TMCBLOG.com – Seperti juga halnya Suzuki, Honda disinyalir telah kembali melakukan pengetesan mesin baru Honda RC213V model/spesifikasi 2022 pada test Jerez hari Senin yang lalu. Adalah sulit dan bahkan hampir mustahil untuk melihat bongkahan mesinnya langsung dan melihat perbedaannya, namun Honda umumnya selalu menghadirkan clue saat mereka sedang mencoba mesin baru. Jalur ram air berubah biasanya dilakukan untuk mensupport karakter baru dari mesin baru. Masih ingatkan teman sekalian ketika Honda mengubah jalur ram air RC213V menyamping di awal era MotoGP mereka menjadi via tengah menembus headstock beberapa tahun yang lalu. Nah perubahan yang kemarin terlihat di Jerez dimana inlet ram air vertikal yang banyak dibilang mirip dengan Yamaha M1 ini bisa jadi merupakan sebuah sinyal yang dipancarkan HRC ke pada kawan dan lawan bahwa mereka sedang mempersiapkan mesin baru dengan karater baru.

Jadi penampakan perdana Honda RC213V dengan bentuk inlet ram air yang vertikal ini sebenarnya sudah mulai ditest oleh test rider HRC, Stefan Bradl pada test bulan November 2020 yang lalu, dan penampakannya di Jerez yang sempat digunakan oleh Bradl dan Pol Espargaro boleh dibilang penampakan keduanya. Oh iya, pada fairing dengan ram air vertikal tersebut Honda masih menggunakan model winglet moderat dengan bentuk yang boleh dibilang sama dengan apa yang mereka pakai di 2020 dan awal 2021 ini.

[ Tech Talk ] Honda RC213V 2021 mencoba Bentuk RAM AIR Model Baru

Ini jelas ada alasan strategisnya. Dalam sebuah pengetesan butuh komparasi. Dalam hal ini Honda mencoba membandingkan perbedaan sinyalemen calon mesin 2022 tersebut dengan mesin 2020 dengan variabel downforce yang sama (wingletnya sama).

Sasis 2020 Honda RC213V
Sasis 2021Honda RC213V

Namun selain dari bentuk inlet ram air hadir beberapa perubahan di bagian sasis dari motor Honda RC213V 2022 yang serba hitam ini. Sinyal pertama yang menunjukan fakta dimana bahwa sasis ini adalah baru dapat dilihat dari pandangan fisiknya dimana minimnya lapisan karbon pada beam sasis utama. Sasis Honda saat ini (2021) yang mereka gunakan memiliki lapisan karbon di bentangan (beam) sasis utama baik di sebelah kiri dan sebelah kanan di sekitar tempat berlutut pengendara. Sementara sasis 2020 memiliki lapisan karbon di bagian atas dekat sekitar area headstock.

Sinaylemen Sasis 2022 RC213V

Jika kita melihat di bagian atas dari sasis utama, tepat di bawah emblem sayap Honda pada tangki, kita akan akan melihat hadirnya dua las lasan dengan arah yang berbeda. Pengelasan alumunium yang mengarah ke kiri secara diagonal adalah baru, dimana belum pernah terlihat pola pengelasan seperti ini di frame sebelumnya dari RC213V.

Sinyalemen perubahan lain pada sasis motor ini yang hadir baru apa lagi? Letak baut dudukan (mounting)engine yang berada di atas dan di bawah poros swingarm. Lihat deh ke kedua area ini (titik A dan titik B pada gambar di atas) dan cek di mana posisinya pada frame baru. Lihat bagaimana titik dudukan engine (A) yang di atas poros/pivot swingarm berada di tengah penampang frame, sementara titik mounting engine yang di bawah – titik B (tepat di bagian bawah frame) lebih menonjol sedikit ke depan dibandingkan frame tahun-tahun sebelumnya 2020 dan 2021 dan posisinya sangat dekat dengan rumah kopling keringnya.

