TMCBLOG.com – Bagi penggemar Honda (HRC), melihat klasemen MotoGP beberapa musim terakhir mungkin terasa seperti menonton film horor yang tidak kunjung selesai. Pabrikan raksasa Jepang ini seolah kehilangan arah di tengah dominasi “pesawat tempur” roda dua milik pabrikan Eropa.
Namun, jurnalis kawakan Mat Oxley baru saja merilis ulasan menarik di Motorsport Magazine. Intinya? 2027 bukan sekadar perubahan angka, tapi “tali penyelamat” (lifeline) terbesar bagi Honda untuk kembali ke puncak.
Mengapa demikian? Mari kita bedah poin-poin krusial dari pandangan bos teknis HRC dan Mat Oxley.
1. Mesin 850cc: Kembali ke Akar “Engine Power”
Mulai 2027, kapasitas mesin akan turun dari 1000cc ke 850cc. Sepintas terdengar seperti penurunan performa, tapi bagi HRC, ini adalah area di mana mereka memiliki DNA pemenang.
-
Karakteristik Baru: Mesin 850cc akan memiliki bore yang lebih kecil (75mm). Ini berarti mesin akan berputar lebih tinggi dan lebih sulit dikendalikan.
-
Tantangan Insinyur: Mat Oxley menyoroti bahwa menciptakan tenaga dari kapasitas yang lebih kecil tanpa bantuan elektronik yang terlalu “pintar” adalah keahlian tradisional Honda.
2. “Less Easy, More Challenging” – Kembalinya Peran Rider
Pernyataan menarik datang dari Romano Albesiano, Direktur Teknis baru Honda (yang dibajak dari Aprilia). Ia menyebut bahwa motor MotoGP saat ini “terlalu mudah” dikendarai karena stabilitas aerodinamika dan perangkat elektronik.
Pada musim 2027:
-
Aerodinamika dipangkas 30-50%: Efek “nempel di aspal” akan berkurang drastis.
-
Ride-Height Device Dilarang: Tidak ada lagi sistem yang membuat motor ceper saat keluar tikungan.
-
Wheelie Kembali Hadir: Motor akan lebih banyak “melompat” dan goyang.
Kenapa ini kabar baik buat Honda? Karena motor yang “sulit” membutuhkan feedback teknis yang presisi—sesuatu yang selama ini menjadi kekuatan sistem kerja HRC. Honda ingin motor yang menuntut skill fisik pembalap, bukan motor yang melaju seperti di atas rel karena bantuan aero.
3. Penghapusan Perangkat “Ajaib” (Holeshot & Ride-Height)
Salah satu alasan Ducati begitu dominan adalah keunggulan mereka dalam teknologi mekanikal-elektronik seperti holeshot device. Dengan pelarangan total perangkat ini di 2027, semua riset mahal Ducati di area ini akan menjadi ‘sampah’.
Ini adalah tombol reset total. Semua pabrikan mulai dari nol. Honda tidak lagi harus mengejar ketertinggalan riset aero selama 5 tahun; mereka cukup memulai proyek baru di garis start yang sama dengan yang lain.
4. Transfer Otak: Efek Albesiano dan Kawauchi
Mat Oxley menggarisbawahi bahwa Honda tidak lagi keras kepala. Perekrutan Ken Kawauchi (eks Suzuki) dan Romano Albesiano (otak di balik bangkitnya Aprilia) menunjukkan bahwa HRC sedang membangun “tim impian” untuk menyambut 2027.
Albesiano membawa filosofi Eropa yang lincah, sementara Honda menyediakan sumber daya finansial dan fasilitas manufaktur yang tak terbatas di Jepang.
“Motor 2027 akan lebih banyak melakukan pitching (gerakan depan-belakang). Pembalap harus bekerja lebih keras secara fisik. Ini akan mengembalikan esensi balap motor yang sesungguhnya.” — Romano Albesiano via Mat Oxley.
