Uccio Salucci Blak-blakan: Performa Joan Mir ‘Useless’ Bagi Honda Dibanding Luca Marini!

TMCBLOG.com –  Dunia MotoGP kembali memanas, bukan karena aspal sirkuit, tapi karena pernyataan “pedas” yang keluar dari mulut bos tim Pertamina Enduro VR46, Alessio ‘Uccio’ Salucci. Dalam sebuah sesi vlog bersama jurnalis kawakan Italia, Giovanni Zamagni (ZamTube), Uccio memberikan testimoni yang cukup mengejutkan sekaligus brutal mengenai situasi di paddock Honda HRC Castrol.

Uccio secara terang-terangan membandingkan performa mantan anak asuhnya, Luca Marini, dengan sang juara dunia 2020, Joan Mir. Hasilnya? Mir kena “semprot” kritik tajam! Mari kita kunyah-kunyah informasinya, Mas Bro.

Marini Sang “Konduktor Orkes” HRC

Uccio memberikan pujian setinggi langit bagi Luca Marini. Meskipun secara perolehan poin di musim 2024 sempat terseok-seok (hanya 14 poin), namun dampak Marini bagi pengembangan motor Honda RC213V dinilai sangat masif.

Menurut Uccio, Marini adalah sosok yang sedang “membangkitkan kembali” Honda. Puncaknya adalah pada seri Valencia 2025 lalu, di mana finish P7 Marini berhasil membawa Honda naik kelas ke Peringkat C dalam sistem konsesi MotoGP. Ini adalah langkah krusial yang memberikan Honda lebih banyak kebebasan untuk melakukan tes dan pengembangan mesin di era 850cc mendatang.

“Marini sedang membangkitkan HRC, Mas Bro. Dia ibarat konduktor yang memimpin orkestra dari pabrikan motor terbesar di dunia,” ujar Uccio dalam vlog tersebut.

Joan Mir: Performa yang “Tidak Berguna”?

Nah, ini yang bikin geger. Uccio menyebut bahwa kecepatan atau performa yang ditunjukkan Joan Mir selama ini justru “useless” alias tidak berguna bagi proyek masa depan Honda. Apa alasannya?

Opini Uccio ini berdasarkan Fakta hasil balapan : Mir memang terkadang terlihat sangat cepat secara raw pace, tapi masalah utamanya adalah inkonsistensi. Sepanjang musim 2025 saja, Mir mencatatkan rekor yang cukup bikin geleng-geleng kepala dengan 12 kali gagal finish (DNF).

Terakhir di seri pembuka Thailand 2026, saat Marini berhasil mengamankan posisi P10 yang solid, Mir kembali harus gigit jari setelah mengalami masalah ban belakang di lap-lap akhir. Uccio menilai, buat apa punya kecepatan tinggi kalau tidak bisa membawa motor sampai garis finish dan memberikan data pengembangan yang stabil.

Fokus Honda ke Era 850cc

Pernyataan Uccio ini seolah mempertegas mengapa Honda tetap mempercayai Marini sebagai pilar pengembangan, bahkan di tengah rumor masuknya Fabio Quartararo pada 2027 nanti. Honda sepertinya lebih butuh pembalap yang “pikirannya teknis” seperti Marini untuk membangun ulang fondasi motor mereka dari nol sebelum regulasi 850cc resmi diberlakukan.

Memang terdengar pahit buat fans Joan Mir, tapi ucapan Uccio mungkin ada benarnya jika dilihat dari kacamata pengembangan pabrikan (Development side). Di saat Honda sedang “sakit”, mereka butuh pembalap yang konsisten dan punya input teknis yang presisi, bukan sekadar pembalap yang kencang tapi sering jatuh.

Bagaimana menurut Sobat sekalian, apakah setuju dengan ucapan Uccio bahwa kecepatan Mir saat ini tidak memberikan dampak positif bagi kemajuan Honda? Atau Sobat sekalian punya pendapat lain mengenai nasib Joan Mir? Silahkan share pendapatnya di kolom komentar, Sob !

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

18 COMMENTS

  1. bukan fans-nya MIR, tapi fans suzuki.
    MIR memang bukan tipe pembalap yang development sepertinya, cuman selama di suzuki, dia memang pembalap yang cepat dan konsisten, terbukti bisa jadi jurdun di suzuki.
    permasalahan Honda memang di motor yang selama ini Marc-sentris, jadi memang tidak semua pembalap yang bisa nge-push tetapi tidak sampai jatuh seperti Marc, nah ini yang selama ini terjadi di Mir, dia mencoba nge-push motor eeh jatuh2 mulu,
    hehe
    ya semoga tahun 2026 ini Mir bisa konsisten di atas Honda RCV-nya.

  2. Kecap no.1 dah Kalo udah menyangkut keluarga Cendana itu

    Padahal mir jg yg bisa ngeluarin limit motor itu walaupun kebanyakan overlimit ,tapi kalo takarannya tepat,pasti langganan podium dia,karena ngelihat betapa dominannya dia di kelas moto3

  3. Ya begitulah, dimata perspektif professional, tapi buat sekedar penggemar seperti kita Mir hebat koq

  4. Coba ngomong gitu ke markus pas 2022 dan 2023 di Honda, yang full ndlosor, drama di mana2, ngancurin desmo jarko sampe belah jadi 2, towing sepanjang season

  5. Lebih layak si Uci ngomong gini ke Morbidelli yang useless bagi Ducati Pertamina VR46 😹🐼 sama diggia aja keok, dulu dikasihkan spek pabrikan juga keok sejak satelit Yamaha malah kalah dari quartararo 😹

    • Iya feeling sy kok msh bagusan si semir ya drpd morbi. Mslh semir sering nyungsep itu ya krn dia ingin kenceng tp performa mtrnya ga mendukung alias overlimit.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP