Sinyal Perpisahan Quartararo : ” 2027 akan menjadi cerita yang berbeda “

TMCBlog.com – Halo Sob, Jika sebelumnya kita membahas kegalauan Jack Miller, kali ini “bom” yang lebih besar datang dari ujung tombak utama Yamaha, Fabio Quartararo. Pasca tes resmi di Jerez, El Diablo mengeluarkan pernyataan yang sangat menarik untuk dibedah secara mendalam. Bukan lagi soal teknis semata, tapi menjurus ke arah masa depan karirnya. Kalimat “2027 akan menjadi cerita yang berbeda” menjadi kode keras yang menyiratkan bahwa kebersamaannya dengan pabrikan Iwata mungkin akan berakhir di penghujung 2026.

Sinyal Perpisahan? “2027 Adalah Cerita Berbeda”

Dalam sesi wawancara setelah mencoba berbagai komponen di Jerez, Fabio melontarkan kalimat yang cukup membuat alis terangkat. Ketika ditanya mengenai pengembangan motor untuk jangka panjang, ia menjawab:

“Tentu saya ingin meningkatkan motor ini, tapi untuk tahun ini. Tahun depan adalah cerita lain. Saya akan terus menekan motor ini hingga batasnya karena saya ingin menunjukkan performa saya hingga akhir tahun. Namun, 2027 adalah cerita yang berbeda.”

Bagi tmcblog, kalimat ini sangat deep. Mengapa Fabio secara spesifik membedakan tahun 2026 dan 2027? Secara kontrak, Fabio memang masih terikat hingga akhir 2026. Namun, pernyataannya yang menyebut 2027 sebagai “cerita berbeda” seolah mengonfirmasi bahwa ia tidak melihat dirinya berada dalam rencana jangka panjang Yamaha saat regulasi baru 850cc dimulai nanti.

Fakta Pahit: Tertinggal 35 Detik!

Fabio memaparkan data yang sangat kontras dan menyakitkan bagi Yamaha. Jika pada GP Jerez tahun 2025 ia hanya tertinggal sekitar 2 detik dari pemenang, di tahun 2026 ini jaraknya membengkak menjadi 35 detik dari Alex Marquez yang memenangkan balapan.

Gap sebesar itu menunjukkan bahwa alih-alih mendekat ke barisan depan, Yamaha justru terlihat berjalan di tempat sementara kompetitor (terutama pabrikan Eropa) melesat jauh di depan. Inilah yang disinyalir menjadi akar rasa frustrasi Fabio.

Analisis Teknis Tes Jerez: Mencari Front-End Feeling

Meskipun Fabio nangkring di posisi ke-7 pada hasil kombinasi tes (terpaut 0,5 detik dari Ai Ogura di posisi pertama), ia mengaku tidak menemukan sesuatu yang benar-benar substansial. Berikut beberapa poin yang diuji Fabio:

  1. Aerodinamika: Fabio mencoba banyak varian aero untuk mencari front-end feeling. Ia mengaku sudah mengeluhkan hilangnya rasa pada ban depan ini sejak September tahun lalu. Ada satu varian aero terakhir yang menurutnya sedikit membantu, tapi tidak drastis.

  2. Elektronik: Ada pengujian pada motor brake dan traction control. Menariknya, Fabio mencoba setting-an yang secara performa lebih rendah (kurang kencang) tapi justru membuatnya merasa lebih nyaman di atas motor. Ini menandakan motor M1 saat ini terlalu agresif atau sulit dikendalikan jika power-nya dibuka penuh.

  3. Mesin Baru yang Tak Kunjung Datang: Fabio sempat berharap Yamaha membawa spesifikasi mesin baru pada tes Jerez hari Senin ini, namun ternyata mesin tersebut belum siap.

Pesimisme Menuju Home-GP Le Mans

Yang lebih menyesakkan bagi para fans El Diablo, Fabio secara gamblang menjawab “Tidak!” saat ditanya apakah ia merasa optimis menuju balapan rumahnya di Le Mans minggu depan. Ia merasa Yamaha tidak menemukan hal penting di Jerez yang bisa mengubah peta persaingan secara signifikan.

Menuju 2027, Akankah ke Honda?

Melihat situasi ini, prediksi bahwa Fabio akan hengkang di tahun 2027 semakin menguat. Dengan regulasi mesin 850cc yang akan dimulai pada 2027, banyak pihak memprediksi Fabio akan mencari tantangan baru, dan rumor di paddock mulai mengaitkan namanya dengan Honda yang juga sedang berupaya bangkit secara besar-besaran untuk menyambut regulasi baru tersebut.

Sepertinya Fabio ingin menyelesaikan sisa kontraknya di Yamaha dengan profesional, namun hatinya mungkin sudah mulai mencari “cerita baru” di tempat lain. Kita tunggu saja bagaimana pergerakan bursa transfer pembalap ke depannya.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

9 COMMENTS

  1. Konon katanya, hrc memberi nilai kontrak nya lebih tinggi dari yg di berikan ducati ke MM93
    Mungkin” faktor membawa sponsor monster ikut serta

    • salah sendiri, ga niat develop motor, ga mau denger keluhan pembalap, malah mecat jarvis..mengingatkan ducati jamannya lorenzo, untung sete;ah lorenzo hengkang ducati waras..

      • Jarvis emang sudah waktunya pensiun,lagian kalo dia masih punya passion di MotoGP harusnya dia pindah ke tim lain kayak yg dilakukan Brivio

  2. pindah ke hando juga gambling sebenernya. tahun ini aja rcv masih susah bersaing sama desmo dan rsgp. kecuali ada hal lain yang dicari fabio di hando ^(mungkin uang buat pensiun)

  3. Yamaha ga punya kapten.

    Mending segera jadiin Miller sebagai penunjuk arah pengembangan motor. Saat ini cuma dia yg paling berpengalaman naik motor lintas pabrikan.
    M1 generasi sebelumnya adalah motor yg berdiri di pondasi yg dibuat oleh Vale dan disempurnakan oleh Lorenzo, sehingga punya karakter yg jelas. Sementara saat ini M1-V4 betul2 motor gaje, ga punya arah yg jelas. Power ga dapet, handling c3leng ala Desmo jadul, ehhh tahun depan minim aero. Yg mana justru ini adalah salah satu yg membantu Desmoc3leng itu bisa belok, selain karena bantuan ecu pirelli tea.

    Gw udah 1,5 tahun sabatical nonton gp, tp pas mencoba balik gini, gw betul2 udah kyk ga kenal karakter tim biru iwata ini. Gajelas parah.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP