TMCBlog.com – Bro sekalian, pabrikan berlambang garpu tala alias Yamaha sepertinya nggak mau tinggal diam dalam peta persaingan kendaraan listrik dunia! Walaupun segmen electric vehicle (EV) roda dua saat ini didominasi oleh skutik komuter, bocoran dokumen paten terbaru dari Yamaha membuktikan bahwa tim R&D mereka sedang step-up menggarap motor sport listrik murni (BEV) yang tampilannya makin mendekati versi produksi jalan raya!
Project ini sejatinya merupakan pengembangan lanjutan dari konsep Proto BEV yang sempat mereka pamerkan. Namun dari gambar paten teranyar ini, proporsi dan propfil motor terlihat jauh lebih rasional dan mirip banget dengan bahasa desain jajaran Yamaha R-Series, khususnya Yamaha YZF-R7!
Bukan Sekadar Tempel Baterai, Racikan Sasis & Ergonomi Baru!
Secara teknis, membuat motor sport listrik itu tantangannya sangat berat pada bobot baterai dan penyebaran bobot (weight distribution). Nah, di paten ini Yamaha terlihat memperlihatkan cara cerdas:
-
Packaging Baterai & Center of Gravity:
Baterai berukuran cukup masif diposisikan tepat di bagian tengah frame. Sementara itu, controller dan inverter ditaruh mengelilingi baterai agar memusatkan massa di titik tengah (centralized mass). Langkah ini krusial banget demi menjaga kelincahan khas motor sport Yamaha.
-
Dapur Pacu & Penggerak:
Motor listriknya dipasang di bagian bawah sasis dan menyalurkan tenaga ke roda belakang menggunakan drive belt (v-belt).
-
Inovasi Lay-Out Komponen:
Yamaha juga merancang ulang beberapa letak part. Modul ABS hidrolik, misalnya, diletakkan tepat di balik steering head (koma setang). Posisi ini membikin jalur selang rem lebih pendek, rapi, dan efisien.
-
Tanpa Tuas Kopling, Tuas Rem Pindah ke Kiri:
Karena tidak memakai transmisi manual konvensional, area stang kiri kini dialihkan untuk tuas rem belakang (mirip tata letak pada skutik atau sepeda balap). Ergonominya pun disesuaikan agar tetap memberikan feel sporty.
Sudah Mengusung Port Charger AC Type 2
Detail menarik lainnya adalah hadirnya port pengisian daya AC Fast Charging Type 2 (bisa charger 1-fasa 7.4 kW hingga 3-fasa 22 kW). Ini mengindikasikan bahwa motor sport listrik pabrikan Iwata ini disiapkan untuk mendukung penggunaan harian hingga touring jarak menengah, bukan cuma sekadar motor prototipe pameran!
Yamaha sepertinya sedang meracik puzzel ideal: Bagaimana caranya menghadirkan feeling berkendara khas Yamaha R-Series di atas platform listrik.
Meskipun Yamaha masih menyimpan rapat-rapat spesifikasi teknisnya—seperti berapa Tenaga (Power), Torsi (Torque), Kapasitas Baterai, hingga bobot keseluruhannya—langkah paten ini memberikan sinyal kuat bahwa geng Iwata siap bersaing ketat menghadapi pabrikan Jepang lain yang mulai bergerak ke ranah sport EV.
Gimana menurut bro sekalian? Apakah tatanan motor sport ber-fairing tanpa suara mesin crossplane/inline ini bisa memikat hati para speed freak di masa depan? Silakan dikunyah-kunyah informasinya dan tulis pendapatmu di kolom komentar ya
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




