Pecco Bagnaia Blak-blakan Bilang Bahwa Ia Hilang Kesabaran dengan Ducati !

TMCBLOG.com – Pecco Bagnaia mengakhiri balapan GP Austria di posisi 8. Untuk seseorang pembalap penguasa sirkuit Spielberg dalam 3 tahun belakangan yang hari Jumat dan Sabtu 2025 sebenarnya cukup baik, finish di posisi 8 sejauh 12 detik lebih lambat dari pemenangan balapan yakni Marc Marquez adalah sungguh sesuatu yang jadi pertanyaan besar, dan Pecco Bagnaia secara blak-blakan bilang bahwa ia sudah hilang kesabaran dengan Ducati. Yes, karena datanya jelas sob.

Diwawancarai oleh DAZN, Pecco berkata dalam bahasa Spanyol: “Saya mulai kehilangan kesabaran. Saya harap Ducati punya penjelasan. Di sini (Austria), saya selalu bisa mempertahankan kecepatan dengan ban bekas, tetapi tahun ini, saya lupa caranya,” ujarnya.

“Hari ini, saya percaya diri dengan posisi depan, tetapi akhirnya saya finis di urutan kedelapan, dua belas detik di belakang Marc. Pemenangnya (Marc Marquez) melakukan dengan waktu yang sama seperti yang pernah saya lakukan tahun lalu. Sejujurnya saya tidak mengerti. Dan kemarin sungguh mimpi buruk.”

“Ya, saya tidak mengerti apa yang terjadi, ini sungguh aneh. Saya sudah kesulitan sejak awal musim, dan sulit untuk menerimanya, karena tahun lalu saya hanya bisa menang atau berjuang untuk meraih kemenangan. Namun, sekarang saya tidak bisa mengulangi apa yang saya lakukan, dan saya lebih lambat. Sulit juga untuk menjaga kesabaran saya.”

Yes memang data mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Pecco di atas sob. Bukan apa-apa di tahun 2024 balapan 28 lap dimenangkan oleh Pecco Bagnaia dalam waktu 42 menit 11,173 detik sementara balapan 28 lap di tahun 2025 dimenangkan oleh Marc Marquez dalam waktu 42 menit 11,006 detik. Yaaa bedanya cuma 0,167 detik.

Ini artinya dengan GP25 balapan Marc Marquez 2025 di Spielberg hanya lebih cepat rata rata 0,0059 detik per lap dari balapan Pecco Bagnaia di tahun 2024 pada Sirkuit yang sama dengan motor GP24. Yap, bisa dibilang kemenangan Marc 2025 membutuhkan waktu yang sama dengan kemenangan Pecco 2024 di Red Bul Ring Spielberg. – @tmcblog

56 COMMENTS

  1. Pecco sudah hancur sejak Ducati memutuskan memilih Marc dibandingkan mempertahankan Enea atau promosikan JM. Dan jika kita ikuti pengembangan motor Ducati sejak 2021 s.d 2024, dimana Pecco bisa Jurdun 2 kali pada musim 2022 dan 2023. Padahal semua tahu betapa superiornya mesin Ducati tapi Pecco tidak dominan saat itu. Musim 2024 ditandai dengan kesempurnaan mahakarya Ducati GP24, tapi Pecco juga tidak jurdun walau menjuarai 11 seri. Dan ingat dia dulu (musim 2023 kalau tak dalah) juga mengeluhkan kecepatan motor tim ducati satelit yang lebih laju dibandingkan motor pabrikan. Intinya, Pecco itu benar-benar ketolong dengan motor yang speknya harus sesuai dengan gaya dia. Saya yakin jika musim 2022, 2023 dan 2024 Pecco saat itu ditandemkan dengan Marcobezz atau Jorge Martin di tim pabrikan mungkin namanya belum ada di plakat Jurdun MGP. Sekarang isu berkembang kalau motornya “disabotase atau dirusak”. Ducati 25 dibuat dan dikembangkan atas preferensi Pecco, Enea dan Morbi basis data Ducati 24. Sekarang dia struggle kok bisa menyalahkan tim dan insinyur-nya? Padahal sudah 7 musim Ducati.
    Ingat, Marc musim lalu menggunakan Ducati 23 punya Zarco yang sudah di frezz pengembangan mesinnya dan hasilnya dia Juara 3 dalam kejuaraan. Sepertinya Ducati yang akan habis kesabaran dengan Pecco!

