Carlos Ezpeleta : Adelaide Street Circuit Harus 100% AMAN, Tidak Bisa Ditawar!

TMCBlog.com – Bro sekalian, kabar mengenai kepindahan GP Australia dari sirkuit legendaris Phillip Island ke Sirkuit Jalan Raya Adelaide (Adelaide Street Circuit) mulai musim 2027 mendatang memang benar-benar sempat memantik api kontroversi di kalangan penikmat balap Grand Prix dunia.

Bagaimana tidak, legenda hidup MotoGP asal Negeri Kanguru, Casey Stoner, terang-terangan melontarkan kritik pedas lewat akun media sosialnya. Kurang lebih Stoner mempertanyakan keputusan MotoGP yang menyingkirkan salah satu sirkuit Flowing dengan karakter paling menyajikan pure racing dan paling disukai para pembalap, demi sebuah sirkuit jalan raya yang secara historis erat kaitannya dengan tembok beton rapat khas balap mobil Formula 1 atau V8 Supercars.

Menanggapi keprihatinan Stoner dan keraguan publik balap dunia, Carlos Ezpeleta selaku Chief Sporting Officer Dorna Sports akhirnya pasang badan dan memberikan ketegasan secara lugas.

Keselamatan Pembalap Adalah Harga Mati (Non-Negotiable)

Carlos Ezpeleta menegaskan bahwa aspek keamanan (safety) untuk balapan motor berkekuatan lebih dari 300 HP adalah hal utama yang sama sekali tidak bisa dikompromikan.

Ezpeleta menjelaskan bahwa Dorna Sports bersama FIM (Federasi Sepeda Motor Internasional) dan tim insinyur keselamatan telah bekerja sangat detail sejak tahap paling awal dalam merancang cetak biru Sirkuit Jalan Raya Adelaide.

“Membawa MotoGP ke Adelaide menandai tonggak penting dalam evolusi kejuaraan kami. Namun sejak awal, kami bekerja sama dengan FIM untuk memastikan bahwa keselamatan pembalap tetap dijamin 100%. Setiap elemen di Adelaide Street Circuit dirancang khusus untuk memenuhi standar tertinggi MotoGP modern,” tegas Carlos Ezpeleta.

Ia menambahkan bahwa karakter sirkuit jalan raya yang akan dipakai di Adelaide nanti tidak akan sama persis dengan layout balap mobil yang dikelilingi pagar atau tembok beton (wall) di pinggir lintasan. Area run-off, gravel trap, hingga penggunaan Air Barrier / Airfence akan ditempatkan secara terukur sesuai kalkulasi simulasi kecepatan sepeda motor modern.

Dukungan dari Pembalap Aktif: Jack Miller

Menariknya bro, jika Casey Stoner begitu vokal menolak kepindahan ini, pembalap aktif asal Australia, Jack Miller, justru memberikan pandangan yang lebih terbuka dan percaya penuh pada pihak Dorna maupun FIM. Jack Miller mengungkapkan bahwa pembalap dan safety commission selalu berdiskusi intensif mengenai standar keselamatan sirkuit.

“Tidak akan ada pembatas beton atau Airfence yang berada dalam jarak sentuh yang membahayakan di sana. Saya percaya penuh pada Carlos [Ezpeleta] dan kalkulasi simulasi yang telah mereka lakukan,” ungkap Miller.

Kekhawatiran Casey Stoner sangat bisa dimaklumi. Motor MotoGP modern memiliki top speed tembus 340+ km/jam dengan bobot dan inersia yang sangat masif. Mengendarai motor prototipe di antara dinding kota tentu memiliki risiko jauh lebih tinggi ketimbang sirkuit permanen dengan sisa gravel yang luas.

Namun, kita juga harus mengapresiasi regulasi homologasi FIM Grade A yang kini semakin ketat. Kasus dipensiunkannya sirkuit legendaris seperti Suzuka dari kalender MotoGP beberapa dekade lalu karena masalah keamanan adalah bukti nyata bahwa Dorna dan FIM tidak main-main. Jika Adelaide kelak tidak lolos inspeksi dan homologasi tingkat tertinggi FIM, balapan dipastikan tidak akan berjalan.

Adelaide sendiri akan menyajikan lintasan sepanjang 4,195 km dengan 18 tikungan yang telah disesuaikan ulang. Kita lihat bersama bagaimana bentuk nyata dari penerapan teknologi Safety Run-off Area sirkuit jalan raya modern ini di tahun 2027 nanti. Bagaimana kalau menurut sobat sekalian? Apakah sirkuit jalan raya memang sudah pantas untuk era MotoGP modern, ataukah keindahan alur fast-flowing Phillip Island tetap tak tergantikan? Silakan berbagi di kolom komentar di bawah ya bro!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP