Johann Zarco: Fabio Quartararo Akan Sangat Cepat Jika Menunggangi Honda!

TMCBLOG.com – Dunia paddock MotoGP kembali diguncang oleh rumor panas mengenai masa depan sang “El Diablo”, Fabio Quartararo. Di tengah spekulasi mengenai kepergiannya dari Yamaha setelah musim 2026 berakhir, rekan senegaranya yang kini membela LCR Honda, Johann Zarco, memberikan sebuah pernyataan menarik yang cukup memberikan perspektif baru mengenai potensi duet Fabio dan HRC.

Zarco secara blak-blakan menyebutkan bahwa ia tidak akan terkejut jika Fabio Quartararo bisa tampil “sangat cepat” di atas motor Honda RC213V. Apa alasan logis di balik pernyataan Zarco ini? Mari kita bedah sob . .

Satu-satunya yang Bisa Menjinakkan M1

Menurut Zarco, alasan utama mengapa Kompatriotnya ini akan sukses di Honda adalah kemampuannya yang luar biasa dalam mengekstraksi performa dari Yamaha YZR-M1—sebuah motor yang selama beberapa musim terakhir terlihat sangat kesulitan jika dikendarai pembalap lain.

“Dia benar-benar satu-satunya pembalap yang mampu membuat Yamaha melaju dengan baik, jadi saya tidak akan terkejut jika dia bisa melaju sangat cepat di atas Honda,” ungkap Zarco kepada MOW.

Secara statistik, klaim Zarco ini bukan tanpa dasar. Sejak 2021, Fabio selalu menjadi pembalap Yamaha dengan poin tertinggi dengan selisih yang sangat masif dibanding rekan setimnya (terakhir unggul 122 poin dari pembalap Yamaha lainnya). Zarco melihat “DNA” pembalap yang mampu mengkompensasi kekurangan motor adalah aset yang sangat dibutuhkan Honda saat ini.

Kekecewaan pada Proyek V4 Yamaha dan Target 2027

Sobat sekalian tentu tahu bahwa Yamaha sedang mengembangkan mesin V4 1.000cc untuk musim 2026 sebagai upaya terakhir mempertahankan Fabio. Namun, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Fabio mengharapkan lompatan performa yang jauh lebih besar dari prototipe tersebut.

Dengan kontrak yang akan habis pada akhir 2026, Fabio santer dikabarkan sudah mencapai kesepakatan prinsip untuk pindah ke Honda (HRC) mulai musim 2027—bertepatan dengan dimulainya regulasi baru mesin 850cc. HRC sendiri memang tengah berburu pembalap top-tier untuk memimpin pengembangan motor 850cc mereka, mengingat Joan Mir dan Luca Marini juga akan segera habis masa kontraknya.

Secara teknis, gaya balap Fabio yang sangat kuat di late-braking dinilai cocok dengan karakteristik RC213V yang membutuhkan input agresif di area masuk tikungan (corner entry). Jika Fabio mampu membuat M1 yang “lembut” menjadi kompetitif, maka tantangan di Honda mungkin akan menjadi panggung pembuktian baru bagi personal image-nya yang kini tengah ia proteksi.

Kesimpulannya, perpindahan ini bukan sekadar masalah uang, melainkan pencarian paket motor yang kompetitif sebelum memasuki era baru 850cc. Jika Zarco saja sudah memberikan “lampu hijau” dan pengakuan atas kecepatan Fabio, mungkinkah kita akan melihat warna Castrol di baju balap Fabio pada 2027 nanti?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

9 COMMENTS

  1. “Secara teknis, gaya balap Fabio yang sangat kuat di late-braking dinilai cocok dengan karakteristik RC213V yang membutuhkan input agresif di area masuk tikungan (corner entry)”.
    Ini kan malah nunjukin kekurangan motornya, sebenarnya JZ05 ini mau FQ20 ke H tidak sih?

    • Agak aneh sih
      Padahal di Honda ada rider yg punya hardbrake kuat dan entry corner agresif
      Joan mir
      Tapi ya sayangnya dia sering jatuh tahun lalu

  2. Fans fomo mana paham kayak gini,fakta cm Fabio rider yang mampu jurdun pake inline mesin keong,dan mampu bersaing dibarisan depan lawan pasukan V4,itu peco bezechi suruh pake inline yamama bakalan bendera putih

  3. untuk Ymh, karena sedang tahap “belajar dari TK lagi”, haram hukumnya mengandalkan pembalap tier 3, wajib punya kelas AAA+++.

  4. Uda sikat aja. Blm lagi rider moto2 bakal naek ke motogp malah makin ambles. Faktor Umur g bisa ditipu gaess. Taro wajib pnya motor juara jgn motor yang semakin dibelakang

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP