Rigamonti : Walau JurDun 8 Kali Marc Marquez Gak Merasa Kayak Orang Penting

TMCBLOG.com – Mendapat tugas dari Ducati Corse menangani pembalap dengan recap 8 kali Juara Dunia GP termasuk di dalamnya 6 kali Juara Dunia MotoGP seperti Marc Marquez membuat Marco Rigamonti tertantang. Ia jelas punya ekspektasi awal akan seperti apa level teknis yang dikuasai dan dapat dikomunikasikan Marc dan tentunya juga karakter Marc sebagai manusia. Apakah dengan 8 gelar di tangan, membuat Marc merasa seperti manusia paling penting di pit paddock?

“Saya sangat bersemangat dan ingin tahu bagaimana cara bekerja dengan pembalap sekaliber ini,” Buka Rigamonti dalam sebuah wawancara dengan Mundo Deportivo “Anda belajar banyak saat bekerja dengannya. Ia memberi Anda arahan, ia sangat pandai menjelaskan dan melihat data.”

“Ia juga pandai secara teknis, karena ia tidak hanya mengendarai dengan ganas, tetapi ia juga memahami banyak hal yang terjadi di atas motor dan memberi Anda petunjuk tentang cara untuk meningkatkannya.”

Di antara aspek pengetahuan dan komunikasi hal teknis yang mengejutkan Rigamonti, ternyata aspek karakter sebagai manusia dari Marc yang cukup membuatnya terkejut. “Karakternya adalah yang paling mengejutkan saya, keinginan untuk bekerja sebagai tim.”

“Anda awalnya memperkirakan akan berhadapan dengan seorang pebalap VIP. Anda pikir dia sempurna, tetapi sebaliknya dia selalu mengatakan bahwa dia membuat kesalahan, dia membuat kesalahan, dia tidak memberi Anda petunjuk yang benar, dia menyapa semua orang, dia berterima kasih kepada semua orang…”

“Begitulah seharusnya, tetapi itu tidak biasa. Kemudian dia juga suka tertawa dan bercanda, jadi kami juga suka bekerja dengannya dari sudut pandang manusia.”

Rigamonti kemudian menjelaskan lebih rinci tentang apa yang dapat dilihat dari data dan telemetri Marc Marquez. “Anda dapat melihat di mana dia membuat perbedaan, yaitu saat memasuki tikungan dan terutama di tikungan kiri.”

“Tetapi semuanya begitu cepat sehingga sulit untuk melihat dengan tepat apa yang dia lakukan di motornya untuk membuat perbedaan itu, atau untuk memberi tahu pebalap lain bahwa ‘dia melakukan tikungan ini dengan cara ini, Anda juga harus melakukannya dengan cara ini,'”

“Di tikungan kanan dia selalu kesulitan, tetapi kondisinya semakin memburuk sejak cedera lengan. Jika dia melakukan tikungan kanan seperti yang dia lakukan di tikungan kiri, dia tidak akan terkalahkan.”

Ketika ditanya apakah mustahil bagi pembalap Ducati lain untuk mencoba meniru apa yang dilakukan Marc saat mengendarai Desmosedici GP25, Rigamonti berpendapat  “Memikirkan untuk mengubah gaya berkendara bukanlah hal yang mudah. ​​Itu bisa dilakukan, tetapi butuh waktu lama,” pungkasnya.

41 COMMENTS

  1. Masih kalah sama Mbah oci yg sembilan kali jurdun, orangnya humbel murah senyum tidak suka marah² baik kepada semua orang dan suka menabung..

    • Semua manusia yang dilahirkannya di muka bumi nyaris 99,99% mengetahui Rossi, karena dia sangat terkenal dan memiliki kharisma bersama Honda, setelah pindah dari Honda dia memiliki Jupiter bersama Komeng dan Kang Dedy Mizwar,

      Tak terbantahkan Rossi ibarat Mercusuar Ditengah Padang gurun, oase ditengah danau, pohon sawit setengah kurma, !!!! Rossi gak perlukan ijazah, tapi ijazah yang perlu Rossi.

      Ada sebagian kaum di ufuk timur bahkan mengkultuskan beliau seperti nabi

  2. Klo Marc tikungan kanan sama bagus nya dengan tikungan kiri berarti tdk ada yg istimewa dari marc…

    • Itu bapaknya yang membentuk mental demikianlah.
      Terbukti Haji putra gak ada angin gak ada ujan di nyinyirin di story saat event HJP969 dibatalkan musim ini, padahal anaknya di sawer puluhan juta saat juara juara, di Eropa.

      Emang daerah situ agak agak

  3. Lupa kemarin saat Gresini 1 tahun langsung ultimatum, pindah tim pabrikan, atau keluar dr circle ducati. Coba kalau kyk gt apa kalau bukan merasa penting?

    • Situ denger langsung dari mulut Marc? Apa modal baca berita lokal??

      Perbanyak literasi agar gak kemakan hoax berita lokal yang modal translate dijadikan artikel

      Karena banyak pembenci Marc ketika ada kesempatan ketemu malah ngejar ngejar minta foto dan kaget Marc ramah, di keyboard mah beh …pedes banget, emang tai

    • Siapa yg bilang gitu ?

      Point marc kan, dia mau ke tim pabrikan, tetapi pabrikan maunya ditempatkan di pramac
      Kalau ditempatkannya di satelit lagi, mending dia stay di Gresini, pramac bukan pilihan.

      Jangan disamain sama martin lah wkwk “klo ga pabrikan saya gamau tetap di pramac” lha ya pramacnya keikutan ngambek padahal dihina segitunya sama rider sendiri wkwkwk

    • atau kaya vinales ? gebar geber ngambek setelah dimentahin bolak balik sama taro yg anak baru.

      atau kaya espargaro ? masi sisa 1 lap udah dadahdadah, terus pas zonk ngamuk ngamuk ke tim, gebrak jok sambil ngatangatain kepala mekanik ? tapi selalu branding sebagai familyman atau apa tu f3tish capitan kapiten wkkwkkw, tapi ninggalin april juga lol

  4. yg paling penting dari semuanya adalah Marc membawa vibes positif, keberadaannya membuat orang2 senang.. kebayang kan kalo orang2 bekerja dgn gembira maka outputnya akan lebih bagus.. salut sama om Paula dan istri, didikannya bagus wkwk..
    btw jadi semenjak patah tulang humerus kemampuan menikung ke kanannya makin berkurang ya hmm.. tp dia bisa membayarnya dgn kemampuan yg lain..

  5. Pas awal² musim baru 2 seri gp, kayaknya ada kru yg membandingkan marc dgn pembalap pabrikan, dimana marc yg baru gabung 2 seri saja lebih banyak mengucapkan terima kasih kepada kru ketika menang saat race dibandingkan dgn pembalap pabrikan yg sdh bergabung selama 2 taon

  6. Nadia Padovani juga bilang yang sama. Waktu Marc datang ke Gresini, dia kaget betapa humble-nya sorang juara dunia 8 kali.

    Sepertinya, keramahan Marc memang tulus, bukan sekadar gula-gula biar populer. Sangat sedikit orang yang membencinya. Bisa dihitung dengan jari.

  7. Soal yg suka dan benci marc biasa aja lah…..sama hal nya dg yg suka dan benci mang oci.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP