TMCBLOG.com – MotoGP Musim 2020 tinggal menyisakan 3 race lagi yang akan berlansgung dalam 3 pekan berturut-turut. Namun sampai saat ini kalender 2021 belum dirilis juga oleh Dorna, bukan hanya ingin tahu bagaimana jadwal fix MotoGP Mandalika Indonesia, namun juga ingin mengetahui seperti apa grand strategy Dorna di tahun 2021 nanti . .

Musim 2021 ini – walaupun memang sampai saat ini sempat hadir tiga kasus pembalap yang berhubungan dengan Covid-19 yang dilanjutkan surat edaran yang berisi kecaman keras buat pembalap yang sempat pulang ke rumah saat double header race, namun – MotoGP dapat dikatakan cukup sukses dalam membuat gelaran ini bagaikan sebuah bubble karantina besar yang penuh dengan protokol kesehatan di dalamnya . . . Dan jika memang 2021 masih belum juga 100% pulih, sepertinya Dorna terlihat cukup siap untuk tetap melangsungkan gelaran MotoGP 2021 dengan jumlah race yang bahkan lebih banyak . .

Dua pekan yang lalu CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta sempat mengungkapkan bahwa sebenarnya dia sudah memiliki beberapa skenario tanggal dalam pikirannya, tetapi dia tidak dapat mempublikasikannya karena dia juga harus menunggu untuk mengetahui kalender F1 untuk menghindari event yang bentrok. Pada kesempatan GP Prancis 2020, Ezpeleta mengatakan bahwa ia sudah membuat beberapa pertimbangan di kalender.

“Ide kami untuk musim depan adalah memiliki kalender normal. Kami akan mulai di Qatar pada Maret (2021) dan finis di Valencia pada November. Kami memiliki banyak kemungkinan, tetapi yang terpenting adalah kami telah menunjukkan bahwa kami mampu balapan di mana-mana meskipun terjadi pandemi, kami telah menunjukkan bahwa paddock kami tidak berisiko.

Kami memiliki hampir semua tanggal, tetapi kami belum dapat menerbitkan kalender karena kami juga bekerja sama dengan Formula 1 untuk menghindari kemungkinan tumpang tindih. Tetapi idenya adalah untuk memiliki sebuah kalender MotoGP yang mencakup delapan bulan. “

Saat ini F1 telah mengeluarkan draft kalender dimana direncanakan untuk memulai di Australia pada 21 Maret 2021 dan menurut GPOne, Carmelo Ezpeleta sempat melontarkan ide untuk memulai race MotoGP 2021 pada akhir bulan Maret dengan ‘Double Header’ di Qatar, untuk kemudian dilanjutkan dengan dua balapan terdekat, Portimao dan Jerez.

Ini sebuah skenario yang ditujukan untuk menyederhanakan perjalanan dan menjaga ‘bubble karantina’ tetap hidup. Bubble sendiri memang sepertinya mungkin harus tetap di tahun 2021 nanti karena untuk memikirkan vaksin yang tersedia dan didistribusikan pada bulan Maret sepertinya masih merupakan sebuah upaya yang tidak realistis.

Setelah Portimao dan Jerez, kejuaraan dunia bisa dilanjutkan full di Eropa, dan kemudian jika kondisi kesehatan dunia telah pulih kembali maka mungkin, balapan Overseas dapat dimulai dari bulan September 2021. Tanggal sementara akan dirilis pada pekan ini atau pekan mendatang. Carmello mengakhiri pembicaraan dengan berkata;

“Tanggalnya akan menjadi tanggal yang biasa. Kalender akan memiliki 20 Grand Prix. Jika – misalnya – tidak memungkinkan untuk pergi ke Amerika Serikat atau ke negara lain, tanggalnya akan dipindahkan atau diganti. Akan ada tiga sirkuit cadangan untuk dipilih. ”