Secara umum letak baut dudukan mesin ini berbeda dibanding letaknya pada sasis 2021 dan sasis 2020. Menurut analisa TMCblog bisa jadi ini merupakan salah satu sinyalemen perubahan kemiringan mounting dari mesin yang dilakukan beberapa derajat ke arah belakang yang memiliki maksud dan niat tertentu dari HRC dalam menghadirkan karakter tertentu dari RC213V. Lebih mass-backward?? .

Satu hal yang juga mungkin menarik adalah bahwa motor serba hitam memiliki ujung knalpot yang lebih besar daripada yang dapat lihat pada Honda saat ini. Ini menarik karena sebenarnya Honda sempat beralih dari ujung knalpot besar ini ke yang berdiameter kecil di pertengahan musim 2020. Jadi mereka yang menggunakan diameter yang lebih besar ini seperti menunjukkan mereka kembali ke karakter mesin yang mereka miliki sebelumnya.

Ayo kita coba list dulu apa saja yang berubah dari motor serba hitam yang semat ditest oleh HRC di Jerez kemarin.

  • Sasis baru dengan pengelasan berbeda, ketebalan frame utama, dan perubahan titik pemasangan engine
  • Kemungkinan spek mesin baru
  • Asupan udara via ram air berbeda
  • Spek knalpot berbeda

List diatas memperlihatkan perubahan yang cukup banyak dari sosok RC213V, butuhkah Honda perubahan sesignifikan dan sebanyak itu untuk 2022. Dari hasil race 4 seri terakhir serta didukung oleh pengakuan dari pembalap dan personel tim, tampaknya sampai jelang Le Mans 2021 ke empat pembalap Honda masih dalam kesulitan untuk tampil nyaman sekaligus kencang dengan RC213V dan ini lah yang mensiratkan butuhnya banyak perubahan. Pol Espargaro baru-baru ini mengatakan tentang kurangnya persatuan tim dalam mengembangkan spesifikasi motor untuk semua orang karena saat ini ada tiga spesifikasi berbeda dari RC213V yang ditawarkan!

Mengenai RC213, beberapa seri terakhir hadir feedback dari pembalap HRC mengenai masalah front end dimana mereka tidak dapat merasakan limitnya. Bahkan Marc Marquez sempat berbicara tentang masalah kurangnya grip pada saat mencoba berakselerasi keluar dari tikungan. Nah silogismenya dengan motor baru yang memiliki titik dudukan mesin baru di frame, tidak diragukan lagi hal itu akan mengubah keseimbangan motor. yang jadi pertanyaan adalaah apakah hal itu dapat menajdi solusi?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

50 COMMENTS

    • Nonton MotoGP skrg gak cmn ttg balapan dan Rider nya. Tapi juga menjual cerita ttg development motor, ttg pabrikan nya, bgmn research and development nya..
      MotoGP menjual semua… All in One Package.

      Ya krn dulu pemberitaan ttg Rider nya terlalu besar dan menutupi kehebatan tim/pabrikan nya.

      Skrg Rider hanya menjadi salah satu bagian saja dalam drama MotoGP.

      Guest
  1. Analisa tmcblog emang terbaik dan detail sampai yg kecil kecil, mantap tulisannya tanpa bualan jos gundul kocos kocos 🤭

    Guest
    • Ini kan cuma nyadur dari gpone, kadang di artikel lain dari motorsportmagazine. Yang analisa ya orang gpone bukan yang punya blog ini sendiri.

      Guest
      • nah bner, tp setidaknya bs memberi akses pd pmbca yg gk bs bahasa onoh, yah mskipun jg yg pnya warung pnya akses ke motogp tp tdk smua momen motogp bs diikuti live on the spot.. jd slh satunya ya dr sumber sekunder…

        Guest
  2. Iya wak haji, kasian shock ohlins khusus motogp nya kalo bobotnya ga di mundurin, udah kena downforce terbebani lagi😁

    Guest
  3. Karena karakter ban belakang baru Michelin yg lebih nge grip juga mungkin memaksa mereka untuk merombak rcv,selain karena rapor 2020-sekarang

    Guest
  4. Rear wheel traction kah wak? Untuk traksi keluar tikungan plus sasis dengan las lasan baru untuk mencari front end feel?

