TMCBLOG.com – Sobat sekalian, jagad balap Asia (ARRC) kembali diguncang berita besar yang sebenarnya sudah sangat dinanti-nantikan clue finalnya. Melalui pengumuman resmi terbaru, Andi Farid Izdihar atau yang akrab kita sapa Andi Gilang, dipastikan akan membalap di kelas bergengsi ASB1000 musim 2026 menggunakan “senjata” asal Bologna, Ducati Panigale V4R.
Ini bukan sekadar perpindahan pembalap biasa, melainkan sebuah manuver strategis yang sangat menarik untuk kita bedah lebih dalam ala tmcblog. Mari kita kunyah-kunyah sedikit informasinya sob…
Kode Keras Sejak di Mandalika
Sebenarnya, jika sobat jeli memantau pergerakan bursa transfer setelah Gilang resmi berpisah dengan Astra Honda Racing Team (AHRT), tanda-tanda “belok” ke pabrikan Italia ini sudah terendus cukup lama.
Beberapa waktu lalu, Gilang tertangkap kamera sedang melakukan sesi latihan atau track day di Sirkuit Mandalika menggunakan Ducati Panigale V4S milik NitiRacing. Saat itu, spekulasi langsung liar berkembang. Mengapa Gilang yang identik dengan Honda selama bertahun-tahun tiba-tiba berada di atas sadel Panigale?
Ternyata, itu adalah masa adaptasi awal bagi Gilang untuk mengenal karakter mesin V4 Ducati yang sangat berbeda secara DNA dengan CBR1000RR-R yang ia gunakan sebelumnya. Saat itu Gilang Pkaai BMW dan Ducati dan ia lebih sreg ke Ducati . . wahhh Sinyaaalll ni
The Real Dream Team: Dua Juara Asia Bersatu
Yang membuat musim 2026 nanti akan sangat panas adalah komposisi line-up tim ini (JDT Racing Team). Bayangkan sob, mereka menggabungkan dua talenta terbaik di Asia Tenggara bahkan level dunia dalam satu tenda: Hafizh Syahrin dan Andi Gilang.
-
Hafizh Syahrin: Mantan pembalap MotoGP dan WorldSBK yang sudah memiliki segudang pengalaman internasional dan status Juara Asia.
-
Andi Gilang: Mantan pembalap Moto2 dan Moto3, serta Juara Asia kelas SS600 yang dikenal memiliki riding style sangat halus namun mematikan.
Keduanya adalah Juara Asia. Menyatukan mereka di atas Ducati Panigale V4R—motor yang saat ini dianggap sebagai benchmark di kategori Superbike—adalah definisi nyata dari sebuah Dream Team. JDT Racing tidak main-main dalam ambisinya menguasai takhta ASB1000.
Adaptasi dari Inline-4 ke V4
Bagi Andi Gilang, tantangan terbesarnya adalah transisi teknis. Sebagian besar kariernya di kelas besar dihabiskan bersama Honda yang menggunakan konfigurasi mesin Inline-4. Sekarang, ia akan menghadapi Panigale V4R yang memiliki karakter mesin V4 Desmosedici Stradale R.
Kelebihan Ducati ada pada top speed, kestabilan saat pengereman, dan elektronik yang sangat maju. Gilang, dengan gaya balapnya yang presisi, diprediksi tidak akan butuh waktu lama untuk menyatu dengan V4R. Apalagi dengan adanya Hafizh Syahrin di sisi lain garasi, proses berbagi data (data sharing) akan sangat mempercepat pengembangan motor untuk menyesuaikan dengan gaya Gilang.
Jalan Masih Panjang
Langkah Andi Gilang ke Ducati adalah babak baru yang sangat positif bagi kariernya. Keluar dari zona nyaman setelah bertahun-tahun bersama pabrikan Jepang menunjukkan rasa lapar Gilang akan gelar juara di kelas tertinggi ARRC.
Dengan dukungan teknis motor juara dunia dan rekan setim sekaliber Hafizh Syahrin, rasanya tidak berlebihan jika kita menjagokan Andi Gilang sebagai salah satu kandidat kuat juara ASB1000 musim 2026.
Bagaimana opini sobat sekalian? Apakah duet “Dua Juara Asia” ini akan menyapu bersih podium ARRC tahun depan? Silahkan tulis pendapat sobat di kolom komentar.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Mereka udah sering latihan bareng juga
Dukati bukannya produksi eropa ya, emang boleh?
Asb = asia superbike, boleh pake produksi manapun, kalo ap = asia production, hanya motor produksi asia. cmiiw
Asia yg dimaksud kayaknya wilayah balap2 yg diselenggarakan di sirkuit region asia
Markus reiterberger pake motor Bavaria aja bisa tanding di ARRC
Kirain bakal masuk timnya Dimek dan Gery
Semangat Desmo
Kok masih yg lama,ga pake yg swing arm normal terbaru
2026 Bakal semangat nonton kelas asb+ moto3