Sobat sekalian, masih ingat dengan pembahasan kita beberapa hari yang lalu mengenai bocoran paten motor listrik murah dari Honda? Nah, kali ini tmcblog akan membawa diskusi tersebut ke level yang lebih visual. Jika sebelumnya kita hanya melihat coretan garis hitam-putih yang kaku khas dokumen paten, kali ini sudah ada olah visual yang diberi warna menggunakan bantuan aplikasi Kecerdasan Buatan. Mari kita bedah bersama bagaimana sosok yang kita duga sebagai Honda Win EV ini jika tampil lebih “hidup”.
Aura Klasik yang Tetap Kental
Melihat gambar di atas, kesan pertama yang muncul adalah: Ikonik. Pemilihan warna hijau tua (British Racing Green atau Hijau ala Win klasik) oleh AI ini seolah mengonfirmasi garis desain yang sangat identik dengan sang legenda “motor pak lurah”, Honda Win 100.
Intip Paten Motor Listrik Murah Honda: Akankah Menjadi Sang “Honda Win EV”?
Mulai dari bentuk lampu depan bulat (44) yang minimalis, suspensi depan teleskopik yang dilengkapi dengan boots atau karet pelindung (15), hingga tangki bantet yang kini beralih fungsi menjadi bagasi atau tempat komponen elektronik (51). Semuanya berteriak “Win”!
Bedah Teknis Visual Paten
Jika kita perhatikan lebih detail pada area yang biasanya diisi oleh mesin pembakaran internal (ICE), kini diisi oleh bongkahan besar yang merupakan paket baterai (nomor 40). Penempatan baterai ini terlihat sangat padat dan mengisi penuh ruang tengah, memberikan pusat gravitasi yang rendah.
Di bagian bawahnya, kita melihat unit motor listrik (12) yang diposisikan secara mid-drive. Ini menarik, karena dengan sistem mid-drive, distribusi bobot akan lebih seimbang dibandingkan model hub-drive (motor di roda).
Tenaga kemudian disalurkan ke roda belakang melalui sistem yang tertutup oleh cover (17), yang kemungkinan besar tetap menggunakan rantai atau belt untuk menjaga durabilitas di medan berat, sesuai dengan DNA Honda Win yang dikenal tangguh.
Komentar terhadap Visualisasi Ini
Ada beberapa poin menarik yang bisa kita garis bawahi dari gambar hasil olah warna AI ini:
-
Fungsionalitas Tinggi: Desain rak belakang (behel) yang panjang dan kursi flat (18) menunjukkan bahwa Honda memang mengincar pasar motor fungsional atau utility bike. Ini adalah motor yang siap disiksa untuk kerja keras, bukan sekadar gaya-gayaan.
-
Efisiensi Produksi: Penggunaan rem tromol di depan (13a) dan belakang (seperti yang terlihat di paten) mempertegas posisi motor ini di segmen entry-level atau motor listrik murah. Honda sepertinya ingin menekan harga agar bisa bersaing dengan motor bensin kelas bawah.
-
Visual yang “Pas”: Pemberian warna hijau dengan aksen sasis berwarna abu-abu/hitam membuat komponen elektrikal di bagian tengah tidak terlihat terlalu mencolok atau “aneh”. Integrasi antara desain jadul dan teknologi modern (EV) terasa cukup harmonis.
Sobat sekalian, jika nanti versi produksinya benar-benar seperti ini, dengan daya tahan ala Honda Win namun dengan biaya operasional listrik yang murah, sepertinya motor ini akan menjadi idola baru bagi para komuter atau bahkan pengusaha logistik di Indonesia.
Bagaimana menurut Mas Bro sekalian? Apakah warna hijau klasik ini sudah paling pas, atau malah lebih cocok jika diberikan warna merah atau hitam formal? Silahkan tuliskan pendapat sobat di kolom komentar.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





masih prototipe untungnya…agak2 gimana ya, model nya jadul banget digabung sama imej EV yang futuristic, kaya malah jualan batere
Jadi kayak motor jadul dimodif jadi EV 🙂
Aura motor Prindapan
kalo sekedar nempelin EV agar tercipta EV murah, sepertinya BRT electric sudah bisa di area ini