Marc Marquez Mengaku Pasca Lusail – Qatar Tak Ada Sirkuit Yang Ia Takuti Lagi !

TMCBLOG.com – Sebuah statement kuat hadir dari pemimpin klasemen sementara MotoGP 2025 yang finish di posisi dua di balapan penuh drama di basahnya sirkuit Bugatti Le Mans – Marc Marquez. Juara Dunia 8 kali ini mengakui pasca Lusail-Qatar tak ada sirkuit yang ia takuti lagi.

Penyataan ini hadir ketika ia ditanya mengenai di seri apa ia memperkirakan akan menghadapi kesulitan terbesar selama kejuaraan musim ini, dan Marc menjawab dengan pasti “Tidak ada. Pada dasarnya itulah tujuannya. Tentu saja, akan ada balapan di mana kami akan menghadapi kesulitan, tetapi saya tidak akan pernah tiba di sirkuit dengan pikiran bahwa saya akan mengalami kesulitan di sana, kalau-kalau saya mengetahuinya pada hari Jumat.”

“Sejujurnya, setelah GP Qatar yang merupakan sirkuit yang menantang, saya tidak takut dengan sirkuit mana pun. Sekarang kami kembali memimpin klasemen, jadi kami harus berusaha untuk tidak menyia-nyiakannya seperti yang kami lakukan di Austin dan Jerez.”

Mengenai balapan di Le Mans sendiri menurut Marc itu adalah balapan yang bagi dirinya penuh dengan pergolakan dalam diri karena bagaimana pun setelah kesalahan di Amerika dan Jerez, Marc harus membatasi kerusakan yang bepotensi terjadi.

“Hari ini adalah hari untuk membatasi kerusakan, tanpa kesalahan di Jerez saya akan membuat kesalahan di sini, saya tahu diri saya sendiri. Saya mengendalikan diri, berusaha untuk tidak berlebihan dan mencetak poin sebanyak mungkin. Hari ini adalah salah satu hari di mana Anda harus membatasi kerusakan, dalam kondisi seperti ini mudah untuk melakukan kesalahan.”

“5-6 lap pertama itu gila, benar-benar menantang secara mental untuk memutuskan keputusan apa yang harus diambil. Kemudian ketika hujan mulai turun, lintasan terus berubah, di beberapa bagian lebih basah, di bagian lain lebih sedikit, sulit untuk menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi aspal yang berbeda.” – @tmcblog

36 COMMENTS

  1. Smart, lebih mementingkan championship daripada ambisi untuk menang yg beresiko jatuh lagi, yang penting finish di depan kompetitor terdekatnya eh malah dapat bonus gantian kompetitor terdekatnya nol poin.

  2. Ekspresi emg ga bisa bohong. Gigi condong ke pecco itu normal bgt, sesama darah Italia wajar.

    Tardozzi emg kakek2 yg kesenengen mulu. Momen pas markus ngelawatin finish line itu gigi ga ada semangat2nya wkwk, ya gimana ya jagoannya crash sih.

    Makanya eug ga gembargembor “gigi tuh seneng bgt ngerekrut Marc, dia sama tardoji yg paling bahagia” GAKK YE, APALAGI KALO YG SENGSARA PEKO

    • Bukan lebih condong ke peco, gigi tau marc dah bisa di lepas sendiri tanpa perlu di perhatiin, di manja dan di bimbing seperti peco 😂😂

    • lebih tepatnya mereka biasa2 di Le Mans, karena juara seri beruntun terputus

  3. MM93 sudah sadar bahwa gaya berkendaranya dengan Ducati GP25 sudah bisa menyesuaikan dgn sirkuit tipe flowing panjang mirip Lusail Qatar, yg selama ini jadi kelemahan tipe rider seperti MM93 yg tidak text book, presisi dan mengalir.

    • Marc di sirkuit yang banyak fast corner (dari dulu) kelihatan cara berkendaranya kasar dan maksa, sementara di sirkuit flowing butuh yang halus dan carry as much speed as possible, disini gw rasa adiknya (Alex) dan Pecco lebih unggul sedikit, Dikit doang tapi, soalnya di sirkuit dan tipe tikungan lainnya, Marc dominasi total

  4. di lain pihak, apakah kemenangan Zarco ini akan menjadi pedang bermata 2 bagi Hon2 ?
    Soalnya kemenangan diperoleh saat mixed condition, bukan normal, jadi performa realnya RCV masih tanda-tanya.
    dan apakah dgn hasil Lemans ini, Hak Konsesi Hon2 musim ini akan otomatis lgs dicabut ?

  5. jgn sesumbar marc, masih ada sirkuit kutukan MANDALIKA, banyak barisan sakit hati yang mau kamu celaka disana 🙃

      • Wong avatar ane aja berubah juga.
        Kayaknya avatar cache komen di reset waktu error kemarin

    • Sebelum race di mandalika shodaqoh dulu ke orang miskin di eropa dan di mandalika. Biar do’a orang teraniaya di negri ini di tolak

    • Dia bilang tidak ada lagi sirkuit yang ditakutkan setelah GP Qatar tapi dia beri penekanan mungkin ada beberapa sirkuit yang bisa saja beri dia kesulitan. Artinya Mandalika mungkin bukan sirkuit yang dia kuatirkan tapi sirkuit yang bikin dia kesulitan mungkin iya.

  6. Mamdalika masih menantimu Marc, memang Marc ga takut, tp masih belum lepas dari kesialan klo di Mandalika

  7. fokus podium aja dulu karena mengejar 199 podium milik Rossi agak sulit, untuk sirkuit favorit baru kejar kemenangan Agostini dengan 122 kemenangan

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP