TMCBLOG.com – Veda Ega Pratama, pembalap Astra Honda Racing Team, yang menutup Red Bull Rookies Cup dengan berada di posisi dua klasemen, bersiap untuk menghadapi paruh kedua musim balap FIM JuniorGP 2025 bersama rekan satu negaranya, Muhammad Kiandra Ramadhipa yang membalap di kelas ETC.
Veda Ega Pratama datang ke Misano World Circuit Marco Simoncelli dengan target memulai paruh kedua musim FIM JuniorGP dengan hasil terbaik. Setelah menorehkan prestasi yang belum pernah dicatat pembalap Indonesia lainnya yaitu mengamankan posisi kedua klasemen akhir Red Bull Rookies Cup pekan lalu di sirkuit yang sama di Italia.
Veda mengincar podium pertamanya di persaingan JuniorGP bersama Astra Honda Racing Team dan Junior Talent Team. Atas target yang jelas, pebalap muda Indonesia tersebut melihat kembali perjalanannya pada paruh pertama musim 2025, begitu juga dengan adaptasi terhadap kehidupan barunya, dengan kelas berbeda, serta motor, dalam musim yang memberinya banyak pengalaman dalam menatap ajang balap internasional.
– Setelah empat putaran dan melewati setengah musim kompetisi, bagaimana evaluasi paruh pertamamu di JuniorGP? Meskipun cedera di Estoril, kamu berhasil tiga kali finis di posisi 15 besar dari enam balapan, dan kini mengantongi 22 poin yang menempatkanmu di posisi ke-13. Apakah ini sesuai dengan yang kamu harapkan?
Veda : ” Kami akan memulai paruh kedua musim. Saya berharap bisa mempertahankan apa yang sudah kami capai dan terus berkembang pada balapan demi balapan. Tentu saja apa pun bisa terjadi dalam balapan dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan, tetapi saya harus menjawab untuk saat ini, saya ingin terus dan terus belajar agar menjadi pembalap yang lebih baik pada akhir musim. “
“Saya tahu kami semakin baik, tetapi itu tidak cukup, jadi kami harus berusaha lebih lagi agar bisa bersaing dengan para pebalap tercepat dan lebih percaya diri saat memacu motor agar lebih siap menghadapi musim depan.”
– Ini merupakan kali pertama kamu memacu Honda NSF250RW. Bagaimana adaptasimu dengan motor selama ini dan bagaimana gaya balapmu berubah karena balapan-balapan tersebut?
Veda : ” Tahun ini merupakan kali pertama saya memacu Honda NSF250RW dan adaptasi saya tidaklah terlalu buruk. Saya merasa percaya diri sejak awal musim dan saya sangat senang memacu motor ini. “
” Saya fokus untuk belajar setiap kali keluar pit dengan motor ini karena saya tahu kami masih punya ruang untuk berkembang terkait setting motor, terutama di beberapa sirkuit, seperti Jerez, saya sedikit kesulitan karena karakter sirkuitnya. Jadi, saya tahu kami melakukan penyesuaian di setiap sirkuit yang kami datangi dan ini bisa saya dapatkan dengan melakukan banyak lap. “
– Kamu sudah tinggal di Spanyol selama empat bulan lebih, khususnya di Catalunya. Bagaimana keseharianmu berubah sejak kamu berada di sini? Apakah sulit pada minggu-minggu pertama? Apa yang paling kamu suka selama berada di sini dan apa yang paling kamu rindukan dari Indonesia?
Veda : ” Ya, saya sudah tinggal di Spanyol selama empat bulan lebih dan saya senang berada di sini karena tidak sendiri, semua pebalap Junior Talent Team tinggal di apartemen yang sama. Kami selalu berlatih bersama, bersepeda, lari, gym, dan itu bagus karena kami saling bersaing yang membuat kami jadi lebih baik. “
” Tentu saja saya sangat merindukan Indonesia, terutama makanan dan keluarga. Namun, saya ingin mewujudkan mimpi dan saya harus tinggal di sini. Jadi, saya sadar sepenuhnya dan kami sudah terbiasa dengan kondisi ini. “
– Beberapa sirkuit yang kamu datangi, seperti Estoril dan Magny Cours, merupakan lintasan baru bagimu. Banyak dari pesaingmu, yang dari Eropa, sudah kenal sirkuit-sirkuit tersebut yang menjadi keuntungan mereka. Bagaimana kamu menghadapi hal ini supaya tidak banyak waktu yang kamu habiskan untuk berdaptasi dengan lintasan?
Veda : ” Saya selalu mempelajari sirkuit dari video board sebelum memulai sesi Free Practice pertama. Selain itu ada Dani, pelatih kami dari Junior Talent Team, yang memberi tahu bagaimana bersaing di setiap lintasan ketika kami melakukan track walk pada Rabu. “
” Dia selalu memberi kami masukan dan informasi tambahan tentang semua tikungan, titik-titik untuk melakukan overtake, track limits, dan itu sangat membantu karena ketika pertama kali memacu motor kami kurang lebih sudah tahu jalur mana yang harus diambil agar bisa lebih cepat. “
– Jika kamu harus memilih satu momen atau satu balapan dari enam balapan yang sudah kamu Jalani, yang manakah itu? Serta, manakah yang menurutmu momen paling sulit dari paruh pertama musim ini?
