TMCBLOG.com – Jika Kita semua jeli, omongan bernada emosional Pecco Bagnaia pasca balapan di GP Austria yang secara blak-blakan mengatakan bahwa Ia sudah hilang kesabaran dengan Ducati sebenarnya secara khusus sempat direspon oleh General Manager Ducati Corse – Gigi Dall’Igna dengan kalimat ; ” . . . ketika segala sesuatunya berjalan salah, selalu ada sesuatu yang menambah frustrasi dan menghalangi: kita harus tetap berpikir jernih, mempertimbangkan hal-hal baik yang telah kita lakukan, dan memulai lagi dari sana . . .”
Pasca Austria Gigi Dall’Igna tetap tidak ragukan potensi Pecco Bagnaia
Derrr . . Yes, kalimat yang tegas, dan tajam dari Gigi ini jelas ditujukan untuk memberikan semacam ‘teguran halus’ atas ucapan tidak sabar Pecco ini. Namun, menjelang Grand Prix Hungaria akhir pekan ini, Bagnaia ‘menarik kembali komentarnya’ dan mengatakan bahwa komentar itu diucapkan di tengah panasnya situasi setelah apa yang ia anggap sebagai “balapan bencana” di Grand Prix Austria.
Pecco Bagnaia Blak-blakan Bilang Bahwa Ia Hilang Kesabaran dengan Ducati !
“Masalah saya, kesalahan saya, adalah selalu bersikap transparan saat berbicara dengan semua orang. Dan terkadang lebih baik, tetapi terkadang tidak. Dan ketika Anda menyelesaikan balapan, balapan bencana, seperti di Austria, dengan gugup dan marah, Anda tiba di sini untuk berbicara kepada semua wartawan dan bertanya ‘apa yang salah dengan Anda’, Anda kehilangan kesabaran.”
“Dan terkadang Anda membuat pernyataan yang salah. Jadi, tidak ada masalah sama sekali dengan tim. Saya berbicara dengan semua orang. Kami semua berada di perahu yang sama, mencoba memahami situasinya. Ini juga tidak mudah bagi mereka, terutama bagi mereka, yang mencoba memberi saya apa yang saya butuhkan.”
“Tapi setelah tujuh bulan sejak awal musim, saya selalu berjuang untuk hal yang sama, kami hanya perlu mengubah sesuatu. Entah apa, tapi jelas saya selalu lebih lambat dari tahun lalu – semua orang lebih lambat dibandingkan dengan catatan waktu putaran yang kami catat tahun lalu. Jadi, kami perlu memahami alasannya – Ducati, maksud saya – dan memahami apa yang harus dilakukan.”
Ia menambahkan: “Saya pikir itu skenario terburuk bagi saya musim ini. Saya selalu sangat kompetitif [di Austria], mungkin di saat saya paling kompetitif, dalam hal kemenangan dan selisih poin. Dan musim ini, tidak bisa bertarung dan finis di urutan kedelapan, melihat semua motor menyalip saya dengan mudah, rasanya agak aneh dan kami hanya memikirkannya sejak pagi, memahami apa yang terjadi dan mencoba sesuatu yang berbeda.”


Langsung dibikin membumi,bikin permintaan maaf bermaterai ga tuh 😅
lagian pecco tanpa Ducati mau jadi apa?
Seringkali mmg jurnalis luar, terutama yg berbeda kebangsaan, akan memberikan pertanyaan yg tega dan menusuk, tidak ada simpatinya sama sekali.
Jadi wajar sih kalo Pecco terbawa emosi wkwkwkwk
Bagaimana kalau gantian ducduc yg ga sabar sama pecco?
jorge martin yg baru jurdun aja bisa dilepehin, pake acara ngambek se tim tim nya, dilepehin
lha ya apalagi pecco yg cuma sendiri, ama udah dikasi handicap team ord uhuk uhuk effort ducati segala macem
paling entar gurunya yg pake microphone no jutsu
Jika disamakan dengan dunia kerja ibarat peco sudah 5 tahun berkarir di perusahaan dengan prestasi 2 kali karyawan terbaik
Lalu datanglah Marquez dari perusahaan pesaing,baru 2 tahun karir sudah terlihat hebat dan kemungkinan besar tahun ini jadi karyawan terbaik wkwkw
mereka juga kerja bang, sama aja gk perlu ibarat2an. tapi ya okelah
Kayak SpongeBob dan Squidward kah?
Intinya…pecco kena mental,smakin di dia menekan diri sndiri smakin dia membuat banyak kesalahan2 yg bahkan konyol…yg di perlukan hanya reset otak dn anggap team matemu itu bukan siapa2 ,buang smua beban dn enjoy…..tp itu syulliiiiittt tuk di lakukan…
Pernyataan > gaduh > klarifikasi
Polanya mirip politikus dimari,
Yg jadi pertanyaan, kalo dibalik, sampe kapan Ducati sabar ?, jadi pembalap skrg tuh bukan hanya betot gas terus menang,
Di luar jualan dan eksposur, pembalap representasi sebuah merk, semua pernyataan di media jadi brand image merk itu sendiri,
Dengan kondisi skrg pembalap dan fans toxic yg menggiring opini sabotase, sampe kapan Audi bertahan ?
elu pembalap dari tim mana bro…?
keren gitu komennya
Tanpa Jorge Martin, Pecco tidak dapat menemukan setup terbaiknya untuk dirinya sendiri.
Uncle Oppa kalau tau Peribahasa Indonesia pasti udah bilang ke Pecco
” Mulut Mu Harimau Mu ”
itu Crew Chief nya pecco kayaknya pusing juga lihat dia, setiap selesai balapan Pecconya selalu Geleng” kepala 😀
** Uncle Gigi Maksudnya 😀
Kepleset lidah atau kepleset mental?
Ingat petinggi ducati itu ga segan** depak atau lepehin pembalap bahkan sekaliber lorenzo aja di buang apalagi pecco? , jika begini terus pecco merengek mulu ampe regulasi baru 2027 bisa aja nanti jasanya udah ngk dipake lagi, mungkin opsi fermin ke tim utama kansnya terbuka
Jadi ingat perkataan Marc pas di test Buriram keknya, dia bilang kurleb gini “untuk saat ini dari test sepang sampai test buriram, kami berdua bekerja sama untuk menemukan motor terbaik untuk tahun 2025, tapi setelah test berakhir saya tidak akan segan2.” (Kata2 pastinya kurang ingat, tapi yang jelas mulai musim berjalan maka Marc tidak akan mengendur dan memberi jalan ke teammatenya).