TMCBLOG.com – Bro Sekalian, Setiap melihat HDC surabaya salah satu yang tmcblog fokuskan adalah melihat Bibit Bibit Muda  . . dan ternyata kalo menurut tmclog memang hadir di Surabaya ini. Jika sobat Lihat DI HDC 2, HDC 3 dan HDC 7 hadir nama nama Muda seperti Aditya Prakoso yang memang semenjak 2017 lalu cukup menguasai Lomba . . Dan terlihat dari Gaya di Track, Aditya ini tambah Mature tahun ini . . .

Namun selain kelas HDC2 dan HDC3 . . . hadir nama Nama Baru yang lahir dari kelas penjenjangan baru yakni keals U-12 tahun yang Baru tahun ini diadakan Di HDC Khsuusnya Region jawa . . Untuk Di HDC Surabaya Sendiri hadir 19 Nama pembalap Muda dengan usia usia yang sangat belia seperti 9 tahun, 10 tahun . . Bro bisa Bayangkan anak anak kecil ini oleh Honda Langsung bisa Kencang di sirkuit Bung Tomo dan Langsung memperoleh Motor Dengan konfigurasi Mesin dengan head silinder berdiri dan suspensi depan Full seperti Layaknya Motor motor sport . .

Dengan usia mereka yang di bawah 12 tahun, dan spek Motor yang lebih standar ketimbang mesin di kelas HDC2 dan HDC 3 bisa sobat lihat sendiri faktanya Bahwa Laptime Veda Ega Pratama yang memenangkan race bisa mencapai Laptime 49,398 detik untuk 1 putaran Sirkuit Bung tomo. Jika dibandingkan dengan kelas HDC2 Misalnya yang merupakan Kelas Tune Up pemula . . Laptime tercepat HDC 2 yang dilakukan oleh Aditya Prakoso adalah 46,045 detik . . ini artinya cuma beda 3,3 detik sob

Di paddock tmcblog melihat anak anak belia Di Kelas U-12 ini begitu patuh mendengar wejangan Coach coach mereka para . Perkataan perkataan yang dikatakan oleh Para Coach tmcblog nilai hampir sama dengan Yang diucapkan oleh para coach U-16 . . seperti ” ambil Tikungan dari sebeah dalam setelah slipstreaming “ . . . ” Pelajari dia saat slipstreaming “ atau ” Kamu kuat di tikungan Kanan, ambil dia di Tikungan 4 “

TMCBLOG Yakin Jika anak anak ini digembleng lebih lanjut, Mungkin saja, di usia usia 12,13 tahun mereka akan mulai bisa menjuarai race race seri HDC3, HDC2 . . dan kalau sudah Gini  . . . Penjenjangan penjenjangan selanjutnya seperti Ke TTC, ATC dari Indonesia Bisa lebih muda lagi sehingga ujung ujungnya Bisa memperoleh Pembalap Muda yang memiliki umur emas saat mereka menapaki jenjang tinggi seperti Moto3 CEV, RBRC, Maupun MotoGP Nanti . . benar benar sebuah strategy penjenjangan pembalap yang tambah mendalam yang terlihat dari AHM Di tahun 2018 ini.

Sepertinya AHM mempelajari betul apa yang terjadi di Jepang, di Thailand, Dan tentunya di Italia dan Spanyol dimana Mulai semenjak di bawah 10 tahun calon calon pembalap sudah diajarkan Bagaimana seriusnya ketika berada di Tarck dan bertapa mereka sudah Mulai diajarkan menggunakan Motor motor dengan suspensi full sehingga mereka tidak begitu Kaget ketika switch ke Motor motor sport. Hmmm, Honda sudah mulai edan dan serius banget nih nyiapin ajang ajang feeder menuju gelaran gelaran Asia, dan Dunia . .

Taufik of BUitenZorg

Hasil Hasil Race HDC Surabaya

HDC 1 Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Seeded,

HDC2 Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Pemula,

 

HDC 3 Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U16,

HDC 4 Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula Terbuka

HDC 7 Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U12

 

 

19 COMMENTS

  1. harusnya bentuk nya Sonic dibikin custom kayak nsf100 yg mungil dan ramping,jadi sedari kecil udah terbiasa cornering sambil ngapit tangki

    kalo CBR150R kayaknya masih kebesaran untuk anak u-12

    Guest
    • bener juga….
      atau mendingan bikin sasis baru model nsf100 buat di cangkok mesin sonic, kalau mau ngadain nsf100 jelas mahal, meskipun AHM mampu, tapi lebih efisien kalau bikin sasis baru,
      sekalian buat memberikan riset tambahan tim balap itu sendiri…

      Guest
  2. mendingan bikin sasis baru model nsf100 buat di cangkok mesin sonic, kalau mau ngadain nsf100 jelas mahal, meskipun AHM mampu, tapi lebih efisien kalau bikin sasis baru,
    sekalian buat memberikan riset tambahan tim balap itu sendiri/bengkel yg bisa buat sasis

    Guest
  3. mendingan bikin sasis baru model nsf100 buat di cangkok mesin sonic, kalau mau ngadain nsf100 jelas mahal, meskipun AHM mampu, tapi lebih efisien kalau bikin sasis baru,
    sekalian buat memberikan riset tambahan tim balap itu sendiri/bengkel yang bisa buat sasis

    Guest
  4. mendingan bikin sasis baru model nsf100 buat di cangkok mesin sonic, kalau mau ngadain nsf100 jelas mahal, meskipun AHM mampu, tapi lebih efisien kalau bikin sasis baru,
    sekalian buat memberikan riset tambahan tim balap itu sendiri…

    Guest
  5. bener juga….
    atau mendingan bikin sasis baru model nsf100 buat di cangkok mesin sonic, kalau mau ngadain nsf100 jelas mahal, meskipun AHM mampu, tapi lebih efisien kalau bikin sasis baru,
    sekalian buat memberikan riset tambahan tim balap itu sendiri…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.