NEGO Perjanjian Concordia MotoGP 2027-2031 Masih BUNTU di COTA 2026? Ini Detail Poin Tarik Ulurnya!

TMCBlog.com – Sobat sekalian, di balik keriuhan kemenangan Marco Bezzecchi pada gelaran Seri ke-3 MotoGP USA 2026 di Circuit of the Americas (COTA), ternyata ada sebuah drama besar yang terjadi di balik pintu tertutup. Bertempat di lantai bawah gedung pitlane COTA, sebuah pertemuan krusial dilakukan untuk menentukan nasib masa depan MotoGP melalui Perjanjian Concordia (Pacto de la Concordia) untuk periode 2027-2031.

Namun, kabar terbaru yang dilansir oleh Motorsport menyebutkan bahwa tidak ada kesepakatan yang tercapai. Bahkan, jabat tangan simbolis pun tidak terjadi. Apa sebenarnya yang membuat negosiasi antara MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG)—nama baru dari struktur manajemen di bawah Liberty Media—dan MSMA (Asosiasi Pabrikan) menjadi begitu alot? Mari kita kunyah-kunyah detailnya.

Analisis Model Bisnis dan Nilai Kontrak

Saat ini, MotoGP menghasilkan pendapatan tahunan yang diperkirakan mencapai 460 hingga 480 juta Euro. Pada tahun 2023 saja, pendapatan menyentuh 486 juta Euro dengan jangkauan distribusi TV di lebih dari 200 negara. Model bisnis ini bertumpu pada tiga pilar utama:

  1. Hak siar televisi (menyumbang hampir setengah pendapatan).

  2. Kesepakatan sponsor global.

  3. Hosting Fee (biaya yang dibayarkan sirkuit).

Liberty Media, yang mengakuisisi MotoGP pada 2025 dengan valuasi sekitar 4,2 miliar Euro, saat ini menawarkan pembayaran tetap sebesar 9 juta Euro per tim pabrikan setiap tahunnya. Sementara itu, tim satelit saat ini menerima sekitar 6,5 hingga 7 juta Euro per tahun. Sebagai perbandingan, di model sebelumnya, tim satelit menerima subsidi sekitar 2,5 juta Euro per motor sewaan (total 5 juta Euro per musim).

Poin Tarik Ulur 1: Subsidi Flat vs Persentase (Revenue Sharing)

Ini adalah titik macet pertama yang sangat krusial. Liberty Media menawarkan kenaikan subsidi dalam bentuk angka tetap (Fixed Flat). Namun, para pabrikan menginginkan struktur yang sangat berbeda, yakni mengikuti model Formula 1.

  • Tuntutan Pabrikan: Mereka menginginkan persentase pembagian dari total pendapatan kejuaraan. Di F1, tim menerima sekitar 50% dari keuntungan, di mana distribusinya bergantung pada hasil Kejuaraan Konstruktor.

  • Logikanya: Jika di tangan Liberty Media popularitas MotoGP meledak secara finansial dan hak siar naik drastis, tim ingin ikut merasakan “kue” yang lebih besar secara otomatis, bukan hanya dikasih angka flat sementara penyelenggara untung berkali-kali lipat.

Poin Tarik Ulur 2: Beban Promosi vs Kenaikan Subsidi

Pabrikan dan tim menilai kenaikan tawaran subsidi dari Liberty Media masih belum sebanding dengan tuntutan promosi yang diminta. Dalam draf kontrak tersebut, Liberty Media (MGPSEG) menuntut keterlibatan agresif dari tim:

  • Penguatan Divisi Marketing: Tim diminta merekrut staf baru dan lebih agresif di media sosial.

  • Motor Pameran “Functional”: Setiap tim diwajibkan menyediakan motor prototipe MotoGP asli yang bisa dikendarai (functional) untuk acara promosi global, serupa dengan kesuksesan peluncuran musim 2026 di Kuala Lumpur.

  • Standar Hospitality: Peningkatan kualitas layanan tamu, terutama pada seri fly-away (luar Eropa).

Salah satu sumber internal menyebutkan: “Mereka menawarkan tambahan beberapa juta Euro, tapi tuntutan baru itu biayanya jauh lebih mahal dari kenaikan tersebut.” Alhasil, tim merasa bukannya untung, malah tekor jika menandatangani kontrak sekarang.

Poin Tarik Ulur 3: Kepemilikan Slot Grid

Masalah utama kedua menyangkut Kepemilikan Slot Peserta Balap. Saat ini, alokasi slot grid dimiliki oleh MGPSEG yang “meminjamkannya” kepada tim setiap 5 tahun (periode saat ini berakhir akhir 2026).

Tim-tim berupaya agar mereka bisa memegang hak atas slot grid mereka sendiri. Mengapa? Karena hal ini akan secara signifikan meningkatkan nilai valuasi tim saat bernegosiasi dengan sponsor atau calon investor. Isu ini berpotensi menggeser seluruh struktur kekuasaan di MotoGP.

Sinyal Optimisme dari Petinggi

Meski alot, Direktur Olahraga MotoGP (MGPSEG), Carlos Ezpeleta, menyatakan di Austin bahwa mereka sebenarnya sudah “sangat, sangat dekat” dengan kesepakatan. Ada kemungkinan kesepakatan tuntas sebelum seri Jerez pada akhir April.

Sementara itu, Massimo Rivola (CEO Aprilia Racing & Presiden MSMA) memberikan pernyataan diplomatis:

“Anda tahu saya tidak bisa membicarakannya. Kami mengadakan pertemuan, ya, itu benar. Kami puas, itu pertemuan yang baik. Kami juga bertemu Derek Chang (CEO Liberty), jadi kami terus maju.”

Implikasi ke Bursa Transfer (Silly Season)

Apa dampaknya bagi kita penonton? Satu hal yang pasti, ketidakpastian kontrak ini membuat bursa transfer atau Silly Season 2027 menjadi tertahan. Banyak tim yang secara verbal sudah deal dengan pembalap atau sponsor untuk musim 2027, namun belum bisa diumumkan secara resmi karena “landasan hukum” atau Perjanjian Concordia-nya belum ada.

Tentu kita berharap ada titik tengah di antara keduanya. MotoGP butuh stabilitas, namun pabrikan juga butuh keadilan finansial, terutama untuk mendanai riset mesin baru 850cc yang pastinya memakan biaya masif. Kita pantau terus perkembangannya sob!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

3 COMMENTS

  1. Pengen denger komentar dari pak guntur bosnya tech3… Soalnya di serial drive to survive, dia vokal banget…

  2. Ezpelata ketawa ini dibelakang,” LU KIRA ENAK NGADEPIN PABRIKAN RODA 2″😁✌🤝.
    2025 Liberty media dah itung2 margin n strategi buat up revenue 2028,ealaaahhhh ternyata roda 2 pabrikan dah bisa ngitung2 jg😁✌🙏.

    Kalo ampe deal dapet 50% share, bakalan DAHZYAAAAT MOTOGP 2028,MERDEKA!!!!!

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP