TMCBLOG.com – Meski terjatuh di lap 2 Sprint Race Jerez ketika berada di baris depan, Fabio Quartararo mampu memimpin di posisi terdepan dalam 10 lap pertama dari 25 lap GP Spanyol pada hari Ahad. Tidak mampu menahan gempuran Alex Marquez di atas GP24-nya yang akhirnya menjadi pemenang Grand Prix, Quartararo sanggup bertahan dan menjaga jarak dengan Pecco Bagnaia untuk finis di posisi 2 dan meraih podium pertama bagi dirinya juga Yamaha sejak GP Indonesia 2023. Meskipun Jerez menandai kemajuan besar bagi Yamaha, Quartararo memilih untuk meredam ekspektasi dan tetap berhati-hati untuk melihat hasil tersebut sebagai potensi asli motornya saat ini.
Quartararo berhati-hati dalam membangun ekspektasi setelah kembali naik podium GP Spanyol di Jerez, karena menurutnya Yamaha ‘melewatkan beberapa langkah’ dalam proses mengembalikan performa M1 tahun ini. Juara Dunia 2021 ini mengejutkan publik karena di hari Sabtu ia sanggup merebut pole position berikut rekor lap tercepat sepanjang masa untuk mengakhiri penantian selama 1.344 hari untuk memuncaki sesi Kualifikasi MotoGP.
“Akhir pekan yang sangat spesial. Spesial karena posisi terdepan, dan juga karena awal balapan Sprint yang sangat agresif dengan Marc di tikungan pertama. Kami memulai dengan sangat kuat; kami tahu bahwa setelah balapan Moto2, itu sulit bagi kami, tetapi racing line saya sedikit berbeda, dan kami bisa tetap memimpin dan bisa memimpin beberapa lap selama balapan, sangat penting bagi kami. Ketika Alex menyalip saya, saya tidak bisa mengimbangi dia, bahkan untuk beberapa tikungan. Saya bisa mengatur kecepatan saya, dan hari ini adalah posisi terbaik yang bisa kami harapkan.” kata Quartararo dengan gembira yang dikutip dari Diario AS.
“Sebelumnya, ketika saya biasa memenangkan balapan, saya senang berada di depan dan memimpin balapan, dan inilah yang kami lakukan hari ini. Tapi kecepatannya tidak cukup bagus untuk mempertahankan posisi pertama dan bertarung dengan Alex.” ujar Quartararo.
“Tapi saya pikir, seperti yang selalu saya katakan, kami harus selangkah demi selangkah, dan saya pikir kami telah melewatkan beberapa hal selama akhir pekan ini karena kami belum mencapai lima besar. Kami langsung meraih hasil yang bagus, tapi langsung naik podium di posisi kedua. Jadi, kami harus tetap tenang untuk balapan-balapan berikutnya, bahwa jika hasil yang kami harapkan belum juga datang, kami harus siap untuk sedikit berada di belakang.”
Seperti halnya orang yang sedang mencari kesempurnaan, Yamaha yang punya kesempatan lebih luas dalam pengembangan motor saat musim berjalan, gak berhenti mencoba banyak setup dan parts. Namun, Quartararo mengatakan bahwa motor yang dikendarainya di Jerez tidak berubah sejak GP Americas, dan ia bersikeras meminta Yamaha untuk berhenti mengganti setup motor secara konstan agar ia dapat menemukan setelan dasar yang baik, mendapat kenyamanan dan familiar dengan M1.
“Seperti yang kukatakan, ini adalah motor yang sama dengan Austin, Kami hanya berhenti melakukan banyak perubahan setup selama race weekend, mencoba untuk tidak mengubah segalanya, tetapi hanya mencoba untuk mempertahankan motor yang sama dan saya sendiri mencoba untuk menempatkan motor pada batasnya.”
“Saat ini kami tidak memiliki apa pun yang bisa membuat kami melangkah maju. Besok mudah-mudahan kami akan mendapatkannya [dalam sesi tes], tetapi akhir pekan ini adalah akhir pekan di mana Anda tiba sejak hari Jumat dan sejak lap kedua kami mencatatkan waktu 1 menit 37,6 detik, saya pikir. Jadi, kami langsung merasa nyaman dan kami membawa semua momen bagus ke hari ini.”
“Jadi, inilah mengapa saya mengatakan kami tidak memiliki ekspektasi untuk balapan berikutnya karena ini adalah motor yang sama. Tapi mari kita lihat apakah kami bisa membawa momen-momen bagus ini ke balapan berikutnya.”
“Kami tidak pernah mengalami chattering pada motor sebelumnya. Tetapi tahun ini kami mengalaminya sedikit, tapi ada beberapa tikungan yang khas seperti tikungan panjang di Austin, di mana Anda masuk dan kehilangannya dari belakang. Tapi di sini [Jerez] Saya tidak pernah mengalami vibrasi, kecuali mungkin di Tikungan 7 dan 8, dua tikungan cepat ke kiri.”
Quartararo mengaku bahwa dirinya belum mencoba mesin V4 Yamaha, ia pun mengamini masih ada sesuatu yang perlu ditingkatkan Yamaha. Hanya saja dirinya mengaku tidak tahu pasti apakah solusi masalah tersebut akan didapatkan dengan mesin V4, atau cukup dengan mesin yang sekarang.
“Saat kami berkendara sendiri, pengendaraan motor terasa lebih baik, tetapi begitu kami melakukan kesalahan saat mengerem, motor meluncur terlalu banyak dan sangat agresif. Motor bermesin V4 adalah yang paling mirip dengan gaya berkendara saya, tapi saya ingin memiliki motor yang cepat dan bertarung dengan pembalap lain. Jika mereka dapat mengelola dengan baik dengan memiliki dua proyek secara paralel, kita lihat saja nanti.” – @tmcblog






Semangat inline4 terakhir di grid
M1 cm butuh ecu nya asli japan
Monggo @mamad dipersilakan komentarnya
Mamad sdg tidur 🤣
huh dasar tbcblog.com …….
britanya markes mulu nih
baru mau saya komen gini wkwkkwkw
Sayang sekali, ECU Motobot masih nongkrong2 santai aja, hehe
Mad ini,mad!? Ramaiken mad
Phabio lone warrior sih,Yamaha lainnya anyep
Masukannya bakal makin lebih didengar ini sama YFR
Om Nugie, bgmn kabarnya MO 88, kapan bisa race lagi?
Kabar terakhir sih masih sama, karna pembengkakan tulang dada dan tulang selangka yg lumayan parah, dia masih nunggu pemulihan tendonnya dan gak mau buru2 balik balapan.
Jadi mungkin bakal balap lagi di Aragon atau malah di Mugello.
Kasihan, pembalap yg sering cidera karena kesalahan rider lain
Nih mat udah dibikinin nih artikelnya
Salut el diablo!
Makasih tmarquezblog.com.
ini karena jerez baru aja habis kebanjiran, aspal nya seperti baru dicuci jadi yamama bisa dapat grip belakang lumayan
Bukannya si YZR M1O gacor gara2 dibobok knalpot aja wak???
Ymh tetaplah Ymh.
Fabio tetaplah Fabio.
Ymh tinggal ganti 3 pembalap lain yang sekaliber Acosta, Martin atau Bagnai.
Performanya jomplang bgt sama pebalap yamaha yg lain