    • benar sekalii inii, Kayaknya skill Pecco emang udah mentok segitu aja..

      kan tidak make sense sih itu GP25 di kembangkan khusus buat Marc seorang..

      benar kata Stoner zaman sekarang rider muda” ketolong sm Teknologi” dan Fitur dr MotorGP itu. beda sm Skil marc yg udaah di Asah sejak Motogp minim Teknologi

    • Ya memang begitu pak. Lawannya juga maaf ya bukan mendiskreditkan atau gimana tapi liat data aja gimana seringnya pada crash, poinnya jadi deket lagi, lanjut yang satu mlempem, satunya mulai konsisten dikit, begitu terus sampe akhir musim. Nah begitu King sembuh dari bahu sengkleknya dan mendapatkan senjata pamungkas makin kelihatan kan siapa coba lawan sepadan sekarang ? Bahkan Dovi aja yang dibilang medioker bisa fight sampe seri akhir Valencia. Lah tahun sekarang ? Baru sampe Mandalika aja udah punya kunci segel juara dunia

    • Kalau sy lebih cenderung ke statement martin, kalau balapan minggu pecco mengcopy setup sabtunya. Dan ia bisa memaksimalkan desmo dibanding martin dengan setup yg sama.

      Martin menguasai Sprint, tp begitu minggu juaranya pecco. Giliran ga ada martin, menemukan setup race yg cocok susah.

    • Mnurut saya ducati bikin paket motor itu sesuai selera pabrikan ducati sndiri, trus pembalap disuruh menyesuaikan eksperimen mereka, trus dpilihlah yg mnurut pembalap mana yg paling bisa diatur..
      Contoh.. ducati gp23 adl paket mesin eksperimental mereka yg bkn dr turunan gp22, walau bisa jurdun tp faktanya gp22 satelit bbrp kali bs mengalahkan gp23 yg liar, front end getar banget, akhirnya gp23 ga dikembangin lg, diambillah gp22 yg disempurnakan jd gp24 yg begitu super, gp 24 dtuning awet jdlah gp25 yg ngeloyor aja msk tikungan krn flywheel lbh berat dikit n crankshaft lbh ringan dikit
      Tp itulah ducati selalu berani menantang inovasi, pembenahan hrs selalu berjalan walau menelan banyak korban semacam gp23

    • Nah, harusnya dia juga ngelihat ini, kalo cuma patokan laptime ya gak bisa dong, toh Alex Marquez kena LLP yang bikin dia lebih lambat. Dan Diggia motornya kobong, Morbi gak jelas kadang kenceng kadang pelan

  2. Motor hasil inputan dia kok selalu mengeluh, coba dia jadi MM yg bisa juara seri walaupun belum pulih 100% dari cidera naik motor inputan si Polo

  3. Jangan2 Gigi Dall’Igna dan Marc93 ada kesepakatan tersembunyi. Mungkin kesepakatannya begini. Gigi : bergabunglah bersama kami, kami akan memberi kamu juara dan kamu jgn kuatir dgn Peco, percayalah Peco takka kami membiarkan mengganggumu ut meraih juara dunia motogp ke 10 mu.
    Marc : Ok, aku siap bergabung kalau itu jaminannya. 😂😂😂

  4. 2024 gapnya masing2 menganga banget ya,berarti emang ada big improvement dari para pabrikan lain,cuma Ducati yg agak di rem pengembangannya

  5. Gak tau ya dia itu emg sbnrnya medioker yg ketolong motor atau gmn tapi kyknys emg gitu sih.
    Jurdun pertama kali selain ketolong spek motor dewa juga krn main keroyokan lawan Quarto
    Jurdun kedua kali juga kurleb sama cara mainnya
    Musim kmrn kliatan kualitas asli ky apa kalo lawannya punya spek motor sama

    • ada alasan kena JM dulu mencak mencak soal copy setting motor, klo liat bukti sekarang, Pecco itu tipical pembalap tinggal pake, ga bisa nyari settingan untuk dia sendiri. tahun ini, sial berkali lipat, udah ga bisa nyeting, ketemu tandem yang setingannya diluar nalar, alias pke stingan stndara ja bisa konsisten sepanjang balap, sedangkan pecco butuh settingan maksimal..pke standar ya makin jeblok..belum lagi sifat angi anginannya, mental bertarungnya jelek..tahun kemarin menang 11 seri tapi ga jurdun kan gila..

  6. Ini semakin menunjukkan bahwa pecco sebenerya bukan rider pengembang, sebenernya rider pengembang pasti tau persis dimana letak salahnya, dibagian mana harus di improve, dibagian mana rider harus merubah gaya balap walau itu kecil sekali perubahannya, tapi tindakan itu tetap harus diambil, tapi pecco? Benar benar textbook sekali, dia bahkan tidak bisa improvisasi gaya balapnya, dia tidak bisa menerjemahkan kegagalan pengaturan motornya, pecco mungkin memang kencang, cepat, tapi bukan yg hebat, ini sebenernya berbalik dgn marc yg selalu dibilang rider yg cuma tau naek motor, ngancurin motor, tapi justru marc yg paling tau kelemahan gp25, tau harus minta settingan serperti apa pada mekaniknya, tau apa yg harus disesuaikan, bahkan dalam pemilihan ban, marc adalah rider yg paling sensitif dan tau apa yg dibutuhkan diluar data telemetri

  7. Padahal kan udah jelas dia sendiri bilang lupa caranya.
    Dan jika kita bandingkan waktu finish tiap rider yg ada di tabel 2024 dan 2025 menunjukkan bahwa tiap rider baik dengan motor yg masih sama atau pindah pabrikan mencatatkan waktu yg lebih cepat. Yang artinya memang ada improvement. Cuma ini orang aja yg gak improve.

