TMCBlog.com – Kabar menarik datang dari paddock MotoGP yang akan berkumpul di Jerez. Kali ini bukan soal siapa yang akan menang di hari Minggu, melainkan soal bagaimana strategi besar Ducati di belakang layar. Ada sebuah laporan menarik yang menyebutkan bahwa bagi tim Borgo Panigale, sesi Tes Jerez hari Senin ternyata jauh lebih krusial dan diprioritaskan dibandingkan hasil balapan di akhir pekan itu sendiri. Lho, kok bisa? Mari kita bedah logikanya sob.
Fokus Utama: Memoles Desmosedici untuk Marc Marquez
Berdasarkan informasi yang beredar, Ducati—melalui komando Gigi Dall’Igna—memang menaruh perhatian ekstra pada evolusi motor. Meskipun poin di balapan hari Minggu itu sangat penting, namun bagi Ducati, Senin adalah “hari yang sebenarnya”. Target utamanya jelas: Memberikan dukungan penuh bagi Marc Marquez agar benar-benar menyatu dengan Desmosedici GP.
Seperti kita ketahui, Marc Marquez masih dalam proses mencari batas akhir (limit) dari motor Ducati. Walaupun ia sudah cepat, Ducati merasa masih ada detail-detail kecil yang hanya bisa ditemukan lewat pengujian tanpa tekanan waktu kualifikasi atau balapan.
Kenapa Tes Senin Lebih Penting?
Ada beberapa alasan teknis mengapa Ducati lebih “mendewakan” tes Senin di Jerez kali ini:
-
Evolusi Teknis yang Berkelanjutan: Hasil balapan bisa saja dipengaruhi oleh insiden, cuaca, atau keberuntungan. Namun, data dari tes adalah fundamental. Ducati ingin mencoba komponen baru dan konfigurasi elektronik yang khusus dirancang untuk menyesuaikan gaya balap Marc yang unik.
-
Menghilangkan “Trial and Error” saat Balapan: Selama akhir pekan balap, waktu sangat terbatas. Tim seringkali tidak punya cukup waktu untuk melakukan perubahan drastis pada set-up. Di hari Senin, Marc bisa mencoba berbagai opsi set-up secara berulang-ulang untuk menemukan arah pengembangan motor ke depannya.
-
Investasi Jangka Panjang: Dengan membuat Marc Marquez semakin nyaman di atas motor, Ducati secara otomatis memperkuat peluang mereka untuk mendominasi sisa musim 2026. Fokusnya bukan lagi sekadar memenangkan satu seri di Jerez, tapi memastikan motor ini “tak terkalahkan” di tangan Marc di sirkuit-sirkuit selanjutnya.
Strategi Gigi Dall’Igna
Gigi Dall’Igna dikenal sebagai teknisi yang sangat haus akan data. Bagi Gigi, masukan dari pembalap sekelas Marc Marquez adalah “emas”. Dengan memprioritaskan tes Senin, Ducati memberikan ruang bagi Marc untuk mengeksplorasi potensi motor tanpa terganggu oleh strategi ban atau manajemen race.
Ducati ingin memastikan bahwa segala kendala kecil yang masih dirasakan Marc pada seri-seri awal musim ini bisa tuntas di Jerez. Ini adalah bentuk komitmen Ducati untuk terus meningkatkan level performa paket motor dan pembalap mereka.
Sobat sekalian, langkah Ducati ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mengelola talenta yang mereka miliki. Balapan di hari Minggu mungkin akan menyajikan tontonan seru, tapi bagi para teknisi di Bologna, data telemetri yang akan keluar dari garasi pada Senin sore nanti jauh lebih berharga untuk masa depan mereka di kejuaraan.
Akankah hasil dari “prioritas tes” ini akan langsung terlihat di seri berikutnya? Kita tunggu saja perkembangannya. Silahkan dikomentari sob, apakah strategi Ducati yang lebih mementingkan tes ketimbang hasil balapan di satu akhir pekan ini merupakan langkah yang tepat?
Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog





Joss wak
Marquez nge development Motor…bakal jadi “Honda” jilid II….
Tapi target mendekati bozzz…
Desmo kalo serahin ke yg lain developnya, apa ngga di makan ma April tu duc2 nie musim…imho✌️
Sadar akan kompetitifnya rsgp
Pertanda Aprilia
Waduh makin tersesat ini mah
Tersesat gimana? Pembalap tercepat selalu menjadi reverensi, kalau ngandalin Pecco kapan berkembangnya Ducati.
Justru Desmosedici sesempurna sekarang adalag karena Pecco. Di tangan Pecco Desmosedici jadi bener, para pembalap Ducati semuanya bisa meraih hasil baik. Tapi di tangan Marķes motor yg bener jadi hancur. Lihat Honda nasibnya gimana. Sekarang Ducati udah sukse menghondakan diri. Oke misal Markes menang terus. Tapi kalo pembalap Ducati lain pada di belakang itulah perranda kehancuran Ducati
Kocak logika nya wkwkwk,kalo hebat ditangan peco ,kenapa Ducati yg selama ini pecosentris,peconya jadi badut MotoGP 😁😄😅😅😅😅,JD ayam sayur bahkan 2 musim cm hore2
Masalahnya MM masih jadi pesakitan. Kenapa yang jelas2 belum fit 100% dijadikan acuan?
Memang sepertinya Ducati musim ini tidak full support..
Lebih ke persiapan 2027
Karena konsansi A
otw marc centris jilid 2
Banyak netizen yang sok iye sok paham, akhirnya bilang Ducati akan tersesat 😆
Kebutuhan darurat ducati terpaksa fokus ke MM93
Peco Bagnaia tahun depan sudah tidak di Ducati dan tentunya sudah tidak bisa diharapkan untuk memberikan feedback yg sesuai.
Sudah waktunya Ducati fokus pada MM93 untuk pengembangan motor, dimana progress Ducati saat ini mengalami stagnasi.
Ducati sudah habis kesabaran SM peco,Ace rider bahkan motornya sudah pecosentris tp gak mampu improve dari musim kemarin,bahkan sekedar lawan bezechi gak bisa apa2
“Sobat sekalian, langkah Ducati ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mengelola talenta yang mereka miliki”
Ya pabrikan tu gini….SUPPORT, ini PABRIKAN YG ONO malah nyuruh SILENCE all rider-nya, apa yg kamu tutupin tu dah RAHASIA UMUM BOZZZZ….semua jg tau engine premature tu JEBLOK N JEBOL KL DI PUSH HARD, lah KL ga di push hard,dari mana mau tau limit n hasil kerjamu bangun engine BOZZZ….skill pembalap dah ada….ealaaaahhh, kuda besi nya malah di di cekek lehernya supaya jgn “LARI” imho✌️.