TMCBLOG.com – Kabar gempar lanjutan datang dari paddock Moto3 jelang Race Day GP Hungaria di Balaton Park! Awalnya seperti yang juga sobat sekali tentuIkuti, Jagat balap dikejutkan oleh keputusan FIM MotoGP Stewards yang menjatuhkan hukuman super berat kepada pembalap andalan Leopard Racing, Adrian Fernandez.
Adik dari Raul Fernandez ini didiskualifikasi dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya). Akibatnya, posisi Adrian yang tadinya nangkring di peringkat ke-3 klasemen langsung terjun bebas ke posisi 19. Hanya menyisakan poin dari finis ke-4 ( 13 Poin ) di Mugello pekan lalu.
Kronologi Kasus
Pangkal masalahnya ada pada investigasi teknis terhadap dua mesin Honda NSF250RW milik Adrian, yaitu unit #810 dan #811.
-
Mesin #810 (Seri 1-4): Setelah GP Prancis, Honda dalam hal ini represntatif Dari pabrikan Pembuat mesin NSF250RW yang dipakai Leoparad Racing melakukan prosedur rutin membuka segel mesin yang masa pakainya sudah habis. Di sinilah ditemukan kejanggalan pada kawat segel (wire seals) yang dinilai tidak sesuai standar, plus adanya indikasi manipulasi pada stiker pengaman. FIM menyimpulkan mesin telah dibuka tanpa izin (unauthorised opening).
-
Mesin #811 (Seri 5-6): Setelah GP Mugello, FIM menyita mesin ini. Setelah dibongkar oleh pabrikan di bawah pengawasan Technical Director pada 3 Juni 2026, ditemukan anomali serupa yang mengarah pada kesimpulan bahwa mesin tersebut telah diutak-atik.
Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru/rebuilt dalam alokasi pembalap, dan penggunaan mesin ilegal ini berujung pada diskualifikasi total dari balapan terkait.
Perlawanan Sengit Leopard Racing: “tidak ada perwakilan tim Saat Inspeksi “
Mendapat pukulan telak yang menghancurkan peluang juara dunia mereka, tim raksasa asal Italia ini tidak tinggal diam. Leopard Racing langsung merilis pernyataan resmi yang sangat keras dan menyatakan “perang” hukum untuk membela integritas tim dan pembalapnya.
Berikut adalah poin-poin utama pembelaan sekaligus serangan balik dari Leopard Racing:
-
Nol Komponen Ilegal: Leopard menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan menyeluruh oleh Honda dan FIM, tidak ditemukan satu pun komponen ilegal, tidak ada modifikasi pendongkrak performa, dan tidak ada part yang menyalahi regulasi. Mesin mereka 100% standar Moto3.
-
Hanya Perbedaan Interpretasi: Bagi Leopard, kasus ini murni masalah perbedaan interpretasi mengenai kondisi sistem penyegelan fisik mesin, bukan tindakan kecurangan teknis demi performa (technical cheating).
-
Prosedur Inspeksi Dipertanyakan: Leopard menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai transparansi proses. Mereka menyoroti bahwa tidak ada perwakilan tim yang dihadirkan saat inspeksi pembongkaran mesin tersebut yang dilakukan oleh pihak pabrikan dan FIM.
-
Tanpa Bukti Kuat: Tim menyatakan FIM tidak bisa menyodorkan bukti konkret kapan dan bagaimana pelanggaran itu terjadi, serta apa keuntungan kompetitif yang didapatkan oleh tim.
“Leopard Racing selalu beroperasi dalam batasan ketat regulasi teknis dan olahraga Moto3. Kami menolak keras segala sugesti bahwa mesin telah dibuka tanpa izin. Kami akan terus membela posisi kami melalui semua jalur hukum yang tersedia dengan penuh keyakinan atas kebenaran tindakan kami.” — Pernyataan Resmi Leopard Racing.
Konsekuensi Besar dan Masa Depan Kasus
Meski Leopard Racing sempat mengajukan banding sesaat setelah keputusan keluar, FIM dikabarkan telah menolak banding pertama tersebut karena tim dianggap belum bisa memberikan penjelasan yang kokoh (robust explanation) terkait rusaknya segel mesin. Namun, Leopard dipastikan tidak akan berhenti dan siap membawa kasus ini ke tingkat pengadilan olahraga yang lebih tinggi.
Kasus ini jelas menjadi preseden yang sangat serius di kelas Moto3. Taruhannya bukan cuma nasib poin Adrian Fernandez, tapi juga menyangkut reputasi Leopard Racing sebagai salah satu tim tersukses di kelas ringan ini (pengoleksi gelar juara dunia bersama Danny Kent, Joan Mir, Lorenzo Dalla Porta, dan Jaume Masia).
Bagaimana menurut mas bro sekalian? Apakah hukuman FIM ini sudah adil untuk menjaga sakralnya regulasi mesin tunggal Moto3, ataukah ada teori konspirasi mengenai Leopard Racing yang sepertinya sedang dikorbankan oleh sistem? Kita pantau terus perkembangannya!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Macan tutul wani
Satu kata : problematik
Dulu pembalapnya, sekarang timnya..
Tim sebesar ini kok punya kelakuan agak2
Dr poin pembelaannya ,mereka ga menyangkal mereka membongkar telah mesinnya 🙄
Dari pemberitaan sebelumnya pembalapnya juga tidak membantah
Wajar komplain …
Mau masuk rumah orang, yg punya rumah gak diajak ..
Yg ngecek juga rada rada ..😁
lah yang masuk yang punya wilayah resmi bung, yang ngecek juga mandornya
Nah betul. Padahal itu segel mesin dibuat khusus dan unik jadi kl kebuka/kelepas itu kliatan dan g bs dibenerin dgn rapi .ah elah ada2 aja dramanya
Kirain pagi2 buka blog ini, bahas llp veda.
Eman veda gara2 llp mlorot langsung. Mana sirkuit susah overtake bykaan trek lurusnya gpp veda kita balas nxt race! Go veda go! Gaspol
Ngelanggar ya ngelanggar aja, perkara ga ada keuntungan teknis yg didapatkan ya itu salah loe sendiri.
Saya akan lawan
Saya akan lawan
Saya akan lawan
Saya akan lawan
Saya makan lawang
Hehehe zalam ymh and frnds comunity
Jadi mesin itu bener” ga boleh dibongkar walau ibaratnya hanya untuk Itu stel klep aja?
Makanya ada case juga yg olinya dikasih aditif, saking mesin ga bisa dioprek sama sekali
Sebernya poin inti aturanya adalah, jika segel pernah dilepas/rusak maka diskualifikasi dah itu saja.. mau ada utak atik/tdk komponen dlm mesin gak ngaruh ke aturan, krn poin utamanya segel.