Namun semua ini masih dalam rekaan karena pandemi ini masih sulit untuk ditebak seperti apa akhirnya, persis seperti championship MotoGP jelang 3 race seri terakhir yang juga masih sulit ditebak siapa yang akan jadi juara dunia MotoGP 2020.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

40 COMMENTS

  1. Apakah peraturan 2021 masih berlaku pembalap gak boleh pulang hanya di race yg double header atau terus ngikutin race gak pulang sampai jeda pertengahan musim baru diperbolehkan pulang ?…

    Guest
    • 3 sirkuit cadangan yg dimaksud adlh sirkuit2 yg brda d eropa blapan motogp diluar eropa (sprti asean australia amerika )tidak memungkinkan untuk d laksanakan. Slhsatu dari 3 sirkuit itu adlh estoril

      Guest
  2. Yakin mau world tour lagi, secara corona belum kelar malah melar yg pasti.
    Apa gk sebaiknya ngadaptasi sirkuit musim ini aja?

    Guest
    • Jangan pernah beli di awal/jauh-jauh hari. Udah trauma gw beli jauh hari MotoGP batal rugi. Karna manusia bisa berencana tuhan yg menentukan.

      Mungkin tiketnya bisa dipake ampe Mandalika jadi bro.

      Guest
  3. Kenapa ya.. Setelah baca komentar seseorang tu kadang spontan mau balees aja, tp wait.. Setelah dipikir2 knp mau ikutan jd orang yg sok bener, sombong dan ga mau nrima salah gtu y..
    Take a breath..

    Guest
  4. Dari Qatar gak ke Jepang dulu?kan rencana awal dr Qatar lanjut ke Thailand karena dekat,tapi karena pandemi jadi gagal

    Toh,Jepang kayaknya termasuk yg paling sukses menekan penyebaran dinegaranya,atau malah Jepang yg masih melarang turis dr wilayah Eropa?soalnya Austria dan UK aja sekarang nerapin lockdown lagi 1 bulan gegara naik lagi 😚

    Guest
  5. Nanya serius. Kenapa ya dari dulu calender MotoGP dan F1 selalu jangan sampe berbenturan? Kan beda yang satu motor yang satu mobil. Beda kelas. Bahkan pernah jam tayang MotoGP kalo berbarengan dihari yg sama dgn F1, jam MotoGP dimajuin beberapa jam karna berbenturan dengan F1.

    Wajar sebenernya gaji pembalap sangat besar. Selain berpacu nyawa di track juga berpacu virus Corona. Wabah dimana-mana tapi masih tetep balap.

    Guest
    • Saya seneng liat motogp di transseven, abis itu baru nonton f1 di fox, mungkin orang seperti saya ada 1 milyar jumlahnya di dunia ini, jadi kalau bentrok jadwalnya orang akan di suruh milih nonton yang mana dan penonton masing2 event hanya akan jadi setengah milyar saja

      Makanya lebih baik jadwalnya gak barengan, ya meskipun bisa liat tayangan ulangnya di tv kabel juga, tapi lebih enak kalau live.

      Seperti itulah gambaran besarnya

      Guest
    • Urusan duit broooo…..
      Mereka jualan hak siar.
      Misalnya sekampung bikin acara dangdut, kampung sebelah bikin acara lain yang gak kalah heboh. Penonton terpecah, penjualan tiket berkurang.

      Bersyukur disini dapat tontonan gratis.

