TMCBlog.com – Sobat sekalian, sebuah kabar besar datang dari internal departemen balap Honda, HRC (Honda Racing Corporation). Setelah hampir satu dekade memimpin sebagai Team Manager untuk tim pabrikan Honda di MotoGP, Alberto Puig dipastikan akan menanggalkan jabatan operasionalnya tersebut dan beralih peran menjadi Penasihat (Advisor) Utama HRC mulai musim 2027 mendatang.
Langkah ini menandai babak baru dalam restrukturisasi besar-besaran yang tengah dilakukan Honda untuk mengembalikan kejayaan mereka di kancah balap motor dunia.
Transisi Peran: Dari Garis Depan ke Balik Layar
Alberto Puig, pria asal Barcelona yang kini berusia 59 tahun, bukanlah nama baru bagi Honda. Sejak bergabung sebagai Team Manager pada tahun 2018 menggantikan Livio Suppo, Puig langsung tancap gas dengan membawa skuad Repsol Honda meraih gelar Triple Crown berturut-turut pada 2018 dan 2019 bersama Marc Marquez.
Mulai tahun 2027, HRC tetap ingin memanfaatkan pengalaman “empat dekade” Puig di dunia Grand Prix, namun dengan perspektif yang lebih luas. Alih-alih hanya fokus pada manajemen harian di paddock MotoGP, Puig akan membantu manajemen HRC dalam skala makro, yang meliputi:
-
Evaluasi Menyeluruh: Menilai gambaran besar aktivitas balap roda dua HRC secara global.
-
Dukungan Teknis & Manajerial: Membantu staf manajemen dan pembalap di kejuaraan MotoGP dan WorldSBK.
-
Pengembangan Pembalap Muda: Tetap menjadi pilar utama dalam membentuk program pencarian bakat muda HRC (seperti Asia Talent Cup dan jenjang lainnya).
Kenapa 2027?
Menarik untuk dicatat bahwa transisi ini baru akan terjadi secara penuh pada tahun 2027. Mengapa? Sobat tentu tahu bahwa tahun 2027 adalah titik balik besar bagi MotoGP dengan diperkenalkannya regulasi teknis baru (mesin 850cc).
Sepertinya Honda ingin Puig tetap mengawal masa transisi teknis di tahun-tahun krusial (2025-2026), sebelum akhirnya ia fokus memberikan saran strategis saat era baru dimulai. Ini menunjukkan bahwa Honda tidak ingin kehilangan “insting” tajam Puig yang dikenal blak-blakan, namun ingin memberikan ruang bagi regenerasi di posisi Team Manager.
Pernyataan Alberto Puig
Dalam keterangannya, Puig merefleksikan perjalanannya yang sangat panjang bersama pabrikan sayap mengepak ini:
“Saya pertama kali masuk ke paddock Kejuaraan Dunia pada tahun 1987. Sejak saat itu, saya telah menjadi pembalap, bekerja dengan pembalap muda, manajer pembalap, hingga manajer tim – dan selalu bersama Honda. Selama waktu ini, saya telah mengalami banyak momen, baik positif maupun negatif, yang semuanya memberi saya pengetahuan berharga.”
Ia menambahkan bahwa saat ini ia merasa kemampuannya lebih cocok untuk melihat “The Overall Picture” atau gambaran besar organisasi:
“Ini adalah kehidupan yang selalu memimpin dari depan, dan sekarang saya merasa keterampilan saya paling cocok untuk melihat gambaran secara keseluruhan. Saya menantikan tantangan baru ini untuk membantu HRC, para pembalap, dan stafnya untuk terus tumbuh menghadapi segala tantangan di masa depan.”
Keputusan HRC untuk menempatkan Puig sebagai Advisor adalah langkah taktis. Puig dikenal memiliki mata yang jeli dalam melihat bakat (seperti saat ia menemukan Casey Stoner, Dani Pedrosa, hingga membantu Jorge Martin di awal karier). Dengan melepaskannya dari beban administratif dan operasional harian tim, Puig bisa lebih fokus pada strategi jangka panjang Honda di MotoGP dan WSBK.
Pertanyaannya sekarang: Siapa yang akan menggantikan posisi Alberto Puig sebagai Team Manager HRC di 2027? Apakah Honda akan mengambil sosok dari internal Jepang, atau kembali merekrut figur berpengalaman dari Eropa seperti Davide Brivio atau nama besar lainnya? Kita pantau terus perkembangannya sobat! Silahkan dikunyah-kunyah informasinya dan tuliskan pendapat sobat di kolom komentar.
Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog






Kasihan M1R batal Reuni Pakdhe Bri
Ya gimana.
Masak solat Jumat di hari sabtu
Sambil nyambi jualan air minum kemasan bermerk HRC di tribun motoGP juga kayaknya
Jiah ini apakah mir yg pindah ke aprilia?reuni dgn brivio