TMCBLOG.com – Bro Sekalian, di awal Musim ini tak terdengar lagi kabar pembalap yang pernah digadang gadangkan sebagai Valentino Rossinya Indonesia Yakni Ali Adrian Rusmiputro. Di tahun tahun tahun lalu ia sempat race di kelas CEV dan akhirnnya sempat pula Race di kelas WSSP300. Ali Adrian mengakui bahwa prestasinya mengecewakan di tahun lalu. Di WSSP300 Hanya mampu bertengger di posisi 23 klasemen akhir dengan mengemas 6 poin.

Minim Prestasi tahun 2018 tidak membuat Pertamina hengkang mensponsori Ali adrian. Tahun 2019 ini pun Ali Adrian didampuk race di Dua kelas Baik Eropa maupun Asia. Di Eropa ia akan race di kelas CEV SuperSport 600. Pembalap Indonesia sebelumnya yang eprnah mencicipi Balapan kelas ini adalah Rafid Topan Sucipto dan tentu raihan Topan akan jadi patokan utama Ali di kelas tersebut.

CEV Supersport 600 biasannya menggelar race satu Track dan Start bareng kelas CEV Moto2. Itu artinya Ali akan start bareng dengan dua Jagoan Astra Honda Racing Team Andi Gilang Dan Gerry Salim.

Mengenai Race Asia, Diberitakan Ali adrian akan race di kelas superbike ASB1000 bergabung dengan Victor racing team. Artinya ia akan bertandem dengan pembalap indonesia Lainnya Yakni HA Yudhistira menggunakan Yamaha R1. Ia akan jadi Pembalap Indonesia Kedua yang hadir di ASB1000.

mengenai Jadwal tampil, Ali mengatakan bahwa ia akan memulai debut CEV Supersport 00 di April 2019 ini. Sedangkan Untuk ASB1000 ARRC ali direncanakan mulai debut Paling Cepat di seri Australia

Taufik of BuitenZorg

38 COMMENTS

  1. oalah kursi bayar toh πŸ˜‚
    tendemnya yudhistira cidera pasca crash disepang kemarin, oiya ini full 1 musim kan wak ? bukan cuma wildcard australia doank ? soalnya beberapa waktu lalu anthony west sempet bikin instastori khusus ARRC bend australia nanti tim kami menyediakan motor dikelas 600cc dan 1000cc, bagi yang berminat bisa menghubungi tim kami victory racing.

    Guest
  2. wakakak wak haji masih inget aja the next valentino rossi from indonesia. dulu sempet dibully gara gara bikin FP facebook dan pasang iklan berbayar di facebook the next valentino rossi from indonesia

    Guest
    • Pengen tertawa takut dosaπŸ˜πŸ˜†πŸ˜πŸ˜†πŸ˜πŸ˜†,ini yutuber ato sembalap sich,tu Pertamina sehat kagak mau nyeponsorin ni anak,Mash banyak sembalap lain yg punya segudang prestasi

      Guest
      • Duit yg berbicara bro, mungkin dia dr keluarga kaya dan berpengaruh, bisa jd…balapan klau ga jatuh ya finish posisi buncit aja bisa dapat sponsor pertamina, rio haryanto yg masuk F1 aja udah prestasi dan sejarah buat indonesia aja harus kandas gara2 ga ada sponsor

        Guest
    • ali adrian NO skill, menang gaya doang πŸ˜†
      sekelas doni tata, dimas ekky aja gak pake slogan selebay gitu

      Guest
      • wkwkwk masih inget kan yg pas doi jadi salah 1 komentator motogp dan bilang latihan bareng tito rabat ?
        stasiun tv tersebut sampe sponsor balap dia loh di cev, begitu tau di cev prestasinya gak sebagus apa yg dia bicarakan. gak diperpanjang dah akhirnya dan jadi komentatorpun tidak pernah lagi wkwkwk

        Guest
  3. digadang2? bukannya dia sendiri yg klaim sepihak? πŸ˜€

    Puinter banget ni orang ngeruk duit pertamini dengan ‘segudang’ prestasinya

    Guest
  4. menurutku doi lebih cocok jadi bintang iklan sabun pembersih wajah atau pisau cukur daripada seorang pembalap, karena udah punya modal dari segi tampangnya. buat belajar bisa lah pake sabun cuci dangdut atau pisau dapur buar kerok kumisnya.

    Guest
  5. Pernah menang saja kagak,, the next valentino dri mana? Songong amat sih. Mbok ya o, kalo mau dpt embel” title next itu mikir dulu. Prestasinya d banyakin..

    Guest
  6. bapaknya si ali ini sepertinya punya koneksi dengan pertamina…prestasi ga ada tapi pertamina mau jadi sponsor bertahun-tahun…
    ato jangan-jangan bapaknya si ali ini salah satu dirut pertamina ya…

    Guest
  7. Harusnya pertamina di audit tuh biar jelas duit yg keluar buat sponsorship sebanding ga sma prestasi yg di dapet

    Guest
  8. Pertamina josss. yang penting ada pembalap yg wakilin kyk dimas eky tuh. biar trakhir yg ptng usaha hehe

    Guest
  9. Gak akan beda sama pembalap yang dia gantiin, Patrick Li. Sama-sama minim skill, Sama-sama cuma modal duit, sama-sama ga ada prestasi mencolok di regional. Patrick Li di ASBK ga pernah kedengeran, tapi bisa ikut ARRC karena bayar. Dia temen deket Anthony West, pemilik dealer moge di Australia. The next Rossi juga sama, di Indonesia ga kedengeran, di Spanyol apalagi. Cuma menang gimmicks, lari ke Eropa biar seolah nempa skill padahal aslinya cuma biar namanya keangkat karena dengan ke Eropa jadi ada bahan berita seolah skill dewa, padahal mah sama sesama pembalap Indonesia aja kalah, apalagi sama pembalap Spanyol/Eropa. Ke Eropa murni pake duit, skill minim. Kalau mau turun dikejuaraan benua apalagi dunia minimal harus punya prestasi dulu di regional, entah itu Spanyol, Italia, Inggris, bahkan kejurnas Indonesia sekalipun. Balap itu seleksi alam, makin tinggi levelnya makin sulit, nah kalau regional aja zonk ngapain maksa ke benua? IRS zonk lari ke CEV superstock, CEV zonk lari ke Eropa 321cc eh malah kalah sama cewek, apalagi sekarang ke Asia 1000ccπŸ˜… Orang mah kalau zonk di satu level, pasti dia turun level. Lah ini zonk di satu level malah naik levelπŸ˜‚

    Guest
  10. Entah kenapa rider Indonesia yg berprestasi justru kurang menjual secara bisnis, sementara yg menjual secara bisnis malah kurang berprestasi πŸ˜‚

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.