [lower dan upper] yang kemudian disalurkan ke sasis. Tangan rider jadi bebas getaran akibat perubahan besar-besaran model sok depan tersebut. Ajib nih, lewat di lintasan bumpy bisa-bisa gak terasa nih.

Pengereman pun menjadi sangat stabil dengan diterapkannya model suspensi seperti ini, ditunjang juga kaliper rem dengan 6 piston di masing-masing sisi [total 12 piston jadinya].

Posisi suspensi jenis double wishbone ini mampu menahan posisi roda agar tetap tegak lurus terhadap permukaan aspal jalan sehingga mampu meminimalisir pergerakan atau pergeseran roda sehingga sangat mudah dikendalikan, juga aman bagi rider dan terasa nyaman sekaligus memberikan feeling berkendara yang presisi ketika memilih jalur.

Kelebihan sudah saya terangkan, nah sekarang giliran kekurangan tipe suspensi double wishbone ini. Yang pertama sudah pasti masalah harga unit suspensi full model ini sudah pasti mahal ketimbang sistem suspensi lainnya. Gak heran kalau Honda memasang supensi model ini di varian cruiser mewah mereka, Goldwing yang harganya lebih dari satu milyar rupiah.

Lalu kekurangan berikutnya adalah harga parts dari suspensi ini juga akan mahal akibat tersusun dari banyak bagian perintilan yang sewaktu waktu bisa terjadi keausan akibta umur pakai ataupun mengalami kerusakan pada salah satu bagiannya.

Demikian sedikit yang bisa saya share kepada sobat pembaca sekalian, semoga bisa bermanfaat dan informasi tersebut insyaallah bisa berguna kedepannya. Wassalam…

Nugi TMCBlog

60 COMMENTS

  1. Dipake motor racing juga kayaknya nggak cocok yg mengandalkan rigiditas
    Goldwing becak roda 3 cuma berakhir jadi konsep doang berarti

    Guest
    • Lbh enak drpd Multilink… Sm2 Monocoque Independen loh.
      Lbh trasa stabil dg Double Wishbone saat d kcepatan tggi, apalagi AWD….

      Nunggu Fby2 kalap… 😄😂

      Guest
    • @Al gembel

      Maksud nya sama AWD apaan?? Kombinasi doublewisbone+AWD??? Suspensi independen gk melulu AWD loh, Rwd jg enak, apalagi kombinasi multilink, ente jg meremehkan multilink, pdhl secara fleksibilitas lbh bagus, banyak2 experience ya wkwkwk

      Guest
    • @algembel dasar idiot apa urusannya le monokok biar dikata paham banget ya ngeluarin kalimat model begitu

      Guest
    • jangan salah, motogp (dulu gp 500) ada yang pake suspensi selain telescopic/USD meski benda sistem bukan , fior 500. tapi hasilnya ya kurang maksimal

      Guest
  2. partnya serem oi kalo rusak. macem mobil kalo ganti itu abis deh beberapa juta.
    apalagi ini yak.

    nyaman uda pasti. tapi kalo duit uda ga beseri mah santai lah urusan sepele gini.

    Guest
    • ya kalo buat pengendara embit kaya sampean ya serem, bisa ngeluarin 1M tapi mikir serem rusak wkwkwk typical biker kere

      Guest
  3. Wak… denger2 lagi rame kasus shock pcx bengkok yaaak?? Bisa dimintain penjelasan le Honda kah wak? krn setiap pertanyaan mengenai problem shock ke grup pcx sll dihapus oleh Admin.
    Edisi mau pinang buat lebaran malah jadi mikir 10x kalo gini wak.

    Guest
    • Baru satu kasus si masbro dari ribuan stock yg di lepas, banyak pihak yg berlebihan aja si mnurut ane, ya ane bukan fanboy ya cuma namanya rakitan manusia pasti ada 1 or 2 biji yg miss semua pabrikan juga pasti ada yg miss beberapa biji cuma ane kdang suka bingung aja kalo yg problem Honda knpa jadi masalah besar kalo pabrikan lain biasa aja. makanya AHM ya agak nutupin karena jga baru 1 kasus dari ribuan unit. Om saya jga baru dateng PCX my2018 nya aman2 aja masbro plat turun langsung tancap bandung gak ada masalah

      Guest
    • Sales itu yang bilang sebiji.
      Ane liat dijalan setiap ada pcx new ya meleyot gitu shock breakernya, apalagi kalo boncengan, tambah lucu itu motor wkwkwkwk

      Jelek ya bilang jelek, cuma sales yang bilang bagus pada barang jelek.

