Miller : Elektronik Yamaha M1 V4 Perlu Banyak Perbaikan

TMCBLOG.com- Kita sudah membaca pemaparan Fabio Quartararo mengenai motor baru Yamaha M1 V4 yang ia telah diuji di tes Misano, selain Fabio masih ada Jack Miller dan Alex Rins yang juga ikut mengujinya. Namun jelas Miller adalah yang paling banyak punya pengalaman di atas mesin V4 sebelumnya sehingga feedback pembalap Australia ini dianggap cukup penting.

Secara umum setelah beberapa lap di atas M1 V4 Jack Miller masih memiliki beberapa keraguan dengan motor baru ini. Miller masih melihat banyak kelemahan, tetapi juga ada beberapa peningkatan. Setelah setengah hari, Miller berada di posisi ke-21 dengan waktu tercepat 1:32,635, tertinggal 1,921 detik dari para pembalap lainnya dan bahkan lebih lambat dari catatan waktu kualifikasinya di Misano 1:31,377 dengan motor Yamaha empat silinder segaris.

“Pagi yang sibuk. Ini proyek baru dan motor baru – saya mencoba memahami kekuatan dan kelemahannya, serta hal-hal lain seperti keseimbangan,” Miller memulai penjelasannya. “Motornya sudah bekerja dengan baik, tetapi butuh waktu untuk memahami semuanya dan menyusun pengaturannya. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan.”

Ketika media mencoba membandingkan dengan kesimpulan Fabio Quartararo yang tidak terlalu senang dengan V4, Miller pun memberikan pendapatnya. “Saya mengerti rasa frustrasinya dan kebutuhannya akan motor yang kompetitif. Tetapi hal-hal ini membutuhkan waktu; kami harus mengembangkan motornya. Ini platform baru, proyek yang benar-benar baru. Sayangnya, di MotoGP, kami tidak punya banyak waktu.”

“Saya suka karakternya ( M1 V4), tapi sistem elektroniknya masih perlu banyak perbaikan. Setelah lebih dari 20 tahun menggunakan mesin empat silinder segaris, tidak ada pemetaan atau pengaturan gas yang tepat – secara elektronik, tidak ada yang dapat dibandingkan.”

“Ini adalah proses pertumbuhan dan peningkatan yang benar-benar baru. Setiap kali saya keluar pit, semuanya semakin baik. Saya telah menemukan jalan saya sedikit demi sedikit. Anda tidak dapat menemukan kembali roda dalam satu hari. Tapi kami berada di jalur yang benar.”

“Hal yang baik yang saya rasakan dengan V4 ini adalah meskipun kami telah mengubah segalanya pada motor ini, DNA Yamaha masih ada. Ini tentang menempatkan semuanya pada posisi yang tepat dan mengembangkan pengaturan dasar untuk memaksimalkan kekuatan sasis.”

“Ini adalah versi pertama, dan dari segi sasis, motor ini tidak akan seperti yang akan kami gunakan di Valencia—ini masih rancangan kasar. Tapi dengan prototipe lengkap pagi ini, tertinggal hanya kurang dari dua detik di belakang motor tercepat, bukanlah hal yang buruk.”

Karena platform mesin V4 yang memberikan bobot ke arah belakang bagi keseluruhan motor, maka logikanya, distribusi bobot akan sedikit mengarah ke belakang. Efeknya akan ke grip ban belakang dan pengereman belakang. “Senang rasanya mendapatkan bantuan dari ban belakang—itu sudah pasti. Tapi motor ini sudah melakukan apa yang seharusnya—dengan ban dan paket yang kami miliki saat ini.”

“Misalnya, Anda harus bisa menggunakan ban belakang untuk mengerem motor dengan benar. Tentu saja! Di sini dan di traksi. Ini semua tentang ban dan di mana semuanya telah berevolusi. Aturan telah menetapkan arah ke mana motor perlu berevolusi.” – @tmcblog

15 COMMENTS

  1. Hadeh,rider jaman sekarang
    Pengaturan gas itu harusnya ada ditangan rider,pemetaan juga cukup dgn dry,wet,dan eco mode wkwk

    • Saya kira yang dimaksud pemetaan di sini adalah maping ECU terkait respon mesin terhadap bukaan gas pada kondisii tertentu.
      Istilah mode dry/wet yg membedakan adalah susunan besaran2 yg diinput dalam database ECU. Untuk mendapatkan data besaran2 tersebut butuh banyak pengujian termasuk tindakan2 trial and error delama pengujian.

    • dr koment sampean terlihat seberapa dalam pengetahuan dan ilmu tetang aspek2 keseluruhan dalam pengembangan motor motogp

  2. Pict nya memanjakan mata🙏🙏🙏👍👍👍.

    “INI MASIH RANCANGAN KASAR” ujar jm43…., Seeeppp, yg penting upgrade jalan terus, yihaaaaa

  3. Yg dibutuhkan Yamaha itu test rider dg feeling develop super semacam danped…atau insinyur hebat semacam gigi…tapi nyari dimana?

  4. Tertinggal kurang dari 2 detik dari yang tercepat. Komen miller ini sdh betul ini.

    Karna kalo diliat lagi waktu si april dan kateem debut proto. Si april lebih lambat 2 detikan, si kateem lebih lambat 3 detikan. Dan butuh beberapa tahun baru bisa sampai naik podium. Rider 2 factory itu memang bapuk pas awal, Jadi ya wajar.

    Tahun depan kalo M1V4 bisa konsisten 5 besar tiap finish udah top dah.

  5. komen JM43 lebih baik dan masuk di logika, komen FQ20 lebih karena gejolak hasrat ingin segera naik podium dan kompetitif, jelas ngga bisa lah motor baru satu kali turun, wkwkkk

    • yoi.. krn FQ dan MM adalah rider istilahnya kelazz 1 skg, jd ya inginya menang… ,mmg jd gak sinkron seh kl hrs nunggu motor didevelop.. harusnya yahaha mmg btuhnya rider spt Miller dan bestia atau binder lah.. yg tdk target utama menang.. realistis.. jd bs ngembangin.. kl macam MM FQ,Pedro mah gausah.. mrk pembalap yg tujuan hanya menang. dan mmg mampu secara rider

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP