TMCBLOG.com – Dunia otomotif roda dua global, khususnya keluarga besar “Orange” dari Mattighofen, Austria, sedang mengalami guncangan besar yang menandai berakhirnya sebuah era. Per hari ini, kita tidak lagi mengenal Pierer Mobility AG. Sebagai bagian dari restrukturisasi total, induk perusahaan KTM tersebut resmi berganti nama menjadi Bajaj Mobility AG.
Langkah ini bukan sekadar ganti papan nama, Sob. Ini adalah sinyal kuat dari “reset” besar-besaran di bawah kendali pemegang saham mayoritas baru, Bajaj Auto. Mari kita bedah apa saja poin krusial dari update terbaru ini. Cekidot!
1. Pamitnya Nama Stefan Pierer
Perubahan nama menjadi Bajaj Mobility AG secara efektif menghapus nama sang pendiri sekaligus pemilik sebelumnya, Stefan Pierer, dari identitas resmi korporasi. Ini menandai pergeseran kekuasaan yang absolut kepada raksasa otomotif asal India, Bajaj Auto, yang kini memegang kendali penuh setelah KTM sempat dinyatakan mengalami insolvensi (kebangkrutan) pada akhir 2024.
2. Efisiensi Struktur: Pengurangan 500 Karyawan
Sebagai bagian dari program efisiensi yang ketat, KTM AG mengumumkan pengurangan tenaga kerja sekitar 500 karyawan. Menariknya, pemangkasan ini tidak menyasar lini produksi utama, melainkan difokuskan pada:
-
Middle Management (Manajemen menengah)
-
Salaried Positions (Posisi administratif/kantoran)
Langkah ini diambil untuk memangkas biaya tetap (fixed costs) dan menyederhanakan birokrasi perusahaan. Sebagai catatan teknis, per 31 Desember 2025, KTM AG mencatat total jumlah karyawan sebanyak 3.794 orang. Artinya, pemangkasan ini mencapai sekitar 13% dari total populasi kerja mereka.
3. Strategi “Back to Basics”: Fokus ke Tiga Merek Inti
Bajaj Mobility AG kini tidak lagi mau “serakah” dengan memegang terlalu banyak merek. Mereka melakukan pembersihan portofolio besar-besaran untuk fokus hanya pada tiga merek inti (core brands): KTM, Husqvarna, dan GasGas.
Beberapa langkah strategis yang sudah diselesaikan sepanjang 2025 meliputi:
-
Divestasi MV Agusta: Menjual kembali kepemilikan saham mereka.
-
Penjualan Divisi X-Bow: Melepas lini produksi mobil balap mereka.
-
Pemutusan Distribusi CFMOTO: Mengakhiri kerja sama distribusi di wilayah Eropa.
-
Penjualan FELT Bicycles: Keluar dari bisnis sepeda gowes.
4. Sinyal Positif di Tahun 2026
Meski terlihat sedang “berdarah-darah”, CEO KTM AG, Gottfried Neumeister, menyatakan bahwa langkah menyakitkan ini perlu dilakukan agar perusahaan berdiri di atas pondasi yang stabil untuk jangka panjang.
Kabar baiknya, kepercayaan diler dan konsumen mulai pulih. Pada paruh kedua 2025, terjadi pengurangan inventaris (stok unit di gudang) yang lebih cepat dari perkiraan karena permintaan pasar yang kembali menguat. Selain itu, di kancah balap, KTM masih digdaya dengan raihan 29 gelar juara dunia di berbagai disiplin balap sepanjang tahun 2025.
Secara teknis dan bisnis, masuknya Bajaj sebagai nahkoda utama memberikan kepastian finansial yang selama ini goyah di bawah manajemen lama. Dengan membuang beban manajemen yang terlalu gemuk dan fokus pada pengembangan produk roda dua, KTM diharapkan bisa kembali kompetitif di pasar global mulai tahun 2026 ini.
Gimana menurut Sobat sekalian? Apakah dominasi India di merek ikonik Eropa ini akan membawa angin segar bagi inovasi motor-motor KTM ke depannya? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar ya!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





