TMCBLOG.com – Halo sobat sekalian, selamat datang kembali di TMCBlog! Peluncuran tim pabrikan Ducati untuk musim 2026 baru saja usai, dan seperti biasa, mata kita tidak hanya tertuju pada livery merah yang ikonik, tapi pada apa yang ada di balik fairing Ducati Desmosedici GP26. Direktur Teknis Ducati Corse, Davide Barana, memberikan pemaparan teknis yang sangat menarik mengenai evolusi motor ini.
Barana menyebut GP26 sebagai “sistem yang terus hidup” (living system). Meskipun regulasi besar baru akan berubah di 2027, Ducati tidak lantas berdiam diri. Berikut adalah bedah teknis mendalam mengenai apa saja yang berubah di GP26 dibandingkan GP25:
Gavin Emmets : ” Selamat pagi, Davide. Senang sekali Anda bergabung dengan kami. Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, saya rasa sekarang sudah tepat untuk mengatakan bahwa motor hampir seperti mesin MotoGP, seperti sistem hidup yang terus berevolusi sepanjang waktu.
” Jadi, berdasarkan apa yang Anda pelajari di tahun 2025, apa perubahan paling signifikan yang akan kita lihat pada motor dibandingkan tahun lalu? Dan bagaimana perubahan ini dibentuk oleh data, wawasan, dan pembelajaran dari pekerjaan pengembangan berkelanjutan yang dilakukan tim? “
Davide Barana : ” Ya, motor MotoGP adalah sistem yang sangat kompleks, jadi kami telah bekerja di berbagai bidang untuk memperbaikinya. Tentu saja, kami ingin meningkatkan performa sasis dengan mengurangi getaran, karena ada cukup banyak keluhan tahun lalu. Dan juga meningkatkan stabilitas motor, khususnya di sirkuit berkecepatan tinggi seperti Essen atau Phillip Island.
” Dan, seperti yang dikatakan Gigi, kami akan menghadirkan, dengan bangga saya katakan, versi terakhir dan lebih canggih dari perangkat ride-high kami sebelum larangan tahun depan. Tapi bukan hanya itu. Dalam olahraga motor, kecepatan tertinggi sangat penting.
” Kami telah berupaya meningkatkan performa mesin meskipun mesin mengalami pembekuan, dengan mengerjakan tiga komponen seperti asupan udara untuk meningkatkan aliran udara dan sumber daya. Dan juga pelumas dan oli.
Spesifikasi. Dan yang terakhir, seperti biasa, kami akan menghadirkan paket aerodinamis baru yang akan meningkatkan kecepatan tertinggi dengan mengurangi hambatan udara.
” Dan juga meningkatkan downforce untuk membantu pembalap kami dalam akselerasi keluar tikungan dan juga kecepatan menikung. Jadi, saya tidak sendirian di sini untuk menceritakan kisah ini. “
1. Sasis: Solusi “Anti-Vibrasi” dan Kestabilan High-Speed
Ternyata, meskipun GP25 sangat dominan, para pembalap masih sering mengeluhkan masalah getaran (vibrasi) di area sasis. Barana mengungkapkan bahwa fokus utama pada sasis GP26 adalah:
-
Mereduksi Vibrasi: Perubahan pada rigiditas sasis untuk menghilangkan gangguan yang sering dikeluhkan musim lalu.
-
Stabilitas Kecepatan Tinggi: Fokus khusus diberikan agar motor lebih tenang saat dipacu di sirkuit “mengalir” dan super cepat seperti Assen (Belanda) dan Phillip Island (Australia). Tujuannya agar pembalap tidak perlu berjuang melawan motor saat masuk ke tikungan cepat.
2. “The Last Dance” Perangkat Ride-Height
Tahun 2026 adalah tahun terakhir penggunaan Ride-Height Device (RHD) sebelum dilarang total pada era 2027. Menariknya, Ducati justru “all-out” di sini.
-
Barana menegaskan mereka akan membawa versi paling canggih dan mutakhir dari sistem RHD di GP26.
