Selamat pagi, siang, dan malam, Sobat sekalian! Kembali lagi kita akan mengunyah-ngunyah informasi teknis seputar dunia balap kasta tertinggi, apalagi kalau bukan MotoGP. Kali ini ada insight menarik yang ditulis oleh jurnalis kawakan Mat Oxley mengenai masa depan MotoGP di tahun 2027, saat ban Pirelli resmi menggantikan Michelin.
“MotoGP akan menjadi kategori yang benar-benar berbeda di tahun 2027,” ungkap salah seorang engineer MotoGP kepada Mat Oxley. Mesin lebih kecil (850cc), downforce aerodinamika dipangkas, dan hilangnya perangkat ride-height adjuster (RHD) akan mengubah cara kerja motor secara drastis. Namun, banyak engineer sepakat: Perubahan terbesar sebenarnya bukan di regulasi teknis motornya, tapi di pergantian penyuplai ban.
Yuk, kita bedah poin-poin penting dari rencana Pirelli untuk MotoGP 2027 ini sob :
1. Ban Adalah Segalanya
Seperti yang ditegaskan Direktur Teknis Yamaha, Max Bartolini, “Pada akhirnya, seluruh permainan ini adalah tentang bagaimana membuat ban bekerja—hal-hal lain tidak akan berarti jika ban tidak sinkron.”
Pirelli sudah memulai tes MotoGP pertamanya di Misano September lalu dan akan terus melakukan pengujian sepanjang tahun 2026. Awalnya dengan test rider pabrikan, baru kemudian dengan pembalap reguler. Karena Pirelli sudah menjadi penyuplai di WSBK sejak 2004, basis pengembangannya tentu berakar dari sana, namun disesuaikan dengan pelek MotoGP yang lebih lebar (depan 4 inci/belakang 6,5 inci).
2. Rencana Kembalinya Ban Kualifikasi (Q-Tyre)
Ini kabar gembira buat fans lama MotoGP! Pirelli membuka peluang untuk menghadirkan kembali ban kualifikasi (super-grip) yang sudah hilang sejak era kompetisi ban terbuka berakhir di 2008. Tujuannya? Memberikan lap time yang luar biasa spektakuler saat sesi kualifikasi.
Selain itu, Pirelli berencana untuk perlahan-lahan menghapus aturan tekanan ban (tyre-pressure rule) yang saat ini banyak dibenci karena sering memberikan penalti. Rencananya, aturan ini tetap ada di 2027 (dengan standar Pirelli), dan jika semuanya lancar, akan dihapus total pada 2028.
3. Belajar dari Kesuksesan di Moto2 dan Moto3
Sobat bisa lihat buktinya di Moto2 tahun lalu. Sejak Pirelli masuk menggantikan Dunlop, angka kecelakaan turun drastis hingga 35%, rekor lap time pecah di mana-mana, dan kualitas balapan meningkat. Rahasianya? Feedback atau umpan balik yang diberikan ban Pirelli ke tangan pembalap sangatlah jelas.
Berikut adalah beberapa poin penting dari obrolan Giorgio Barbier dengan Mat Oxley:
Karakter dan DNA Pirelli
Giorgio Barbier ( Manager Balap R2 Pirelli ) kepada Mat Oxley menekankan bahwa target utamanya adalah memberikan ban dengan “Pirelli DNA”. Ban depan Pirelli dikenal punya karakter yang sedikit “melentur” (deflection/squish) untuk memberikan feeling yang kuat kepada pembalap.
“Ban depan harus bisa berkomunikasi dengan pembalap secara benar. Terkadang saya melihat di MotoGP saat ini, ban depan ‘menghilang’ (kehilangan grip) begitu saja tanpa peringatan. Saya ingin ban depan memberikan feedback, sehingga pembalap tahu seberapa besar mereka bisa menekan limitnya.” Begitu Kata Barbier
Perubahan Gaya Balap
Menurut Barbier, dengan ban Pirelli, cara pembalap masuk ke tikungan mungkin akan berubah. Jika sekarang mereka mengerem sangat keras lalu langsung merebahkan motor (flick into corner), dengan Pirelli mereka mungkin akan mengerem sedikit lebih dalam dan lebih lama masuk ke dalam tikungan.
Tekanan Ban yang Berbeda
Pirelli menggunakan tekanan ban yang lebih tinggi dibandingkan Michelin saat ini. Pabrikan harus beradaptasi dengan mentalitas ini. Masalah suhu ban akibat aerodinamika dan rem karbon juga menjadi perhatian, namun hasil tes di Misano menunjukkan hasil yang positif.
Fokus pada Durabilitas Ban Belakang
Untuk ban belakang, tantangannya adalah jarak tempuh balapan MotoGP yang lebih panjang dari WSBK. Pirelli fokus agar ban tetap stabil sepanjang balapan dan menghindari masalah overheating (suhu berlebih).
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi tim penguji. Mereka akan menempuh ribuan kilometer untuk memahami karakter ban Pirelli sebelum benar-benar bertarung di 2027 dengan mesin 850cc. Pabrikan yang paling cepat paham bagaimana cara “berkomunikasi” dengan ban Pirelli, dialah yang akan mendominasi di era baru nanti.
Sobat sekalian, apakah menurutmu transisi ke Pirelli ini akan membuat MotoGP jauh lebih seru dan minim drama tekanan ban?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog








Toprak akan berbicara banyak nih insyaallah
Dan skg ..biar kan dlu fans2 ketoprak yg byk bicara… bgitu 2027 hsilny hny bs d blkg…. alibinya adalah motor Yamaha yg bapuk 😄😄😄😄😄😄
Fyuhh,gw kira ada aturan baru lagi harus masuk pitlane minimal sekali,biar mirip f1
Rider dengan riding style agresif bakal bersinar nih pake pirelli
ban ajaib sih memang. Pakai di vario karbu 110 saya, emang betul2 kerasa bedanya dengan ban yang lebih murah.
squishiness betul2 terasa. asal tekanan ban pas.
dari variabel tekanan yg lebih tinggi lumayan meyakinkan ya kualitas Pirelli > Michelin