    Guest
  5. Wak, kok yg bridge yg melintangi sasis dibawah logo sayap ke fairing ga dimasukin, keliatan bgt padahal

    Guest
  6. Mending mereka balikin karakter mesin rcv MY2018 dimana sangat lincah dicornering tapi ya top speed dan akselerasi dikorbankan,berkebalikan dengan mesin MY2019 powernya dibuat tinggi dengan korbankan cornering,sampai sekarang karakter mesinnya jg sama susah diajak belok power speed dan akselarasi tinggi,tapi ngak tau lah ntar dilemans apakah mereka udah temuin permasalahan rcv yg akhir² ini makin loyo aja,puig menyatakan memang iya dihrc sekarang ada masalah dan lagi didiskusikan ditim,semoga kompetitif lagi hrc mosok yo pabrikan besar dah banyak borong trofi juara ngangkang dipack belakang malu²in atuh..😂😂

    Guest
    • Permasalahan terbesar adalah ban Michelin dgn grip melimpah ruah yang akhirnya lebih menguntungkan inline 4. Belum tentu RCV MY2018 bisa kompetitif seperti sebelumnya. Yamaha tetap lebih diuntungkan dimana mereka mengkombinasi engine M1 2020 dengan sasis 2018/2019
      KTM saja kini memperlihatkan muka aslinya ditambah kompon baru yang mulai menjamah ban belakang. Nyungsep dibandingkan tahun lalu

      Guest
      • Bener jg sih grip miselin skrng lebih untungin inline4,tapi setidaknya front end my2018 jauh lebih baik ketimbang mesin MY2019-skrng,yg mana mesin rcv saat ini masih liar dan corneringnya bermasalah.
        Wa iya kateem sejak cabut hak konsensi ambruk kesemua performa motornya,sepertinya mereka harus melunak beralih kesasis twinspar ama suspen ohlin yg lebih advanced

        Guest
  7. jadi meskipun sama2 factory, tapi mempunyai 3 spek yg berbeda,, pantesan development nya berjalan lambat, dan rider mana dan spek mana yg di prioritaskan untuk part baru kita juga ga tau, bahkan si Pol sendiri juga bingung krn beragamnya spek motor membuatnya bertanya-tanya “yg jelek diri gua atau paket motor gua ??” krn sampai saat ini doi ga memperlihatkan hasil yg cukup memuaskan, apa mungkin HRC udh menyerah utk tahun ini dan move on utk development motor tahun depan ??

    Guest
      • ga ada yg salah, emg kapan ?? selama ini HRC pake satu spek bisa dapet juara dunia MotoGP 7 kali dgn Marc,, yg salah bukan speknya kalo aja Marc kemaren ga cidera, dan emg kenyataan nya si Pol mengeluh, dia bingung krn gak bisa membandingkan dirinya dgn rider Honda lain krn masing2 mereka dapet spek beda, ga bisa berbagi settingan, ga bisa riset bareng waktu free practice,

        Guest
        • Selama ini dari mana? Justru HRC tim pabrikan nya motornya ga pernah seragam. Liat aja sejak era Rossi sampe Marquez minimal fairing depan beda rider beda fairing, sementara pabrikan lain cuma main di windshield.

          Guest
        • loh bukannya jelas selama ini HRC mengembangkan motor berdasarkan spek nya Marc doank ? makanya yg lain waktu make pada struggle kan ?? kontras bgt dgn performa Marc yg kinclong ..makanya skrg HRC mulai mencoba pendekatan pengembangan yg cocok buat semua org,

          Guest
  8. kayanya posisi koplingnya juga agak beda, posisinya kaya agak maju dibanding versi 2020/2021

    Guest
  9. om pengamat.. Keluarlah.. Bantu penjelasan mengenai perubaham kenalp0t rcv213 2022 ini.

