TMCBLOG.com – Setelah kita ketahui bersama dimana Alex Marquez tampil sebagai Yang tercepat di siang hari, Namun ketika hadir sesi Time attack di akhir sesi kedua hari Pertama Tes Official Sepang MotoGP 2026 adalah Marc Marquez yang berhasil menjadi yang tercepat.
Marc Torehkan laptime tercepat 1:57,018 atau sekitar 0,7 detik lebih alambat dari rekor sirkuit 1:56,337 atas nama Pecco Bagnaia yang ditorehkan di tahun 2024. Ini bukan sekadar angka sembarangan, walaupun tentu hasil tes adalah un-official, namun ini adalah Personal Best alias rekor tercepat yang pernah Marc torehkan di Sepang sepanjang kariernya.
Yang bikin geleng-geleng kepala adalah konteks di balik laptime tersebut. Marc kembali menunggangi Ducati Desmosedici GP tepat 121 hari setelah insiden horor di Mandalika tahun lalu. Ingat kan? Cedera bahu yang kompleks, operasi besar, melewatkan seri-seri akhir 2025, hingga absen di Tes Valencia yang krusial itu.
Banyak ahli medis yang awalnya memprediksi Marc butuh waktu minimal 150 hari untuk sekadar bisa kompetitif lagi di atas motor MotoGP. Namun, Marc hanya butuh 121 hari untuk bukan cuma “bisa balapan”, tapi langsung jadi yang tercepat di grid. Unbelievable!
Tanpa Bantuan Regulasi “Test Martin”
Ada detail menarik secara regulasi yang ingin TMCBlog garis bawahi. Sebenarnya, ada aturan baru yang sering disebut “Test Martin” (merujuk pada regulasi untuk pembalap yang baru pulih dari cedera panjang agar bisa melakukan tes privat tambahan).
Namun, Marc tidak bisa memanfaatkan jatah tersebut. Kenapa? Karena terbentur aturan “Test Ban Period” alias periode larangan tes di musim dingin yang tidak bisa dilanggar. Jadi, Marc praktis datang ke Sepang dengan kondisi “buta” tanpa pemanasan privat sebelumnya di atas motor prototipe.
Progresif: Dari Automatisme ke Time Attack
Pagi hari di Sepang, Marc tidak langsung gas pol. Fokus utamanya adalah mencari kembali “Automatisme”—refleks dan memori otot yang sempat hilang selama 4 bulan absen. Menariknya, pada run kedua saja, dia sudah tercatat sebagai pengguna Ducati tercepat di lintasan.
Baru kemudian di penghujung sesi sore, Marc melakukan simulasi Time Attack. Dan hasilnya? Sebuah tamparan keras bagi rival-rivalnya. Di saat pembalap lain masih sibuk mencari base-setup motor 2026 mereka, Marc yang baru sembuh langsung mendikte jalannya tes.
Kencangnya Marc di hari pertama ini mengirimkan pesan kuat. Meskipun dia melewatkan pengembangan awal GP26 di Valencia, adaptasinya terhadap evolusi Desmosedici sangatlah kilat. Sepertinya “The Baby Alien” sudah benar-benar kembali ke mode predator. Pertanyaannya sekarang: apakah kondisi fisiknya sanggup bertahan untuk simulasi race di hari kedua dan ketiga nanti?
Di Giannantonio berada di posisi kedua pada hari pertamanya di tahun 2026. Dengan meraih posisi 1-2 untuk Ducati, serangkaian lap terakhir pembalap bernomor #49 itu sempat membawanya ke posisi pertama, namun akhirnya terpaut 0,256 detik dari posisi teratas.
Maverick Viñales membawa Red Bull KTM Tech3 ke posisi ketiga secara keseluruhan setelah nge-gas di akhir balapan, dengan gaya khas #12. Ia juga memuji kerja tim dan pabrikan dalam sesi evaluasinya, mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam waktu yang lama ada perubahan kunci yang benar-benar bisa dicoba. Pabrik asal Austria ini memiliki sasis baru, lengan ayun baru, dan aerodinamika baru untuk dicoba, dan Viñales mengatakan ia akan mencoba Sasis baru pada hari Rabu.
