TMCBLOG.com – Setiap dua seri WSBK keseimbangan performa antara sepeda motor di Kejuaraan Dunia Superbike 2025 dinilai ulang oleh FIM, Federasi Sepeda Motor Dunia. Dan pada seri selanjutnya yang bertempat di sirkuit Most – Ceko akhir pekan ini, baik Ducati dan BMW kembali jadi sasaran penyeimbang dengan penyunatan laju aliran bahan bakar maksimum.
Sejak tahun ini, mesin di Kejuaraan Dunia Superbike tidak lagi diimbangi oleh RPM, tetapi oleh laju aliran bahan bakar maksimum yang diizinkan. Pada awal musim, batas 47 kg/jam dengan toleransi maksimum dua persen ditetapkan untuk semua produsen. Nilai ini diperiksa setiap dua seri dan disesuaikan jika perlu. Algoritma di baliknya rumit dan sulit dipahami orang luar.
Untuk seri ke-3 Belanda di sirkuit Assen musim ini, Ducati dan BMW diperlambat oleh FIM dengan pengurangan 0,5 kg/jam. Keputusan ini didasari performa Ducati & BMW yang ditandai oleh 3 kemenangan oleh Nicolò Bulega (Ducati) di Australia dan tiga kemenangan oleh Toprak Razgatlioglu (BMW) di Portimão. Pengurangan ini seperti berdampak kecil pada performa sepeda motor, tetapi pengendara Ducati mengeluhkan respon throttle yang lebih agresif.
Setelah Cremona, FIM melihat perlunya tindakan lebih lanjut. Di sirkuit Italia tersebut, Bulega mendominasi dengan 3 kemenangan, sementara Toprak meraih finish di posisi ke-dua sebanyak tiga kali. Sebelum itu di Assen, Ducati telah meraih lima hasil top-3 (dari sembilan balapan), sedangkan BMW hanya satu. Dan akhirnya kedua pabrikan memperoleh pengurangan lebih lanjut sebesar 1,0 kg/jam pada tahap kedua dari tiga tahap.
Pengurangan debit bensin memiliki efek eksponensial. Meskipun pada tahap pertama hampir tidak terlihat, pembalap sekarang akan merasakan dampak yang signifikan. Jumlah bensin yang lebih sedikit juga meningkatkan suhu di ruang bakar, yang meningkatkan risiko masalah teknis karena overheat. – @tmcblog




Semakin ketat euy
Bmw semakin ngos2an ngejar…
pindah aja prak toprak..ke motogp..yg mana kek.. udah susah buat juara beruntun sekarang mah..kalah regulasi
pembuktian diri dulu dong bisa juara dengan bmw baru bicara pindah
Udah juara kan tahun kemarin
lhah taon kmren kan udah jurdun sama BMW
sptnya baru nnton wsbk taun ini wkwkwk
Ini bocah bru lahir ap amnesia
Kalo semisal sampe seri ke 8 udah nurunin 1,5 kg/jam dan tetep gak ngaruh, bakal gimana, tuh? dikurangi lagi sampe 2 kg/jam atau pengurangannya pake apalagi? karena kan ini ada sekitar 12 atau 13 seri, yang berarti masih ada 2 kali lagi pengurangan kalo di seri ke 5 dan 6 gak berdampak.
Bmw ga seberapa masalah
Tp ducati bisa jd masalah besar
Penjelasannya gmn tuh, suplai bbm diperlambat, tp throttle jd lbh agresif…
Ini bedanya dgn motogp, klo di motogp yg pelan dikasih toleransi untuk modif, ganti mesin, aero, dsb, supaya bisa cepat
Tapi klo di wsbk yg cepat justru di perlambat motornya, kan aneh rulenya
Ya biar develop wsbk ga ngejar motogp, klo masspro udh bisa sekencang prototype ntar ngapain dibedakan?
yang kasihan sih rider lain penunggang BMW, soalnya BMW kan bisa bagus cuman toprak doank ga bisa jadi patokan kalo motornya yang kompetitif bakal makin berat buat VDM
Iya pindah aja prak ke GP, kemana aja jadi
collective punishment yg absurd.
Harusnya dibuat index , rata2 semua pebalap dari satu pabrikan, dihitung juga standar deviasinya. etc. gitu lah
Bener bang, kasihan bmw, yg juara dan podium cuma Toprak tapi perlakuannya sama dengan ducati yg sering.juara dan podium dgn pembalap yg berbeda²
Minimal 1 liter bisa menempuh jarak 80 km itu baru mantab….. Hahahaha
Kalau gagal dapet kursi di motogp, mendingan ketoprak pindah ke hrc wsbk aja, pasti dapet gaji gede. Dan cbr1000-rrr di tangan ketoprak, pasti bisa jabanin panigale.
Dan kalau ternyata berhasil bawa juara cbr triple r masa iya ga jadi pertimbangan sama hrc motogp wkwkwk
Setelah misano di sunat lagi kah?😃