TMCBLOG.com – Pada dasarnya dari 15 seri pertama MotoGP 2025 dari mulai Thailand sampai dengan Catalunya, Marc Marquez tercatat 5 kali tidak menang yakni di CoTA, Jerez, Le Mans, Silverstone dan Catalunya. Namun pasca Catalunya ia hanya mengakui 1 pembalap Ducati yang secara resmi telah mengalahkannya yakni sang adik – Alex Marquez.
Finis di posisi kedua merupakan kesuksesan bagi Marc namun itu artinya ia melewatkan potensi untuk menjadikan Misano sebagai match point pertama penyegelan gelar Juara Dunia yang pasca Catalunya hanya diisi oleh tiga pembalap termasuk dirinya.
Marc Marquez pulang dari Catalunya dan bersiap ke Misano dengan membawa 32 poin dari total 37 poin. Marc berhasil mempertahankan statistik yang cukup impresif dan fakta bahwa pembalap yang raih poin terbanyak di race weekend Catalunya adalah dirinya.
Dalam konferensi pers pasca-Grand Prix, Marc tidak lupa untuk memberikan penghormatan resmi kepada saudaranya, Álex Marquez yang secara ‘Fair & Square‘ mengalahkan dirinya di trek.
“Saya sudah berusaha sepanjang akhir pekan,” kata Marc, “sejak FP1, Alex selalu menunjukkan bahwa ia hanya unggul sepersepuluh atau dua detik dibandingkan saya. Baik dengan ban baru maupun bekas, kecepatannya jauh lebih baik daripada saya.”
“Saya mencoba di awal dan di beberapa lap pertama saya sangat dekat dengannya, dan pada satu titik saya bahkan harus menutup gas di lintasan lurus karena saya tidak ingin menyalipnya di ujung lintasan lurus, melainkan tetap di belakangnya untuk menghemat ban dan mungkin menjauh, lalu mencoba menyerangnya di akhir.”
“Itulah yang kami lakukan. Bahkan, dengan delapan lap tersisa, saya mencoba menekan tetapi melebar beberapa kali, jadi saya menyerah karena saya menyadari bahwa posisi kedua sudah cukup. Ada pembalap yang lebih cepat dari saya di trek akhir pekan ini, itu saja.”
Ketika Marc ditanya apakah ia sadar bahwa kejadian kalah seperti hari ini bagaimanapun akan tiba dan bagaimana ia menghadapinya, Marc merespon “Kalah memang tidak pernah mudah; namanya balapan, dan saya selalu ingin menang. Tapi Alex pantas mendapatkannya hari ini.”
“Dia baru saja mengalami cedera tangan setelah balapan yang berat. Dia satu-satunya pembalap Ducati yang mampu mengalahkan saya di Silverstone dalam balapan Sprint. Dia mengalahkan saya hari ini, dan dia bahkan lebih cepat kemarin. Ini juga karena kekuatannya justru merupakan kelemahan saya. Kami bersaudara, tetapi kami memiliki dua gaya berkendara yang sangat berbeda.”
Ketika Marc ditanya bahwa pernah kah ia berpikir Alex bisa mengalahkan Anda seperti yang dia lakukan hari ini, Marc menjawab, “Waktu muda dulu, saya selalu lebih cepat daripada Álex, tapi itu karena saya lebih tua darinya! Memang benar, ketika seorang pembalap berusia sekitar 22 atau 23 tahun, segalanya terasa lebih seimbang.”
“Álex selalu berlatih seperti saya, tapi dia selalu lebih menderita karena dia melakukannya saat masih muda. Sekarang hubungan kami semakin erat. Sungguh fantastis, hanya dengan beberapa balapan tersisa, kami bisa finis pertama dan kedua. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan saya rasa itu tidak mungkin terjadi di masa mendatang.”
