TMCBLOG.com – Pasca balapan seri Spanyol yang dramatis, sirkuit Jerez kembali memanas dengan sesi tes resmi tengah musim. Fokus utama kali ini tertuju pada “The Orange Squad” alias KTM. Pabrikan asal Mattighofen, Austria ini nampaknya benar-benar tidak mau memberikan nafas bagi para kompetitornya.
KTM membawa segudang update teknis, terutama di sektor aerodinamika yang sangat krusial di era MotoGP modern ini. Hasilnya? Pedro Acosta sukses mencuri perhatian dengan nangkring di posisi 5 besar timesheet. Mari kita bedah lebih dalam, cekidot!
Aerodinamika: Senjata Rahasia Pedro Acosta
KTM nampaknya sedang melakukan eksperimen minor namun signifikan pada paket aerodinamika mereka. Pedro Acosta, yang kini membela Red Bull KTM Factory Racing, menjadi ujung tombak pengujian ini. Acosta terlihat menggunakan desain fairing baru yang cukup mencolok.
Silahkan simak di Bagian Side Fairingnya ( Gambar 1 ) dan bandingkan dengan foto Acosta saat race weekend Jerez yang lalu ( Gambar 2 ) . Bagian Difuser Downwash duct kini lebih menyatu dengan bagian menggembung ground effect. Lalu Sidepod dibuat lebih sempit.
Perubahan ini disinyalir tidak hanya soal estetika, melainkan fungsionalitas untuk meningkatkan downforce saat motor keluar dari tikungan-tikungan sempit di Jerez. Dengan update aero ini, Acosta berhasil mencatatkan waktu yang sangat kompetitif, finis di P5 secara keseluruhan. Ini membuktikan bahwa Si Hiu tidak hanya cepat secara insting, tapi juga sangat adaptif dengan pengembangan teknis motor RC16.
Peran Vital Sang Legenda: Dani Pedrosa
Kehadiran Dani Pedrosa di lintasan selalu menjadi nilai tambah bagi KTM. MotoGP Hall of Famer ini tidak hanya sekadar memutar gas, namun ia melahap banyak lap sepanjang hari untuk memvalidasi data.

Tugas Pedrosa sangat spesifik: memastikan part-part baru yang diuji oleh pembalap reguler memiliki basis data yang solid. Kehadiran “The Little Samurai” memastikan arah pengembangan KTM tetap berada di jalur yang benar (on-track).
Lini Tech3 dan Factory: Bastianini & Binder
Ada dinamika menarik di kubu Red Bull KTM Tech3. Enea Bastianini harus berjuang sendirian (fly solo) untuk tim asal Prancis tersebut di tes kali ini. “The Beast” fokus mencoba berbagai komponen baru yang disuplai langsung dari pabrikan. Meski fokus pada development dan bukan mengejar laptime murni, Enea berhasil mengakhiri hari di P12.
Sementara itu, Brad Binder nampaknya memiliki agenda pengujian yang berbeda. Finis di P16 mungkin terlihat kurang mentereng di papan waktu, namun bagi sobat tmcblog yang paham teknis, posisi di sesi tes seringkali menipu. Binder disinyalir lebih banyak fokus pada ketahanan ban dan simulasi race pace dengan set-up mesin yang berbeda.
Apa yang Sedang Diincar KTM?
Melihat agresivitas KTM di Tes Jerez ini, ada beberapa poin yang bisa kita simpulkan:
-
Stabilitas Aerodinamika: KTM sedang mencari keseimbangan antara top speed dan stabilitas saat pengereman (braking stability) melalui desain fairing yang lebih kompleks.
-
Akselerasi Keluar Tikungan: Fokus pada aero ini bertujuan untuk meminimalisir gejala wheelie tanpa terlalu banyak mengandalkan intervensi elektronik (TC).
-
Hierarki Baru: Pedro Acosta semakin menunjukkan posisinya sebagai lead development masa depan KTM, meskipun statusnya masih sangat muda.
KTM jelas sedang mengirimkan sinyal bahaya ke kubu Borgo Panigale (Ducati). Dengan kombinasi bakat Acosta, ketelitian Pedrosa, dan pengalaman Bastianini, RC16 kini mencoba bertransformasi menjadi motor yang paling komplit di grid.
Bagaimana menurutmu sobat tmcblog? Apakah update aero ini bakal membawa Acosta meraih kemenangan perdananya dalam waktu dekat? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Gaskan Sopo
Si hiu dimanfaatkan semaksimal mungkin utk development thn ini, sebelum pindah ke dic duc bareng marc.
YZR M1-V4 P7 juga fantastis gak di bahas wak
Sekalipun faktor ace rider dominan
😁, lap time 2025 i4 nya aja ngga bisa lewat…apa yg mau dibahas😁, 2026-2027 bye2..2028 br up/tambah down
Yzr M1 gk ada improvisasi wak.. masing mending inline maren
Yah, seperti biasa…2026-2027 bye2 dulu…ntar 2028 br GAZZ, tapi ngga tau GAZZ up atau malah tambah JEBLOK
Berharap musim selanjutnya v4 yamama bertumbuh keatas,walaupun tanpa rider selevel taro,biar sirkusnya tetap meriah
Nih pabrikan mulai gacor tapi pedro yang nggendong seluruh pabrikan ya podo wae, lawong pedero taun dpn ke ducati hbs ini ambles ktm. Napa gak nyerok rider moto2 binaan mereka? Cobak brani gak ktm mbuang rider busuk mereka meski baru setaun dua taun jaman raul ama remy, jaman iker sama augusto??