      Guest
  6. ada yang berpendapat klo jumlah penonton F1 lebih banyak dibandingkan dengan motogp ( https://www.gridoto.com/read/221964464/kaleidoskop-f1-2019-segini-jumlah-penonton-di-f1-2019-motogp-tidak-ada-apa-apanya )

    ada jg yg berpendapat klo jumlah investasi sponsor di F1 lebih besar dibandingkan investasi sponsor di motogp ( https://m.cnnindonesia.com/olahraga/20141029143900-163-8707/gelimang-uang-di-bisnis-balapan )

    jd secara logika bisnis,F1 berhak main di prime time klo bentrok dgn motogp yang pastinya bakal maju dr prime time seharusnya..cmiiw

    Guest
    • @ragil

      bener banget, F1 sangat lebih populer di negara2 eropa.

      gajinya markes yang termahal sepanjang sejarah motogp aja cuman secuil dr gajinya vettel/hamilton

      Guest
  7. mandalika apa kabar ni buat 2021?
    klo thn dpn dorna tetap skip bwt asia, berita bagus buat mandalika, bwt lebih persiapan di infrasruktur pendukung nya,, klo sirkuitnya jadi, tpi fasilitas pendukung nya masih tender? buat apa? just imo

    Guest
    • Iya sya pribadi juga lebih suka mandalika mulai ikut motogp thun 2022 melihat pembangunanny yg masih d bawah target. Banyak lahan yg masih blum kelar dan kontur tanah d area mandalika yg butuh penanganan spesial membuat pembangunanny memakan waktu yg lebih lama. Klau d pksakan harus bisa ikut musim depan takutny pembangunanny jadi/selasai tpi setengah matang. Ikut 1-2 musim habis itu gak lyak pkai lagi buat apa?? Mudah2an tidak terjdi hal sprti itu.

      Guest
  8. F1 itu memang populer diluar sono, tp kalo dikita penontonya makin menurun, balapan hampir 2 jam minim overtake, where’s the fun? gitu sih rata2 kalo org kita, apalagi sejak turun cc trus pke turbo dan mobilnya dipasangin ‘sempak’ di muka drivernya..persaingan tim juga ga barimbang..

    Kalo Covid vaccine, hmm IMO, kalo saya sangat meragukan keefektifanya, Covid tipenya kaya virus influenza, terus bermutasi mengikuti keadaan.
    Kalopun ada vaksin yg sukses misal di negara A, dipake di negara B blm tentu efektif, karena virusnya kemungkinan sudah bermutasi jadi varian berbeda.
    Dan balik lagi karena kaya flu, anak2 udh divaksin flu memang ga bakal flu? masih aja flu..karena virusnya adaptif, terus tanggap perubahan.

    so Covid, it’s a longway battle ahead..

    Guest
    • F1 ngak ada yg seeenak jamannya michael sumacher,sama alonso ,masih di bilang seru lah pada masa itu… dan sekarang betul yg anda bilang sangat membosankan,yg itu itu aja yg menang mulu minimnya perlawanan

      Guest
      • @Noolan

        Saya dlu jagoin Mclaren Mercedez bro..jamanya masih ada montoya tu, gila bner racikan Adrian Newey mobilnya bisa menggila..sampe ban rontok saking gedenya downforce..sampe awal karir Hamilton masih nton, abis tu Newey si desainer mobil pindah ke redbull dan juga keren disana..trakhir nton sampe Vettel dipanggil “Fingerboy” itu lah..abis tu mulai bosen, teknologi diseragamkan dan semakin boring lah F1.

        @Ogun

        Sbnernya F1 tu lbih ke team player bro..kemenangan itu gabungan antara mobil dgn mesin oke, aerodinamika oke, pembalap oke, dan crew pit oke..plus managernya sih yg ngatur tempo..jadi ya gitu murni main strategi tim, driver mgkn cm kecil sbnernya porsinya kalo dihitung.
        Kalo motogp kan ngaruh bgt drivernya..dan baru skrg ada strategi di tengah race kaya mapping no sekian sekian..

        Guest
    • Gw ga suka nonton F1. Mungkin karna gw ga punya mobil cepat. Atau gw bukan anak mobil balap. Wkwkwkwk Karna gw ga suka nonton F1 yang menirit gw ga ada keseruan overtaking kaya MotoGP. Gw penasaran apa yang dilihat dari F1 ya? Mungkin yg suka nonton, suka balap mobil kali ya jadi ngerti. Hahahh

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.