TMCBlog.com – Halo sobat sekalian… Ada kabar segar nih dari lantai pameran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026. PT Tara Group selaku produsen helm dalam negeri yang kualitasnya sudah mendunia, baru saja resmi memperkenalkan jagoan open-face terbaru mereka: KYT Skyzer.
Melihat pasarnya, helm open-face alias helm harian/half-face memang sedang tinggi-tingginya permintaannya di Indonesia, baik untuk kebutuhan komuter urban maupun para pencinta touring santai. Nah, KYT Skyzer ini hadir menjawab tantangan tersebut dengan membawa paket komplit: desain aerodinamis, kenyamanan personal, dan yang paling jempolan adalah fitur keselamatan yang Menerut PT Tara melompat jauh di kelasnya. Mari kita bedah detail teknis dan fiturnya, sob!
Desain Aerodinamis dengan Dual Shell Size
Satu hal yang menarik dari KYT Skyzer ini adalah komitmen Tara Group terhadap fitting yang presisi. Biasanya, helm di kelas menengah ke bawah hanya menyediakan satu ukuran batok (outer shell) untuk semua ukuran busa. Efeknya, kalau kepala kita kecil, helm akan terlihat sangat besar.
Nah, KYT Skyzer ini sudah menggunakan 2 ukuran outer shell dan 2 ukuran EPS (styrofoam dalam). Strategi ini memastikan pembagian porsi helm jadi lebih proporsional dan pas (presisi) dengan berbagai bentuk serta dimensi kepala pengendara.
Secara estetika, bentuknya kental dengan aura aerodinamis modern. Garis-garis tegas di bagian belakang tidak cuma kosmetik, tapi juga berfungsi mengalirkan udara dengan baik untuk mengurangi turbulensi saat motor dipacu pada kecepatan menengah-tinggi.
Fitur Kenyamanan: Kuncinya di Mekanisme Kabel Sun Visor
Sebagai helm double visor, KYT menyematkan kaca dalam (sun visor) yang punya dimensi cukup lebar untuk memberikan perlindungan optimal dari silau matahari tanpa memotong pandangan ke depan.
Mekanisme pengoperasian sun visor-nya pun tidak memakai tuas plastik biasa yang ringkih, melainkan sistem kabel internal. Hasilnya? Pengoperasian sun visor terasa jauh lebih halus (smooth) dan presisi saat dinaik-turunkan lewat tombol mekanisnya.
Untuk interiornya, busa bagian dalam sudah menggunakan material Hydrocool. Karakter kain ini sangat ramah di kulit, cepat menyerap keringat, dan cepat kering—fitur wajib buat riding di cuaca tropis Indonesia yang sering kali gerah. Tak kalah penting, busa pipinya (cheekpad) sudah dirancang Intercom Ready, jadi sobat tidak perlu repot memotong atau memodifikasi busa lagi kalau mau memasang speaker interkom.
Fitur Keselamatan Tinggi: Ada EQRS!
Ini dia menu utamanya, sob. Selain mengantongi homologasi internasional DOT, KYT Skyzer membawa fitur keselamatan yang biasanya absen di helm open-face kelas menengah, yaitu EQRS (Emergency Quick Release System) pada busa pipinya.
Kenapa EQRS penting? Fitur ini berupa tali darurat berwarna merah di bagian bawah busa. Jika terjadi kecelakaan (amit-amit ya, sob), tim medis bisa dengan mudah melepas cheekpad terlebih dahulu tanpa perlu memaksakan menarik helm keluar. Hal ini meminimalkan risiko cedera fatal atau trauma lanjutan pada tulang leher pengendara.
Selain EQRS, sistem pengikat dagunya menggunakan Micrometric Steel, yang menawarkan kepraktisan khas helm harian namun tetap kokoh karena material penguncinya berbahan baja/besi.
Untuk meningkatkan visibilitas saat riding malam hari atau kondisi minim cahaya, Tara Group juga menambahkan Reflective-Band (scotlite pemantul cahaya) di bagian bawah busa helm. Detail kecil yang sangat fungsional!
Harga, Sistem Inden, dan Distribusi
Seperti yang disampaikan oleh Pak Henry Tedjakusuma, Direktur Tara Group: “KYT Skyzer lahir dari permintaan pengendara modern yang ingin helm bergaya open-face tanpa mengorbankan keselamatan. Kami juga memastikan integrasi teknologi komunikasi mudah lewat cheekpad intercom-ready.”
Nah, masuk ke sektor krusial: Berapa harganya? KYT Skyzer ini dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni mulai dari Rp 620.000. Bagi sobat yang penasaran dan ingin melihat wujud fisiknya secara langsung, helm ini dipamerkan di booth KYT pada gelaran Jakarta Fair Kemayoran dari 11 Juni hingga 13 Juli 2026. Di sana, sobat sudah bisa melakukan pemesanan via sistem pre-order (PO). Sementara untuk unitnya sendiri dijadwalkan akan mulai didistribusikan secara massal ke toko-toko retail/pengecer pada September 2026 nanti.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Blognya semakin sulit di akses Wak…🤦
tulisan aja ini, gambar pada gak ngeload..
piye wak..
Tulisannya terkesan burem kecil kecil, gambarnya juga gak ada.