TMCBLOG.com – Seperti yang tertuang dalam Klausul Perjanjian Kontrak antara KTM dan pembalapnya yang bisa kita simak bersama di artikel sebelumnya, kemanapun Pol Espargaro akan berlabuh di 2021 nanti, sepertinya Baru akan kita ketahui secara Final setelah 15 September 2020 nanti. Namun Begitu Pol Espargaro Buka suara saat Interview bersama MotoGP.com

” Kita tahu situasi yang bisa ditemukan di MotoGP saat ini. Ada beberapa Lowongan dan saya memiliki kontrak ( bersama KTM) Sampai akhir tahun. Pabrikan di MotoGP tertarik dengan pembalap dan saya dapat paling tidak mendengarkan penawaran “

” Ini adalah situasi yang baik untuk bersama pabrikan seperti KTM – sebuah perusahaan besar dengan nama besar, kami berjuang untuk sesuatu yang sangat menarik dan saya memiliki proyek besar pada pundak saya. Jika kita memiliki tawaran lain di atas meja, itu adalah situasi impian bagi setiap pembala. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi situasinya sedang bagus untuk saya, saya memiliki musim yang baik tahun lalu dan kami membangun proyek yang bagus dengan KTM. Saya pikir kita berada dalam situasi yang baik

Telihat sekali Pol Sangat berhati hati dalam menyusun kalimat demi kalimat. Karena ia tahu bahwa berdasarkan Klausul Kontrak, Ia bisa terkena denda Penalti yang lumayan kalau sampai salah mengucapkan kata kata soal Kontrak ini. Pol Espargaro selain Memiliki kans terus bersama KTM memang diketahui dibidik Oleh Ducati dan Honda, Dan dengan berhati hati pula ia menjawab ketika ditanya tentang Honda RC213V dan Ducati Desmosedici

” Dalam beberapa tahun terakhir kita telah melihat bahwa Marc Mรกrquez adalah orang yang pada akhirnya menang – di Honda. Mรกrquez tentu saja legenda dan pembalap yang sangat, sangat baik. Tapi dia mengendarai Honda dan itu artinya motor ini bisa menang. Dia menunjukkannya di semua balapan dan pada akhirnya juga di Piala Dunia, di mana dia menang dengan selisih besar di atas yang kedua.”

” Honda tentu saja sepeda motor yang ingin menguasai sebagian besar bidang. Sudah jelas bahwa semua orang menginginkan motornya. Dan Ducati juga bisa menang, motor motor ini adalah motor terbaik saat ini. Saya tentu ingin mengendarai salah satu dari mereka, tetapi saya juga harus melihat situasi apa yang kita alami di KTM dan apa yang bisa kita lakukan. Jadi saya katakan ini masih sangat awal. Tapi siapa yang tidak mau mengendarai salah satu dari dua motor ini? Ini adalah sepeda impian bagi setiap pembalap MotoGP untuk memperebutkan gelar. “

Begitu besarnya keinginan Pol Untuk bisa berlabuh ke salah satu dari Ducati atau Honda, Lalu bagaimana dengan KTM yang ia bangun bersama team selama ini ? ” Kami sekarang berada di tahun keempat dan kami datang dari situasi yang sangat sulit. Jika Anda melewati fase yang sangat sulit dan kemudian Anda kembali, hubungan ini menjadi lebih kuat. Koneksi kami sangat kuat saat ini. Jika saya harus pergi di masa depan, itu akan sangat menyedihkan bagi saya, “

Dan Seperti yang kta duga, dengan latar belakang Klausul Kontrak KTM, ini lah yang dikatakan Pol Ketika ditanya kapan kejelasan dari semua ini akan hadir ” Begitu semuanya selesai, Saat ini belum ada yang FIX, jadi saya juga tidak dapat mengumumkan apa pun. Tetapi saya jelas orang pertama yang ingin mengakhiri situasi ini dan berkonsentrasi pada tahun ini dan kemudian 2021 dan 2022 Wow, Pol Bikin kisi kisi kalau Kontrak dengan RHT atau Ducati akan dua tahun ?

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

60 COMMENTS

    • Even somebody happy to join KTM, until he ride the bike…..

      Waajr sih kl ada yang nawarin dg opportunity yg lebih baik. Kl g, g akan kasus investasi bodong.

      Guest
    • [email protected] kalau ngomongin rcv era 2015 sampai sekarang memang sepertinya hanya Marquez dan rider2 yang gaya balapnya mirip Marquez yang bisa bawa rcv.

      Sebab DP26 juga sudah tak bisa bawa rcv eranya marquez. Padahal dani Pedrosa sebelum era Marquez mampu runner up 3x pakai rcv.