Melengkapi deretan pembalap Ducati adalah satu-satunya motor Gresini yang dikendarai Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP), yang memimpin sesi pembuka tetapi merupakan satu-satunya pembalap di 13 besar yang tidak memperbaiki catatan waktunya di sore hari. Namun, ia adalah pemenang Grand Prix terbaru di Malaysia.
Bezzecchi mengakhiri hari sebagai pembalap Aprilia terbaik di posisi ke-5, hanya terpaut sekitar setengah detik dari waktu tercepat Marc Marquez. Secara keseluruhan, pembalap Italia itu menikmati hari yang positif setelah kembali mengendarai motornya, dengan Aprilia menggunakan beberapa komponen baru, termasuk unit ekor baru dan sayap jok yang lebih besar, serta lengan ayun baru.
Salah satu kejutan di hari pertama adalah penampilan tim pabrikan Honda yang diperkuat Luca Marini (Honda HRC Castrol) dan rekan setimnya, Joan Mir. Keduanya melanjutkan performa apik tim uji coba di Shakedown Test untuk menempatkan diri di tujuh besar, dengan Marini sedikit mengungguli Juara Dunia 2020. Lebih cepat lebih dari setengah detik dibandingkan uji coba tahun lalu, kemajuan Honda terlihat jelas.
Silahkan sobat sekalian tuliskan pendapatnya di kolom komentar. Apakah ini pertanda dominasi total Marc di 2026, ataukah pembalap lain sengaja “menyimpan kartu”?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Ciamik Pecco
Top speed M1 masih mengkhawatirkan
`waduh gimana nih kalo sampe marq juara dunia lagi
Tanda tanda jadi
Penasaran komentar toprak dengan ketatnya di motogp
Kirain tumpul ternyata di jam jam akhir masih setajam Zulfiqar
Ini masi mengembalikan feeling
yavh kalu tidak aral melintang, mm msh calon kuat jurdun 2026
Nunggu adaptasi toprak
Hasil sementara dari engine kena CEKEK :
M1i4 2025 (1:57:195).
M1V4 2026 (1:57:869).
✌✌✌🤦♂️🤦♂️🤦♂️
Om akang ditunggu komennya
Moreira…gassss…
Mudah buat marc naklukin desmo setelah bertahun2 jinakin liarnya rcv.
MM93 adalah kandidat terkuat jurdun 2026, hanya crash fatal yang dapat menghalanginya.
2026 dia tidak akan sedominan 2025, aprilia dan honda berkembang sangat banyak yang semakin dekat dengan level dukati.
Kan sudah guwa kandanin si ngkosta cuman overrated saja dia itu
Mana pemuja Toprak wkwkwk
✓Wajar kan baru pertama kali naik mesin moto gp
✓ kan mesin yamama v4 baru lahir
Begitulah kata pemuja nya
Sampai lupa sejarah Ben spies, baylis,Edward, Crutchlow juga mantan rider WSBK yg naik ke MotoGP😁
wsbk rame karena toprak dan dia menghibur bos apalagi dia orang turki
Fokus Yang dibahas qtt bukan aktor
Tak tambahin james toseland 🙂
gw sih termasuk yg ngarep juga ya ke toprak. setelah marc tentunya.
Masih penasaran sama KTM. Karena Vinales juga gak ngepush di awal sesi, baru ngepush di akhir2 sesi. Malah kaget dengan Acosta yang ngepush di awal sesi tapi malah gak ngepush di akhir sesi, apakah Acosta nyoba ngejar race pace saja?
the last alien
gk sia2 vinales bayar personal trainer. kykny yg paling prepare buat musim ini neng vina y
Selama ada Marc, motor yg kompetitif dan tidak cedera fatal jangan harap pembalap lain bisa juara dunia