      Kalo mau beli, tunggu habis diupdate (recall) dulu. Sah-sah aaja, toh bukan uang ane, Ehh…. Anti sama kata recall, ane lupa wkwkwkwk

      Guest
    • Wedus gembel, enggak kok ane tiap liat pcx di jalan sll perhatiin shocknya, smuanya miriing, ane liat sendiri lokasi di bali

      Guest
  4. Ckckck mubazir amet itu mesin 1800cc 6 silinder selonjoran, tenaganya cuma dipake touring berdua, apa gak bisa buat motor towing atau apalah…. xixixi

    Guest
    • Ckckck…..mubazir banget bensin dibakar buat muter2 dibumi, coba dipake jalan ke planet namex kan gak mubazir…… ngoahahhahahaha…….

      Guest
    • ini lah akibatnya orang sotau tapi pengetahuan minim. ente kemana aja ? itu mesin dibikin ada manfaatnya dan dipikir mateng” sama insinyur” jepang. ini motor diluar sana dipake buat derek mobil, bawa caravan buat turing dan berkemah jadi bukan cuma buat turing doank seperti yg ente tau.

      Guest
    • Ckckck,mubazir amet aluminium segitu banyak cuma dipake bikin motor,coba dipake bikin robot Ironman buat lawan thanos….xixixixixi

      Guest
    • @pengamat kurang piknik ya, dijepang ni motor emang buat towing le di beberapa negara pun buat pemadam kebakaran

      Guest
  5. Bahkan tidak semua mobil pake double wishbone, LCGC dan LMPV bahkan beberapa city car hatchback masi mikir2 pake double wishbone karena harganya,,
    Joss honda,, patut diapresiasi karena emg sudah seharusnya segmen ini all out buat kenyamanan loyalisnya

    Guest
    • Rata2 mah dependen utk mobil murah lcgc or low car, lo samain sama suspensi doublewisbone yg biasa dipake Dimobil dobel kabin secara fungsinya jg beda wkwkwk ngakak😂

      Guest
    • Suspensi independent di brand jepang yg ada di indo setau gue masuk range 450jtan ke atas. Biasa nya di pake di sedan sedam dan SUV monokok macam crv, cx5, xtrail. Ntah kenapa semua nya kompak naro suspensi independent di mobil harga segitu. Lalu munculah wuling cortez, yg bikin bengong mobil <300 jt pake independent depan belakang.

      Guest
    • @cicak

      Pabrikan ngasih suspensi independen di Mobil2 range harga segitu ya sbnrnya bener jg, krn perawatannya yg lbh mahal dibanding suspensi dependen, makanya sengaja ditaro di mobil yg segmenya medium, klo ditaro di mobil menengah kebawah, cost printilannya jd gede nanti, secara suspensi independen tuh rewel mz, gk kek suspensi rigid/dependen kek mcpherson or torsion beam

      Guest
    • kumpulan biker katro lagi sotoy2an semua mobil suspensi depannya independen kecuali jip 4×4 lama yg masih pake gardan depan, kijang doyok jadul juga independen le lucu kalo baca komen2 tulalit

      Guest
  6. Pantesaaannnn dr artikel pertama yg bahas goldwing ini di mega galery nya sy nyari2 suspensi depan kok gg nemu, mungkin klo seandainya suspensi depan pke teleskopik/usd agak rawan jg ya menopang bobot yg berat trs meminimalisir kejadian oli rembes atau rebound yg gg imbang kiri n kanan,

    Guest
    • Tp mungkinkah klo konstruksinya gtu malah “agak kurang presisi bagi rider” klo belok ? Ya mirip2 mobil lah klo mau belok kya berasa bukan secara langsung oleh tangan, Tolong penjelasannya

      Guest
    • selama rasio putar 1:1, feelnya sama seperti suspensi biasa, tetapi “shock”nya beda. jelas lebih nyaman yang tidak langsung (dari segi getaran, goncangan, dsb),
      tapi feel ke jalan gk ada, dalam arti kalau bro tipe yang suka merasakan kontur jalan dan grip roda langsung untuk merasakan limit dari traksi, suspensi ini tidak cocok. makanya di gp fior 500 bukan motor yang sukses meskipun teknologi chassisnya canggih pada masa itu.