    Coba wak kalo ada race pace tiap lap marc dan pecco yg 2024 2025 di tampilkan di thread baru. Biar bisa lebih compare tiap lap nya.

    • Motor Ducati GP25 mungkin agak bermasalah, mengakibatkan potensi crash menjadi besar saat push hingga limit.

      Itulah yg terjadi pada MM93 saat crash dibeberapa seri awal, sehingga kini lebih banyak main aman hanya menjaga jarak aman saja dengan kompetitor terdekatnya.
      Motor-motor pabrikan lain performanya makin bagus, makin memangkas gap ketertinggalan dari Ducat.

      • Ya itu sudah fakta. Disini kan lagi membahas pecco yg tidak improve. Malah lap time nya jauh dari 2024. Sedangkan rider lain bisa improve.
        Berarti jelas si pecco sendiri yg tidak mampu.
        Entah mungkin karna gak ada contekan atau apa makanya gak bisa cepat.
        Dengan kata lain ini rider cuman rider abal-abal.

  8. Ducati gausah pusing soalnya stok rider ducati banyak dan rider luar juga banyak yang mau gabung.

  9. Mau lempar opini panas,tapi itu motor hasil pengembangan dia sendiri dan di giantonio,wkwk kembali ke skill dia sih,Marq jg gak masalah kalau set up peco jiplak motor nya,asal gak kaget set up dia gak manusiawi

  10. Dengan posisi rnd ducati direm, dan pabrikan lain mulai improve

    Ducati dah harus mikir seberapa banyak mau ngeladenin keluhan pecco ini.

    Jangan sampe keasikan ngeladenin pecco, rnd buat 2026 dan bahkan persiapan era 2027 nya malah makin terhambat.

    Inget, gap nya makin tipis karna konsesi baru!

  11. Aprilia memangkas 21 detik,
    KTM memangkas 12 detik,
    Aldeguer GP24 hanya kalah 1 detik, berarti jika hasil kualifikasinya di front row bisa lain cerita.

  12. Setelah 13 seri, sekarang bisa dibilang kalau skill Pecco hanya segitu-gitu saja, yang menguatkan bahwa selama 2023-2024 dia niru setup-nya Jorge Martin untuk dapat bersaing.

    Musim 2025 Pecco tidak punya reference rider untuk ditiru, yang megang GP 25 ya cuma Pecco, Marc, Diggia dimana Diggia dan Pecco kesulitan.

    Memang benar kata Stoner: perbedaan diantara mereka adalah bagaimana Marc masih mampu mengetahui limit grip motor dengan seabrek fitur yang sama dengan motor Pecco.

  13. Dari pada menyalahkan, baiknya Pecco berbenah, ntar disepak dari ducaty gabung Timnas lain baru sadar, sekelas Martin yg skill 11 12 malah jadi mediakor, kemaren kebutulan bertiga sama Martin dan Enea dapat motor ekslusif tercepat seantero, padahal skillnya ga jauh beda dengan rata rata rider lainnya, sekarang Martin dan Enea mulai kelihatan skillnya, ntar Pecco gabung Yamaha semakin nampak juga kualitasnya, opini bebas

  14. peco juara 2022 lawan quartararo ==> tidak meyakinkan karena team order dimana enea bastianini di suruh ngalah ==> juara yang di ragukan pada saat itu ini fakta lihat berita2 saat 2022 ==> juara dengan ngos2an dengan bantuan orang lain ==> peco juga komplain ke ducati ==> benang merah duc faktoru cape fight sampe akhir sama juga peco perlu waktu tune in sama motornya

    peco juara 2023 lawan quartararo ==> ingat ban ghoib di martin yang berkali2 crash , dimana martin koar2 di media soal ban ini dan konspirasi memenangkan peco ?? berita juga bisa di cek di 2023 ==> disini juga peco komplain2 ke ducati ==> duc faktori cape sampe akhir untuk membuat peco tune in di motornya

    peco 2024 ==> juara seri terbanyak tapi hancur2an di awal akhirnya gagal juara sama martin ==> sering banyak komplain peco di sini juga == > sudah kelihatan kelasnya peco ==> jadi ga adil membandingkan dengan marq maksudnya kalo dalam analisa peco maka faktor marq jangan di masukkan ==> ga apel ke apel soal skill ==> duc faktori sangat cape sampe akhir malah ga juara juga sama juga ini perlu waktu lama tune in sama motornya