Veda : ” Jika harus memilih satu momen atau balapan dari enam yang sudah saya jalani, saya akan memilih race pertama di Aragon, karena saya finis di posisi keenam. “
” Tentu saja, saya tahu bahwa saya bisa mendapakan hasil lebih baik, jadi kami akan terus dan terus berusaha lebih baik pada tiga putaran terakhir musim ini. Saya akan melakukan yang terbaik dan berusaha keras untuk mewujudkannya. “
” Di sisi lain, momen paling sulit dari paruh pertama adalah dua putaran pertama, karena saya mendapatkan cedera pada putaran pertama di Estoril dan saya harus menjalani pemulihan selama beberapa pekan setelah operasi kecil agar bisa pulih lebih cepat. Lalu, di Jerez saya masih sangat kesulitan dan belum dalam kondisi 100%. Jadi, bisa dibilang di Estoril dan Jerez. “
– Masih ada tiga putaran tersisa yaitu di Misano, Catalunya, dan Valencia (empat balapan di kelasmu). Apa targetmu pada sisa musim ini?
Veda : ” Target saya pada sisa musim ini adalah berjuang untuk mendapatkan podium. Kami masih ada tiga putaran, jadi saya ingin ambisius, minimal bisa finis tiga besar di satu balapan. Di Aragon, kami menunjukkan apa yang bisa kami lakukan untuk bersaing dengan para pebalap tercepat, dan kami juga semakin dekat. “
” Jadi, kita lihat bagaimana kami akan beraksi di Misano akhir pekan ini, dan dari sana kita lihat apakah target ini realistis. Tentu saja saya akan melakukan yang terbaik, seperti biasanya. “
– Dengan keikutsertaanmu di Red Bull Rookies Cup, dimana kamu menjalani musim yang luar biasa, kamu menghadapi musim yang panjang tahun ini. Bagaimana kamu mempersiapkan diri agar bisa selalu siap 100%, baik mental maupun fisik?
Veda : ” Saya tidak terlalu memikirkan betapa panjangnya musim ini. Saya hanya berusaha untuk menjalani setiap putaran dalam kondisi mental dan persiapan fisik yang bagus. Saya tidak ingin terlalu terbebani, jadi saya hanya fokus untuk tampil 100% pada setiap balapan tanpa berpikir terlalu jauh dari apa yang saya hadapi setiap saat. “
– Selain Lucas, semua pembalap tim tinggal bersama dan menjalani hubungan yang baik. Seberapa penting untuk memiliki atmosfer yang bagus di box, baik itu dengan rekan satu tim maupun dengan semua personel di Junior Talent Team?
Veda : ” Ya, kami tinggal bersama di Tarragona dan kami selalu berbagi momen bersama. Selain rekan satu tim, kami adalah teman baik, jadi sangat mudah untuk bekerja sama dengan mereka. Kami mencoba untuk saling mendukung ketika ada masalah, dan kami merayakan setiap kabar gembira bersama-sama, jadi kami tim yang bagus.
” Dengan sisa musim ini, atmosfer tim sangat menyenangkan. Setiap orang sangat profesional dan tahu bagaimana harus menjalankan tugas masing-masing, jadi merupakan sebuah kebanggaan bsia bekerja sama dengan semua orang di Junior Talent Team. “
Veda Ega Pratama menghadapi paruh kedua JuniorGP dengan keyakinan bisa tampil kompetitif setelah menjalani musim yang bagus di Red Bull Rookies Cup. Veda akan didampingi Kiandra Ramadhipa yang menargetkan bisa menutup musim European Talent Cup dengan berada di posisi tiga besar.
Ramadhipa, pembalap berbakat berusia 15 tahun tersebut saat ini berada di peringkat kelima klasemen dengan 83 poin, hanya 17 angka tertinggal dari perbalap di peringkat ketiga dan 25 angka dari pemimpin klasemen.
Veda dan Ramadhipa akan datang ke Misano World Circuit Marco Simoncelli akhir pekan ini. Mereka mengenal baik sirkuit ini setelah pekan lalu balap di sana pada putaran terakhir Red Bull Rookies Cup.
Veda finis di posisi kelima pada balapan kedua setelah terjatuh pada balapan pertama, sementara Ramadhipa finis kelima dan ketujuh. Setelah itu, dua pebalap Indonesia tersebut akan menjalani putaran di Catalunya dan Valencia.
Di Misano, kedua pembalap ini mulai beraksi pada Kamis (18/9/2025) dengan menjalani sesi latihan, yang akan dilanjutkan pada Jumat (19/9/2025). Keduanya menjalani sesi kualifikasi pada Sabtu (20/9/2025), lalu balapan pada Minggu (21/9/2025). Veda yang turun di kelas JuniorGP akan menjalani dua balapan dengan total masing-masing 16 lap pada pukul 16:00 dan 19:00 WIB. Ramadhipa di kelas European Talent Cup juga akan menjalani dua balapan, yaitu pada pukul 17:00 dan 20:00 WIB, dengan durasi 15 lap pada setiap race.







Mungkin bisa kalo pake spek NSF estrella galicia
Sama saja, veda masih butuh adaptasi dengan motor nsf250rw.
Beda lah,beda crew chief,beda teknisi yg lebih berpengalaman membimbing pembalap talenta mengkilap
dan mungkin beda tahun paket sewaan,Masih praduga
Spek leopard lah masbrooo
Gaassss
Mentality yg bagus
Semoga tetap fokus balapan ya Le, bukan fokus endorse kosmetik. Inget lu dibesarkan (dibiayai) AHRT, jd fokuslah pd program balap AHRT. Semoga sponsor pribadimu tidak bawa sial!
Semoga tetap semangat dan bisa bersaing meski pakai motor yg secara teori ada di bawah