      Guest
    • @cicak leaf spring itu yg belakang mas.. depannya double wishbone. Emang fuso depan blkng per daun wkwkwk.. bisa2 kaya gerobak tu mobil rasanya kalo per daun semua

      Guest
    • leaf spring bisa dibuat double whisbone, coil spring umum dipakai. tapi torsion bar spring juga sering dipakai (lihatlah kijang lama).

      Guest
  7. sebenernya cara kerja dari suspensi dw ini masih terbilang sederhana yak? full secara mekanis dan gak ada piranti njlimet macam stabilizer,anti roll,coil spring,control arm,gak ada per keong di as roda atau tambahan piranti elektronik
    karna saya yakin hal2 yang sya sebut diatas tidak diperlukan pada sebuah motor…yang malah bisa menjadikan sistem suspensinya gampang kena masalah

    Guest
    • Memang ga perlu bro kalo motor pake sistem2 rumit begitu.. karena motor kuncinya ttp skill ridernya. Mau di kasih macem2 tp ridernya lemes ttp bs jatuh itu motor.. kalo mobil beda, meski ga jago2 amat tp msh bs pede karena dibantu sistem yg canggih

      Guest
    • stabilizer itu tidak diperlukan karena wheelbase panjang, konstruksi rigid dan berat. anti roll dipake untuk roda 4 kalau 2 ya mana ada gerakan rolling. coil spring, la itu di gambarnya ada coil springnya, malah di dalamnya sudah ada pengatur rebound segala (shock absorber). control arm, lah jelas pake, double wishbone itu pake upper dan lower control arm, kalau mc person lah cuma pake lower control arm, per keong? itu sama dengan coil spring. per keong ditaruh di as roda? buat apa?

      Guest
  8. Bau iklan nih artikelnya. Masa kekurangan teknis g disebutin. Cuma kekurangan secara finansial aja yang nongol. (Ampun om Nugie) 😙😄😂

    Padahal secara teknis ada beberapa kekurangan yang untungnya gak ngaruh ke kualitas berkendara secara keseluruhan sebuah goldwing.

    Pertama, massa total dari perangkat suspensi ini secara keseluruhan membuat inersia kemudi semakin besar. Efek negatifnya, saat pelan setir g bisa di”ongkek” dengan cepat. #Tapi siapa peduli, lu gak akan nyelip2 kayak embit kalo bawa ni goldwing. Efek positifnya, setir lebih stabil di kecepatan tinggi.

    Kedua, efek Meraba aspal yang seringkali dibutuhkan para maniak cornering berkurang drastis pada sistem kemudi ini. Jadi anda gak bisa dapet feel untuk roda depan seperti rider MotoGP merasakan kalo bannya sudah g bisa dipush lagi. #Hmmm, g penting juga. Siapa mau cornering pake goldwing.

    Ke-3, lower arm, 4 bushing, upper arm 2bushing, tie rod 4joint. Itung sendiri berapa titik di kemudi yang kudu dirawat. #ada owner goldwing yang nyervis motornya sendiri?

    Ke-4 g bisa pasang apsetdown ba’al.. . #Ada owner goldwing alay?

    Guest
    • Concern saya sih sama ukuran joint di tie rod. Sepertinya kecil banget dibandingkan dengan ukuran motornya. Mungkin dibikin kecil demi bobot, karena yang kerja keras adalah double wishbone-nya. Tapi CMIIW, saat jalan berlubang, dan rider berusaha “nahan” posisi setir, pada akhirnya akan berimbas pada joint di steering tie rod itu kan?

      Guest
    • lah yang di mobil saja tie rod banyak yang kecil, asnya seukuran jari padahal bobotnya jauh diatas goldwing, dan bebannya lebih besar (karena ada toe in/out, bahkan beban tenaga mesin ketika narik/dorong).
      di goldwing gk kena beban apa2 cuma gerakan tangan yang jauh lebih ringan dari dorongan mesin/gaya pengereman. menurut saya ya lumrah ukuran segitu,

      Guest
  9. Good article…keren wak haji…minta ke blog tetangga bwt bikin artikel.kek gini…malah wak haji yg bikin….

    Guest
    • sepertinya, kalau double whisbone di mobil/motor itu mirip, kalau telelever, titik gayanya mirip suspensi mcperson di mobil,

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.