    peco komplian ke ducati ? sudah sering bukan barang baru …

  15. asik banget deh ngelihat komentarnya, Marc memang superior begitu diberi motor yang sudah sempurna, begitu pun waktu di honda, dan itu adalah fakta, namun juga faktanya Marc sendiri pun pada akhirnya meninggalkan Honda karena sudah tidak mendapatkan motor yang sempurna, dan pada saat evolusi Honda RCV13V pun pada saat itu mengacu pada referensi Dani Pedrosa, setelah berganti teammate pada akhirnya pengembangan Honda berjalan stuck karena hanya berdasarkan input Marc, dan sekarang pun siklus seperti ini akan terulang, jika GP 24 adalah referensi Pecco, maka GP 25 adalah referensi Marc, kita akan lihat bagaimana tahun depan dengan Rumor semua akan mendapat GP 25 update terakhir karena basis mesin akan sama hingga 2026, dan kita akan lihat bagaimana nanti Alex dll akan mengetahui apakah GP 25 versi update lebih baik atau lebih

    ciao

    • Ciao???
      Komentator lawas nih..
      Btw gp25 bukan referensi Marc tapi berdasar mayoritas dan pebalap test…wong dia habis dari gp23 dan blm pernah mengendarai gp24. Jelas perbedaan disini adalah Skill. Klo Marc dikasih gp24 malah bisa2 udah dikunci jurdunnya

      • Sabar om, dia kepala pengembang RCV dan GP dari seri awal sampe sekarang, bahkan komentator dan pengamat di grid aja belajar banyak dari dia

      • yha kan dari awal marc udah dijagain biar ga terlalu moncer pas di gresini

        dikasi gp23 versi tengah musim, dan versi zarco, bukan versi yg dibawa sampe akhir dikendarai Martin dan Pecco

        dan development gp24 dibuat beberapa step lebih depan daripada tahun tahun sebelumnya

        ya walaupun yg jadi korban malah seluruh rider gp23 yang ga bisa sedominan tahun tahun sebelumnya

    • Baru tahu saya kalau gp25 ini ternyata pengembangan / evolusi dari gp23 nya marc 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

  16. kalo gini kan seru, taro udah ga sabar sama Y, pecco ga sabar sama D. taun depan mau tukeran ga?

    lagian ngapain pecco pake bilang ga sabar, emang dia mau ke mana? banyak rider yg ngincer seat dia, ga usah ngambekan

  17. baca komen2nya cuman bisa senyum aja..
    ya ga salah sih, namanya jg komentator. berasa yang paling lebih tau aja.
    berasa yang udah lebih jago drpd rider2 motogp yg mungkin dah mulai balapan motor sejak mereka kecil.
    padahal jangankan naek motor motogp, megang motornya aja mungkin belom pernah..

    marc amazing.. regardless emang ducati sudah superior motornya.
    motor yang lain not even close
    untuk pecco saya ngga yakin kena mental karena marc.. terlalu murah alasan itu untuk seorang pembalap motogp
    ngga ada pembalap motogp yg karbitan.. semua berangkat dari bawah
    di tempa fisik dan mentalnya dari nol, dan butuh waktu panjang untuk sampai di level para raja
    kena mental karena motornya iya.. bukti dia sudah frustasi dan mulai habis sabarnya

      • Sabar bro, dia ga peenah ngalamin males atau ilang motivasi baik dalam dunia pendidikan, dunia kerja atau yang lainnya mungkin

    • yha ngomongin mentalnya juga rada bodoh kalau dibandinginnya sama mental anak sd

      ini kan kita bicara kelas para raja

      • Opa Tardozzi bilang: Kami tidak akan lakukan perubahan apapun lagi untuk pecco, persoalan ini bukan hanya teknis tapi juga mental, dan kami fokus untuk mengembalikan kondisi mental pecco.

        Menurut ente Opa Tardozzi itu bodoh karena ngomongin masalah mental Pecco?

  18. Pecco gak sabarr..??? bahkan Gigi pun komen dia sdh gemess bin kuciwa banget sama pecco krn gak bs podium di austria.. krn sdh di frontrow dan jumatnya pace jg bagus…

  19. Itu artinya memang secara tidak langsung yang hebat dari pecco bisa jurdun 2 kali itu ya motor nya, setelah org yang paling hebat di grid menggunakan motor yang sama ya sudah lah tamat 😂…

  20. marq stoner tipe yg sama, sama” alien, cobain contekan settingan aja pec motor dia, kalo gak kepengen berak sih pakenya ….wkwkwk

  21. Biar adil dan fair, set up motor Ducati buat musim2 selanjutnya biar berdasarkan inputtan rider lainnya

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP