Detail Track Inspection Part 2 Mandalika 2026: Dari Misteri 530 Titik Patching Aspal Hingga Proteksi ‘Saraf’ Optik!

TMCBLOG.com – Sob, Kali ini kita akan membedah lebih dalam mengenai apa yang terjadi di balik layar Pertamina Mandalika International Circuit. Melalui laporan Track Inspection bagian kedua yang dilakukan langsung oleh Dirut MGPA, Priandhi Satria, terungkap betapa detail dan rumitnya memelihara sirkuit kelas dunia agar tetap dalam kondisi grade A.

Berikut adalah poin-poin penting yang berhasil TMCBlog rangkum untuk Sobat Sekalian ;

1. Rahasia di Balik Warna Marka Aspal

Mungkin selama ini kita melihat warna-warni di pit lane hanya sebagai pemanis mata. Namun, Pak Andhi menjelaskan bahwa setiap warna adalah instruksi krusial bagi pembalap:

  • Hijau & Hitam: Pembatas tegas antara jalur aktif kendaraan di pit lane dengan area terlarang.

  • Merah & Putih: Penanda setelah garis putih di mana kendaraan hanya diperbolehkan melintas untuk keperluan parkir masuk ke area paddock.

2. Masalah “Patching” dan Musuh Utama Aspal: Air

Salah satu temuan menarik adalah adanya pengelupasan cat dan gerusan pada lapisan aspal. Menariknya, Pak Andhi menyebutkan bahwa pada musim MotoGP 2025 lalu saja, terdapat hampir 530 titik yang harus di-patching (ditambal sulam).

Apa penyebabnya?

  • Intensitas Tinggi: Sirkuit tidak pernah sepi. Ada Mandalika Racing Series, Yamaha Sunday Race, hingga Track Day.

  • Insiden Balap: Motor yang terjatuh atau injakan footstep pembalap saat bermanuver bisa menyobek lapisan aspal.

  • Faktor Cuaca: Air hujan adalah “musuh” tersembunyi. Jika aspal sobek sedikit saja, air akan masuk ke pori-pori batuan, membentuk genangan di dalam, dan membuat batuan menjadi rapuh serta meluas.

Oleh karena itu, MGPA melakukan patching dan pengecatan ulang lebih awal di Januari 2026 ini agar air hujan tidak meresap ke dalam pondasi lintasan.

3. Menjaga “Saraf” Sirkuit: Fiber Optik

Sirkuit modern adalah sirkuit digital. Di balik pit wall, terdapat jalur kabel Fiber Optik yang sangat vital. Kabel inilah yang mengirimkan data untuk:

  • Digital Flag (bendera elektronik).

  • Sensor Track Limit.

  • Panel informasi pada Gantry.

Meskipun kabel yang digunakan adalah tipe outdoor, paparan sinar UV matahari dan hujan di Lombok yang ekstrem bisa membuat kabel menjadi getas. Sekali kabel ini patah (misal karena terinjak), sensor di ujung lintasan akan mati total. Solusinya? MGPA kini merapikan dan menutup kabel-kabel tersebut di dalam dinding agar lebih terlindung.

4. Keamanan: Tidak Hanya Sekadar Ada

Aspek safety juga diperketat. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Mandalika tidak hanya diletakkan begitu saja.

  • Setiap titik dilengkapi signage yang jelas bagi kru dan pembalap.

  • Prosedur Unik: Khusus pemadam bubuk (ABC Powder) 6kg, setiap tiga bulan sekali petugas harus memutar dan mengocok tabung tersebut. Tujuannya agar bubuk di dalamnya tidak menggumpal, sehingga saat dibutuhkan, alat berfungsi 100%.

5. Area “Slim Door” yang Kini Lebih Mencolok

Terakhir, ada perubahan visual di area slim door. Jika dulu berwarna beton (abu-abu), kini dicat Oranye. Hal ini dilakukan untuk memberikan peringatan visual yang tegas bagi rekan-rekan media atau fotografer agar tidak sembarangan berdiri atau membuka pintu di area tersebut demi alasan keselamatan.

Langkah MGPA melakukan inspeksi dan perbaikan di awal tahun 2026 ini adalah strategi preventif yang cerdas. Daripada menunggu hingga menjelang race besar seperti MotoGP, perbaikan dini akan mencegah kerusakan kecil (seperti sobekan aspal) menjadi masalah besar akibat cuaca. Mandalika bukan sekadar sirkuit yang dibangun lalu ditinggal, tapi sebuah aset yang membutuhkan ketelitian “mikro” dalam perawatannya.

Silakan dikomentari, Sobat sekalian. Apakah menurut Anda perawatan rutin seperti ini sudah cukup untuk menjaga kualitas aspal Mandalika tetap prima untuk musim 2026?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

1 COMMENT

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP