TMCBlog.com – Bro sekalian, di sela-sela kesibukan tes Sepang, ada satu insight menarik yang terlontar dari mulut Davide Brivio, Team Principal Trackhouse Aprilia. Pria yang masa lalunya punya pengalaman unik memegang peran kunci di MotoGP (Yamaha, Suzuki) dan Formula 1 (Alpine) ini memberikan pandangan yang cukup tajam—dan bisa dibilang sangat logis—mengenai format race weekend MotoGP saat ini, khususnya mengenai sesi hari Jumat.
Brivio merasa bahwa format saat ini terlalu kejam dan single-point-of-failure.
Format Jumat yang “KEJAM”
Inti kritik Brivio ada pada sesi Practice (PR) di Jumat sore. Seperti kita tahu, sesi ini adalah penentu siapa yang lolos otomatis ke Q2 dan siapa yang harus berdarah-darah di Q1. Masalahnya, hasil kualifikasi ini dipakai untuk dua balapan sekaligus: Sprint Race dan Main Race (Ahad).
Menurut Brivio, “Format Jumat sore itu salah.” Alasannya? Tekanannya terlalu besar dan risikonya tidak sebanding.
“Anda tidak bisa mempertaruhkan seluruh Grand Prix hanya dalam satu hari,” ujar Brivio. Bayangkan, jika seorang pembalap mengalami masalah teknis, yellow flag, atau crash di Jumat sore sehingga gagal masuk 10 besar, efek dominonya merusak seluruh akhir pekan.
Mereka harus mulai dari Q1, dan jika gagal lolos Q2, posisi start mereka akan buruk baik di Sprint maupun di Balapan Utama. Tamat sudah peluang mendulang poin maksimal.
Solusi Brivio: Pisahkan Kualifikasi!
Lantas, apa solusi yang ditawarkan sang manajer kawakan ini? Brivio mengusulkan pemisahan total antara sesi penentuan grid Sprint dan Main Race. Idenya adalah:
-
Jumat: Fokus untuk kualifikasi Sprint Race.
-
Sabtu/Minggu: Ada sesi kualifikasi terpisah yang murni untuk Balapan Utama (Minggu).
Dengan skema ini, akan ada dua grid start yang berbeda. “Jika sesuatu berjalan salah pada Jumat sore, Anda tidak mengkompromikan seluruh akhir pekan,” jelas Brivio.
Secara analitis, ide Brivio ini punya dua keuntungan besar:
-
Sporting Fairness: Pembalap punya kesempatan kedua. Gagal di Jumat, masih bisa fight untuk posisi start bagus di hari Minggu.
-
Entertainment Value: Fans akan disuguhi dua sesi penentuan grid yang berbeda. Bisa jadi pole sitter Sprint beda dengan pole sitter Main Race. Dinamika balapan akan lebih bervariasi.
Kritik Brivio soal format Jumat ini sebenarnya mewakili keluhan banyak pembalap dan teknisi. Saat ini, Jumat sore sudah terasa seperti Qualifying session karena semua orang mengejar lap time demi 10 besar. Akibatnya, waktu untuk setup motor buat long run (simulasi balap) jadi sangat minim.
Jika ide Brivio diterapkan (kualifikasi terpisah), mungkin beban mental di hari Jumat akan tetap ada (untuk Sprint), tapi setidaknya hari Ahad —sebagai menu utama—masih bisa diselamatkan lewat sesi kualifikasi terpisah. Gimana menurutmu sob, setuju format sekarang atau ide Brivio?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




boleh,f1 jg kuali sprint nya di bedakan dgn race
Ngabisin ban dong.
Gimana kalo hasil sprint buat start race aja?
Pasti bakal banyak yg protes,,klo sprint jatoh gmn,,harus start dari belakang dong klo gitu
Klo penentuan grid start diubah ke hompimpa sepertinya akan lbh menarik. Hemat bbm, ban, mileage motor, tenaga rider, crew, resiko crash berkurang, dan saat race benar2 tdk terprediksi..
Ide yang sangat menarik.
Bisa juga dikasih pertanyaan seperti jaman SD dulu, siapa yang bisa jawab boleh pulang pertama.
Sekarang siapa yang bisa jawab, boleh tempati pole position, dst.
Ketat sekali ya
Liberty suka ini, karena semakin ada entertainment
Kalo pembalap gak cape, gw setuju bgt dengan ide beliau.
2x kualifikasi 2x resiko jatuh cedera dan motor rusak mepet buat benerin
Dia tdk mikir spt itu..krn dia g akn pnh ngalami jatuh dr motor dan resiko mengalami cidera…dlm otak ny hny aturan yang bs menguntungkan tim ny lah yg ajn d anggap aturan yang bagus
Sprint race aja dikeluhkan karena nambah capek ini malah ditambahin lagi kualifikasi sprint
saya lebih suka format kualifikasi F1.. Jumat murni mencari setingan, sabtu hari penentuan di waktu dan kondisi yang sama tanpa ini itu.
Semua orang blh Terlalu banyak omg…tp g semua jg omg ny hrs d aplikasi… aturan sdh d buat penyelenggara….tim dan pembalap fokus sja ikut aturan main agar hasil dpt sebaik mungkin..bila tidak tercapai..itu berarti tim dan pembalap ny yg mmg g mampu tampil bagus mengikuti aturan…atau klo mmg keberatan dg aturan yang berlaku…y g usah ikut d balapan yg aturan ny d buat spt itu😄😄😄😄😄
Sprint buat starting grid minggu…
samaaja nambah repot
nambahnambahin sesi = nambahin risiko = borosin ban borosin bensin
kasih kesempatan yang payah untuk improve , menghilangkan advantage pembalap yang jago
Dah bener ga usah ada sprint race, sabtu ff1 ff2 qualifikasi, balapan minggu …..
Jangan lupa regulasi free elektronik inhouse free merek ban…..
Semoga kawasaki dan suzuki ikut lagi…
Dah segera akhiri ducati cup ini…
Itulah makanya banyak rider milih paket motor siap juara aja daripada motor masih pengembangan. Paket juara saat ini ya ducati smua rebutan ambil. Tp kalo passion gak ngejar jurdun alias pengen ngembangin motor doang ato nyari duit doang ya milih motor medioker
Ini juga ngefek ke rebutan kontrak musim depan di awal seri bahkan merubah smua tradisi motogp. Dl kontrak baru gonjang ganjing di sisa seperempat musim. Lalu geser setengah musim. Geser lagi di awal 2 – 4 race awal. Lama2 bicara kontrak pas sesi uji coba awal tahun. Bgtu rider rasa motor busuk, langsung opsi out tim cari laen. Gini amat motogepe