      Guest
    • Saran saya Pol Esp. ganti nomor itu angka keramat sangat ditakuti eh dia malah pasang nomor itu dobel pula hadeh…

      Guest
  1. Alamat bagus untuk Katiyem rekrut sembalap muda lagi yang punya skill development macam Alex Rins. Eh, kebanyakan sembalap developer pada tuwir yak termasuk Guintoli. Etapi kan tetap butuh developer rider muda biar lebih sejalan dengan prospek masa depan.

    Guest
    • Rider developer(khususnya test ride) muda jarang d temukan kenapa? Ya karena klau yg muda cenderung fokus ke kejuaraan. Yg ada d benakny mayoritas championship. Mereka tidak mau menghabiskan masa mudany untuk mengetest dan mendevelop motor untuk pmbalap lain

      Guest
  2. Ducati janjiin kursi Pramac?lha katanya Paolo campina-ti hanya menerima pembalap muda,pol kan ga muda muda amat

    atau Ducati jengkel dgn Dovi yg masih tarik ulur kontrak sampe sekarang,pol dijadikan plan B

    Guest
      • Menurut saya pribadi, mental juara pol masih lebih tinggi d banding dovi. Saya tidak antusias jika pol ke RHT bertandem dgn marc. Krna mereka bisa mengulangi dominasi duo repsol sperti era 2013-2014. Saya lebih suka pol ke ducati factory menggeser dovizioso. Mulai dari cev moto3 sampai moto2 wc sudah terlihat bhwa pol dan marc sllu bersaing sengit. Inilh rival abadi marc sejak pengkadetan bukan vinales. Desmo itu sudah bagus tinggal riderny yg kurang tajam. Tapi apa iya ducati bkal rela klau skuad mereka tnpa rider itali d tim factori?. Jika mereka bisa sedikit melepas nasionalisme ini mereka akan lebih bisa menekan honda- sbg sang dominator motogp

        Guest
  3. hati2 om pol, jangan lupa sejarah DP dan JL pensiun dini sayang kalo om pol tiba2 pensiun di usia dini

    Guest
    • Ndak ada salahnya kamu bilang gitu bro, memang semenjak 2015 sampai sekarang rcv dikembangin hanya untuk keinginan marquez.

      Lihat saja DP26 yang digdaya pakai rcv sampai 3x runner up sebelum marquez datang ke hrc, tapi setelah marquez datang dp26 jadi mlempem sampai bilang motor tahun lalu lebih nyaman daripada motor tahun sekarang dan ini kebalikannya dengan permintaan Marquez.

      Guest
      • 2015 Honda mulai buat mesin baru karena regulasi ban harus pakai michelin, dan 2016 Honda jor-joran ngubah mesin lagi karena regulasi ECU yang harus seragam. Mungkin kalau regulasi masih seperti 2014 di mana masih bisa pilih ban (michelin dan bridgestone) dan gak ada penyeragaman ECU, DP mungkin masih balapan sampai sekarang. Walaupun ada alasan lain juga karena DP udah banyak cedera sana sini akhirnya memutuskan pensiun di tahun 2018. Tapi kalau ada pengaruh dari Puig bisa saja karena sejak dari awal DP itu anak didiknya Puig. Mungkin si Puig kecewa karena DP belum bisa merengkuh jurdun setelah lama di RHT dan setelah segala macam cara dilakukan. Ntahlah

        Guest
  4. Udah pol pindah aja pol.
    4 taun juga dikembang2in tetep aja sulit kalo pabrik nya ga mau ganti sasis.
    ๐Ÿ˜‚

    Guest
    • Huss jangan gitu.

      Itu pelan-pelan sasisnya jadi agak tebel kali bang.
      Engga bentuk kandang ayam lagi

      Guest
      • Mungkin aslinya sasis terbaru itu juga udah diganti jadi aluminium tapi di cat orange biar dianggap masih pakek bahan steel,wkwkwk

        Guest
  5. Selagi masi ada MM93 di RHT , wak ko ga ada filing puig melemahkan DP26 ,karena puig khawatir PE44 bisa kompetitip karena adanya DP26 dan DP26 bisa aja nurunin bakatnya ke PE44 dan KTM jadi komprtitip ๐Ÿ˜Ž

    Guest
  6. Mungkin gak sih HRC sebenarnya kepo sasis ktm..

    Nah waktu zarco di ajak masuk HRC.. Jawban zarco cuma sh*t sasis, gitu aja tanpa penjelasan detail… Ditanya lagi… Jawab zarco sh*t sasis ”

    Jadi HRC butuh pol.. Untuk jelasin sasis besi tiang sutet Itu

    Guest
  7. Pertanyaannya bukan lalu bagaimana dengan KTM wak, tapi lalu bagaimana dengan yamaha suzuki yang gak di sebut? Wkwkwk

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.