TMCBLOG.com – Halo sobat sekalian, pergerakan bursa rider alias silly season tidak hanya panas di kelas para raja MotoGP, melainkan juga berimbas secara domino ke kelas Moto2 dan Moto3. Salah satu struktur tim yang paling menarik untuk kita cermati pola suksesinya adalah Aspar Team.
Seperti yang kita ketahui bersama, dua nama andalan Aspar di Moto2 saat ini—David Alonso dan Daniel Holgado—dipastikan akan melangkah dan naik kelas ke level tertinggi, MotoGP, mulai musim 2027. Kepindahan dua bakat besar ini tentu meninggalkan seat kosong yang sangat krusial di skuad Moto2 besutan Jorge Martinez ‘Aspar’ tersebut.
Namun, alih-alih panik mencari talenta luar, Jorge Aspar kembali membuktikan kejelian strategi jenjang pembinaan internalnya. Máximo Quiles, pembalap yang saat ini tengah mendominasi Kejuaraan Dunia Moto3, secara resmi diproyeksikan mengisi barisan Moto2 Aspar Team untuk musim 2027.
Langkah ini terasa sangat logis dan terstruktur. Setelah menjalani perjalanan satu setengah tahun yang terbilang gemilang di Moto3, Quiles—yang dinaungi oleh manajemen milik keluarga Márquez dan Vertical Group—akan tetap setia bersama tim yang membesarkannya. Kecuali masa singkatnya di MotoJunior, Quiles memang dibesarkan dalam ekosistem Aspar.
Secara statistik dan performa, Quiles memang menunjukkan kelas tersendiri. Di musim debut Kejuaraan Dunia, ia mampu menyegel posisi ketiga klasemen akhir dan konsisten mencetak poin di setiap seri yang dituntaskannya.
Masuk ke musim ini, performanya semakin tak terbendung. Sebelum jeda paruh musim, pembalap muda ini sudah mengantongi keunggulan lebih dari 100 poin di puncak klasemen Moto3, meraup enam kemenangan, dan selalu mengamankan podium di setiap balapan—kecuali torehan minor di Mugello.
Terlepas dari hasil akhir perebutan gelar juara dunia Moto3 musim ini, dominasi dan kematangan balap Quiles sudah lebih dari cukup sebagai tiket kelayakan promosi ke jenjang Moto2. Aspar Team kembali mempraktikkan rantai suksesi pembalap yang solid: membina dari bawah, mengantar ke tangga Juara Dunia, lalu mempromosikannya ke kelas menengah secara bertahap.
Satu seat Moto2 Aspar untuk 2027 nampaknya sudah terkunci rapat untuk Máximo Quiles. Nah, bagaimana dengan satu seat tersisa yang ditinggalkan antara Alonso atau Holgado? Apakah Aspar akan kembali mengambil talenta muda dari internal/Moto3, atau justru mendatangkan pembalap berpengalaman untuk mendampingi Quiles di Moto2 2027? Mungkin dari Indonesia ?
Silakan tuliskan opini dan analisa sobat sekalian di kolom komentar bawah!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




What??? Veda Ega Pratama???
masih ada pugliese dan carlos cano di aspar junior
Jadi penasaran 2027
Hakim Danish aja, pengen liat apa jadi sucessor dari Syahrin atau kelas mat rempit
Aldi Mahendra?
Moto2 Musim 2027 akan membuktikan siapakah lulusan Moto3 2026, yg memiliki skill hebat dan paling cepat adaptasi , karena menggunakan mesin sama persis alias omr