Ketika Marc ditanya apakah ia bangga pada Alex Marquez, Marc langsung merespon “Ya. Orang-orang berpikir memiliki nama belakang saya adalah keuntungan bagi Álex, tapi ternyata tidak. Orang-orang akan lebih menghargainya jika namanya bukan Márquez. Bagi saya, itu selalu menjadi beban, bukan bantuan”
“Dalam beberapa tahun terakhir, pembalap seperti Mir, Quartararo, Bagnaia, dan Martín telah memenangkan kejuaraan dunia. Alex mungkin kurang berbakat, tetapi dia ingin bekerja keras, dan menurut saya, jika Anda berbakat tetapi tidak bekerja keras, itu tidak akan berhasil. Sebaliknya, jika Anda memutuskan untuk bekerja keras, cepat atau lambat Anda akan mencapai puncak.”
“Saya sudah mengatakannya sejak Austria, bahwa cepat atau lambat akan tiba saatnya saya menemukan pembalap yang lebih cepat dari saya di trek. Hari ini itu terjadi, dan saya telah mengulanginya beberapa kali. Hari ini Davide Tardozzi juga mengulanginya kepada saya, mengatakan ‘mungkin hari itu adalah hari ini’.”
“Dia meminta saya untuk mencoba, dan saya melakukannya. Hari ini dengan Alex itu mustahil; pada tahun 2024 mustahil dengan Pecco di sini. Kemarin saya mengatakan saya akan mencoba mengikutinya hari ini, dan kemudian saya akan mencoba di final. Tetapi hari ini dia lebih cepat dari saya. Bagi saya, yang terpenting adalah finis mendekati yang terbaik di trek di mana saya selalu berjuang keras.”
Saat balapan, pada suatu titik, Marc terlihat hanya tertinggal dua persepuluh detik di belakang Álex Marc pun didesak untuk menceritakan apa yang terjadi saat itu “Ya, ketika saya tertinggal dua persepuluh detik, kupikir aku bisa melakukannya. Tapi suhu di bagian depan meningkat.”
“Dia melaju sangat baik di dua tikungan terakhir dan pengeremannya lebih baik daripada saya. Hampir saja, tapi mustahil bagi saya untuk menyalipnya. Dia selalu jauh, dan Saya tidak punya peluang nyata untuk menyalipnya.”















ah badut
🤣 Awokawowkwkwk..
ilok
percaya sama joker? wkwkwkwkw
Usul Kalo di Mandalika jurdunya temanya pacu jalur dayung bola 9 x ya bola 4&6 warna kuning 😁
4 Dan 6 itu 10 bkn 9
4+6-1 aja wkwkw
Lama2 kek termul nih org sen kiri belok kanan.
Berhalanya saja ngucap I don’t read what I sign.
Jadi ya ytta
Di Balaton Park Bezzechi sudah unggul jauh juga tapi kepegang juga…wkwk
Kalo Marc ngotot menang, tiket misano ga ada yg beli ntar. 😂
Benar . Kelihatan marc gx sengotot seperti di honda dulu.
Karna yang dia lawan bukan orang lain tapi sodaranya.
Dan juga dia berpikir daripada ngotot dan hasilnya zonk. Mending. Legowo di kalahkan adiknya.
Soalnya balaton itu anti clockwise, kekuasaan marc.
lebih ke males aja mungkin, iya sih seru nginjek2 muka rombongan badut kuning, tp dia suka party = real happiness
Nggak karena butuhnya memperlebar jarak 47 poin di Catalunya dan Misano sementara jika skenario di atas terjadi maka cuma 42 poin.
Ini cm akal²an markes aja! Pura² lemah! Dah tau kan?? Tujuannya apa?😆😆
T I D A K Bisa
Semua pasti merasa kalo Marc ini seorang kakak yang baik
Marc Marquez memang saat itu kalah oleh Alex Marquez di sirkuit Catalunya…
TETAPI mode yg digunakan MM93 adalah berkendara biasa, main aman dan tidak push hingga limit…
Jika push motor, kemungkinan besar Alex bisa disalip oleh MM93 walau potensi crash meningkat, tetapi itulah yg biasa dilakukan oleh pembalap.