    Kenalpotnya gede om.. Gmn pendapat om..?

    Guest
    • Wah sang master roda 2 aka bung pengamat dah lama nih ngak nongol,bener jg beliau salah satu expert kalau masalah size muffler apakah berefek ke power atau tidak,bung pengamat silahkan jabarkan pendapat anda!

      Guest
  10. Fokus pengembangan honda saat ini sudah bukan ke marc lagi karena cedera panjang dan saat ini marc juga mengatakan belum bisa mengembangkan motor honda lalu kemarin di tes jerez hanya tes 7 laps lalu dihentikan, karena pengakuan marc ke tim yang belum bisa membalap normal.

    Jadi arah pengembangan honda sekarang sudah bergantung pada rider-rider yang manusiawi lagi, itulah kenapa motor honda sekarang ditargetkan lebih mudah.

    Kalau rcv versi marc you know tau sendirilah motor nyaman ditinggal sekebon.

    Guest
  11. Kayaknya dengan memiringkan derajat mesin kebelakang untuk mendistribusikan bobot lebih kearah belakang sehingga diharapkan akan menambah grip roda belakang
    CMIIW

    Guest
    • Kebalik bro RC213V itu sangat mengandalkan grip ban depan yg kuat,justru ban belakang kalo bisa dibikin tidak terlalu ngegrip banget biar body belakang bisa digeser saat nikung sehingga lebih cepat masuk apex dan cepat pula keluar dr tikungan

      Guest
  12. Mau develop sekarang jg bingung, michelin katanya membuat kompon ban belakang lebih ngegrip, motor engien v strugle, ntar tahun depan michelin membuat kompon ban belakang yang sedikit ngegrip, apa jadi percuma development motor kalo begitu terus

    Guest
    • Selagi fulus berlimpah ngak ada yg percuma kayaknya,cuma ya itu aja mereka sedikit telat mengetahui permasalahan di tim masing² ditambah dengan kondisi pandemi gini mereka jadi terbatas riset ban baru miselin cocokan mana developnya,seperti yg terjadi sama kubu hodna dan kateem

      Guest
  13. kemiringan ganti ato jangan” mesin di mundurin 2cm’an ke belakang wak? dgn wheelbase tetap (mungkin).

    Guest
  14. Kira-kira pengubahan mounting ini mengakibatkan dua silinder bagian belakang bergerak sedikit mundur tidak ya? Lebih tegak menyerupai engine Panigale yg nempel bgt di bawah paha. Atau sekedar berubahnya titik mounting untuk tujuan stiffness aja?

    Guest
  15. Arah dvlop motor dimaninin sma mselin..
    Ada yg di untungkan ada yg dirugikan..
    Pokoe sekarepe dorna, ..

    Guest
  16. wak ngapain hrC repot2 develop my 2022 dari sekarang karena kemungkinan besar hodna akan jadi tim full konsesi di tahun depan

    Guest
  17. hmmm, ada 3 spec rcv ya.. kalau 1 marc oriented, 2 lagi apa? dan apa hasil yang dicapai dari 2 spec lainnya?

    Guest
  18. Cuma opini pribadi: Apakah semua tim/pabrikan akan mulai curi waktu buat tes motor versi tahun yang akan datang dimusim berjalan (biasanya pertengahan/akhir musim jadi awal musim bahkan pada tes preseason)?Apakah hal ini akan menjadi norma/cara baru untuk kedepannya?Pabrikan cua lihat 2-5 seri saja,kalau jelek auto seluruh sumber daya dikerahkan untuk develop motor tahun selanjutnya.Jika hasilnya jelek,motor tahun tsb yg dianggap gagal & dikasih update alakadarnya.CMIIW

    Guest
    • Mau niru M1 pun wong konfigurasi mesinnya beda, jadi model yg sama belum tentu berhasil untuk pabrikan yg lain

      Guest
    • Ngakak juga.
      Honda rc52 thn 2000 sudha seperti itu ram airnya.
      Kerucut vertikal ke atas……

      So, think smart lah….

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.