TMCBlog.com – Sobat sekalian, hadir sebagai rookie di kelas para raja pada musim 2020 silam, Alex Marquez mengangkut beban nama besar yang tidak main-main. Datang dengan status murni Juara Dunia Moto3 (2014) dan Moto2 (2019), sorotan publik tetap saja tertuju pada satu hal: dia adalah adiknya Marc Marquez. Dan kita semua tahu, ketika seorang rider datang membawa nama besar Marquez, bayang-bayang kesuksesan sang kakak—yang saat itu sudah mengantongi 6 gelar juara dunia MotoGP—terasa sangat tebal dan panjang.
Melalui cuplikan dokumenter serial Helmets Off besutan MotoGP, Alex membeberkan dinamika psikologis serta perjalanan kariernya di kelas premier, termasuk bagaimana ia berjuang lepas dari tekanan opini publik soal embel-embel “Adiknya Marc”.
“Pada awalnya, jujur saja saya cukup menderita karena tekanan itu. Saya terlalu banyak berpikir dan terus-menerus mencoba membandingkan diri saya dengan Marc. Dan itu jelas bukan pendekatan yang benar,” ungkap Alex.
Dinamika Karir: Dari Gejolak RC213V Hingga Menemukan ‘Klik’ Bersama Desmosedici
Sobat tentu ingat, debut Alex di kelas MotoGP dimulai langsung bersama tim pabrikan Repsol Honda pada 2020, menggantikan Jorge Lorenzo yang pensiun. Namun, momen duet Marquez Brothers saat itu langsung Buyar pasca cedera fatal humerus kanan yang dialami Marc di seri pembuka Jerez 2020. Alex terpaksa berjuang sendirian mengarungi keliaran Honda RC213V. Meski sempat meraih dua podium berturut-turut di Le Mans dan Aragon, Alex diplot pindah ke tim satelit LCR Honda untuk dua musim berikutnya (2021-2022)—sebuah periode sulit di mana potensi aslinya seolah meredup dan terkunci oleh karakter motor yang makin sulit dijinakkan.
Keputusan krusial untuk hijrah ke Gresini Racing (Ducati) pada musim 2023 menjadi game changer. Menunggangi Desmosedici, kepercayaan diri Alex meroket. Podium langsung ia raih di seri Argentina, disusul konsistensi impresif sepanjang musim. Dua musim awal bersama Gresini (2023-2024) menunjukkan progresi grafik yang terus menanjak. Dan puncaknya adalah pada musim 2025 lalu!
Musim 2025: Ledakan Performa & Kepemimpinan di Gresini
Ketika Marc Marquez diboyong masuk ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada 2025, Alex praktis didaulat menjadi komando utama di garasi Gresini Racing. Di sinilah letak ledakan performanya! Alex tampil luar biasa dengan mengemas 3 kemenangan Grand Prix pertamanya di kelas MotoGP dan mengakhiri musim 2025 sebagai Runner-Up / Sub-Juara Dunia—menjadi satu-satunya pembalap yang mampu merepotkan dan menempel ketat dominasi sang kakak.
“Tahun lalu (2025) adalah sesuatu yang benar-benar spesial dan magis buat saya. Menjadi Runner-Up dunia, mengoleksi banyak podium, dan meraih kemenangan perdana di MotoGP. Itu momen yang luar biasa,” kenang Alex.
Alex mengakui bahwa secara mental, ia belajar untuk membalikkan keadaan. Alih-alih merasa tertekan, ia menjadikan keberadaan Marc sebagai benchmark positif.
“Saya punya contoh terbaik tepat di rumah. Saya berangkat ke trek dengan keyakinan bahwa saya melakukan porsi latihan yang sama persis dengan sosok yang mendominasi MotoGP. Itu memberi saya motivasi dan kepercayaan diri yang sangat besar.”
“Namun ketika Anda bertarung melawan pembalap luar biasa dan legenda hidup seperti Marc, Anda dipaksa menaikkan level diri Anda lebih tinggi lagi. Pada momen itulah saya benar-benar merasa keluar dari bayang-bayang Marc dan bersinar dengan warna saya sendiri.”
Menatap Musim 2026 dan Lompatan Pabrikan KTM (2027)
Reputasi Alex Marquez di paddock kini telah bertransformasi penuh. Ia bukan lagi sekadar “adik dari…”, melainkan seorang pemenang seri MotoGP, contender gelar juara dunia, dan pembalap berkelas tinggi.
Di musim berjalan 2026 ini, Alex kembali membuktikan kapasitasnya. Ia menjadi pembalap pertama yang berhasil memutus dominasi pabrikan Aprilia lewat kemenangan spektakuler di seri ke-4 GP Jerez—kemenangan Grand Prix ke-4 sepanjang kariernya di kelas premier. Meski sempat dihantam insiden highside cukup parah di Montmelo yang membuatnya terpaksa absen sekitar satu bulan, Alex telah comeback di GP Brno (Ceko) dan kini siap melahap sisa 11 seri di paruh kedua musim 2026 ini.
Langkah Alex pun sudah terkunci untuk masa depannya. Pembalap asal Cervera ini telah resmi menandatangani kontrak bersama pabrikan KTM untuk musim 2027. Ini akan menjadi kali kedua bagi Alex memegang status sebagai Factory Rider penuh setelah pengalaman pertamanya di HRC pada 2020 lalu.
Sebuah perjalanan karier yang luar biasa, Sobat. Dari bayang-bayang raksasa sang kakak, Alex Marquez membuktikan bahwa dengan adaptasi yang tepat dan mentalitas yang kuat, ia mampu mengukir namanya sendiri di papan atas sejarah MotoGP.
Taufik of TMCBlog | @tmcblog





Wani perih
Moga karirnya ga ikut redup kayak yg sudah2
Leh nek gitu dl gak usah mbujuk markes pindah ducati. Kan jadinya sama motornya.
Beda cerita dgn yg sebelah yg sama² pernah naek ducduc tapi belum pernah juara seri
Huss motor Italiano, pembalap Italia juga kah ini