Sabar, Ini Strategi Jangka Panjang
Bagi kita yang menonton sekarang, mungkin frustrasi melihat Joan Mir atau Luca Marini kesulitan menembus 10 besar. Namun, seperti yang diulas Oxley, fokus Honda saat ini kemungkinan besar sudah terbagi atau bahkan lebih berat ke proyek 2027.
Jika regulasi baru berhasil mengurangi efek aero dan mengembalikan kontrol ke tangan pembalap, jangan kaget jika logo sayap tunggal kembali terbang tinggi.
Taufik of BuiteZorg | @tmcblog


Joss wak
Jika Honda malah khawatir dengan rider-nya, berarti memang benar skill mir joan memang amatir jurdun karbitan,apalagi skill marini lebih parah 😁
Itu masih perkiraan mat oxley, tp ingat ecu dh homologasi, peta persaingan mnurut saya masih mirip2 aja (ducati on top)
Ducati emang mungkin punya basis top end power yang bengis meskipun cmn 850cc. Tapi tanpa rhd dan holeshot akan percuma, mungkin akan balik ke era Capirossi dan Stoner
makanya mrk sangat butuh MM untuk jd joki kuda liarnya.. sama spt kuri2 boy…
tapi kyknny marc butuh motor “nyaman” mengingat usia dan kondisi fisiknya saat ini
Bener juga sih. Tapi di masa kejayaan hando, saat ini hanya marc yg masih aktif. Jadi kemungkinan dia juga akan menaklukkan ke-manualan ducati.
Ruh balap memang mengarwahi nm besar HRC…tp itu dulu era soichiro honda, sekarang yaaa gitu deh, smoga smuanya jd lbih baik aja , tontonan lebih mnarik cucuk2 an sm smua psrta blap…sngat mnynangkan dn bnyk yg mnantikan jika sayap sengkleh bs terbang tinggi kmbali
mesin berkitir lebih tinggi dr yg sekarang, beban puntir inersia jg akan bertambah. dg bobot motor yg “mungkin” akan lebih ringan.. pabrikan adu teknologi.. motor jadi lebih buas.. semakin menarik untuk di lihat sepanjang balapan. kedepan akan lebih banyak ban belakang ngepot membentuk racing line saat keluar tikungan
Dengan kondisi regulasi 2027,dengan melihat para rider yang berlaga sekarang, sepertinya mm93 paling siap, asalkan tidak cidera lagi
Yakin kapasitas rider ndaho punya skill dewa jinakin kuda liar 2027
Kalau bukan MM, minimal si El Who lah yg mgkin bisa brutal bawa motor nyeleng… kayaknya seh.. kl lainya ya.. bakal 11-12 spt musim 2013-2019 honda
iya power lebih kecil motor lebih ringan harusnya mereka semua lebih gokil ridingnya.
Sungguh terseok
Yg jelas yg muda fisiknya fresh bakal sering naek podium 2027. Buat smua rider 2026 jgn pada cidera parah deh. Bakal ancur 2027 nerima motor “rigid” lagi bakal terkaget2 ehehehe
Waktunya Toprak unjuk skillnya 🏍️💨💨💨
Justru kalo melihat sejarah yang bisa duluan perform itu yamaha (3champion), dukati (1champion), dan Honda pun baru bisa menang di akhir era 800 (1champion)
disaat itu hanya daped26 yang bisa bercokol ganggu rossi dan stoner
pokoknya kembalikan seperti era 2007/2008
begimane ceritanye
di era 4tak sblm ecu pirelli, honda kan sangat bisa menjinakkan itu power motor karena kekuatan elektronik inhouse nya uhuk uhuk asimo. Marc dari musim ke musim selalu diwarnai berita elektronik budgetnya fantastis kok. Makanya dibuat ecu homologasi saat itu yg rada primitif makanya honda juga struggle di awal
Bisa di pastikan king Luca bakal di coret tahun depan. Yg dmna kita tau,gaya balap nya terlalu smooth,bukan ala ala balap dari HRC..
menciptakan tenaga dari kapasitas yang lebih kecil tanpa bantuan elektronik yang terlalu “pintar” adalah keahlian tradisional Honda
ini masuk ke statement keras dari HRC sih..