-
Ini adalah puncak evolusi teknologi mekanik-hidrolik Ducati sebelum perangkat ini menjadi barang museum. Harapannya, launch dan akselerasi GP26 akan semakin tak tertandingi musim ini.
3. Mesin: Mencari Celah di Tengah “Engine Freeze”
Meskipun ada aturan pembekuan mesin (engine freeze), Barana tidak kehabisan akal untuk meningkatkan performa top speed. Karena bagian internal mesin tidak boleh diutak-atik secara drastis, Ducati fokus pada komponen pendukung:
-
Air Intake: Optimalisasi saluran udara masuk untuk memperbaiki aliran udara (airflow) menuju ruang bakar. Lebih banyak udara berkualitas berarti pembakaran lebih efisien dan power meningkat.
-
Lubricant & Oil: Kerja sama dengan mitra teknis (Shell) menghasilkan spesifikasi pelumas dan oli baru yang didesain khusus untuk mengurangi gesekan internal, sehingga energi yang hilang menjadi panas bisa dikonversi menjadi tenaga di roda belakang.
4. Aerodinamika: Mengurangi Drag, Menambah Downforce
Paket aero GP26 kembali berevolusi dengan target ganda yang seringkali bertolak belakang:
-
Mengurangi Drag (Hambatan Angin): Desain fairing dibuat lebih licin untuk mengejar top speed yang lebih tinggi di trek lurus.
-
Meningkatkan Downforce: Di sisi lain, winglet dan profil aero baru dirancang untuk memberikan tekanan ke bawah yang lebih besar. Ini sangat krusial untuk:
-
Membantu akselerasi saat keluar tikungan (wheelie control).
-
Meningkatkan kecepatan di tengah tikungan (cornering speed).
-
Secara garis besar, Ducati GP26 adalah puncak penyempurnaan dari konsep motor MotoGP 1.000cc sebelum beralih ke 850cc.
Tabel Kesimpulan Update GP26
| Komponen / Fitur | Ducati Desmosedici GP25 | Ducati Desmosedici GP26 (Evolusi) |
| Fokus Sasis | Performa umum yang dominan. | Reduksi Vibrasi & Stabilitas di sirkuit high-speed (Assen/Phillip Island). |
| Ride-Height Device | Versi pengembangan reguler. | Ultimate Version: Versi paling canggih sebelum pelarangan di 2027. |
| Suplai Udara (Intake) | Desain standar 2025. | Optimasi Air Intake: Desain baru untuk meningkatkan airflow ke mesin. |
| Efisiensi Mesin | Pelumas standar kompetisi. | New Lubricant & Oil: Spesifikasi khusus untuk kurangi gesekan internal (Source Power). |
| Aerodinamika | Fokus pada Downforce. | Dual-Target Aero: Mengurangi Drag (Hambatan) tapi menambah Downforce. |
| Output Performa | Sangat stabil & kencang. | Top Speed lebih tinggi & Cornering speed yang lebih tajam. |
Barana secara cerdik memperbaiki kelemahan minor (vibrasi) sambil tetap menekan batas maksimal di area yang menjadi kekuatan Ducati (Aero, RHD, dan Top Speed).
Jika stabilitas di sirkuit seperti Phillip Island sudah teratasi, rasanya GP26 akan menjadi paket yang sangat menakutkan bagi kompetitor lain. Bagaimana menurut sobat sekalian? Apakah paket “perpisahan” RHD ini akan membuat Ducati menyapu bersih gelar di 2026? Silakan tulis opinimu di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog











Catatan top speed Ducati sepanjang musim 2025 lalu seringkali hanya menempati urutan ketiga dihampir semua sirkuit kalah dari KTM & Aprilia. Itu karena doktrin pengembangan Ducati dalam dua musim terakhir lebih fokus pada akselerasi, deselerasi, dan keseimbangan secara keseluruhan (Tidak fokus pada top speed seperti dulu) sehingga para pesaingnya kini sudah mampu melampaui Ducati dalam hal top speed