TMCBlog.com – Sobat sekalian, ada kabar terbaru dari pembalap LCR Honda, Johann Zarco, yang tengah menjalani proses pemulihan cedera lutut. Setelah harus absen di beberapa seri akibat cedera parah pada insiden di Barcelona bulan Mei lalu, juara dunia Moto2 dua kali ini akhirnya kembali menunggangi sepeda motor. Namun, bukan prototipe Honda RC213V yang ia kendarai, melainkan sebuah sepeda motor bertipe Supermoto
Mengapa Memilih Motor Supermoto?
Sobat tentu paham bahwa posisi berkendara (riding position) pada motor prototipe MotoGP sangat agresif. Footpeg yang sangat tinggi dan ke belakang membuat lutut pembalap tertekuk ekstrem. Bagi pembalap yang sedang dalam masa rehabilitasi cedera lutut, posisi ini bisa menimbulkan rasa sakit berlebih dan memicu pembengkakan ulang.
Zarco memilih melakukan sesi latihan pribadi di Andorra menggunakan motor Honda Supermoto. Pilihan ini sangat masuk akal secara ergonomi:
-
Posisi Duduk Lebih Tegak (Upright Riding Position): Setang yang lebar dan posisi footpeg yang tidak terlalu tinggi memberikan sudut tekukan lutut yang jauh lebih rileks.
-
Uji Sensasi & Respon Lutut: Memungkinkan Zarco melatih refleks, otot, serta koordinasi tubuh di atas motor secara bertahap tanpa memberikan beban mekanis berlebih pada sendi lututnya.
“Pekan lalu saya kembali naik motor. Saya mengendarai motor Supermoto agar posisi tubuh terasa lebih nyaman. Dari situ, saya menguji kondisi lutut saya langkah demi langkah,” ungkap Zarco.
Fokus Kontrol Pembengkakan & Target Comeback
Meskipun sudah bisa menunggangi motor Supermoto, Zarco menekankan pentingnya kesabaran. Dalam fase rehabilitasi ini, risiko munculnya rasa sakit atau pembengkakan jaringan sendi lutut masih cukup tinggi jika porsi latihan tidak dikontrol secara presisi.
Selama Zarco absen sejak seri Mugello, posisinya di tim LCR Honda digantikan oleh pembalap penguji asal Inggris, Cal Crutchlow. Zarco dipastikan masih akan absen pada seri Grand Prix Aragon di MotorLand Aragon pada akhir Agustus ini.
Target realistis pembalap asal Prancis ini adalah kembali bersaing penuh di lintasan MotoGP pada bulan September.
“Lutut harus dilatih dan distimulasi secara bertahap. Sangat penting untuk mengelola pembengkakan dengan hati-hati agar proses penyembuhan berjalan lancar. Target saya tetap bulan September, dan saya bekerja keras untuk berada dalam kondisi terbaik,” tambah Zarco.
Sobat sekalian, kesabaran menjadi kunci utama bagi Zarco dan LCR Honda saat ini. Kita doakan proses pemulihan berjalan lancar sehingga Zarco bisa segera kembali meramaikan persaingan MotoGP di atas RC213V!
Taufik of BuitenZorg / TMCBlog.com




ngeri ini tapi
Kursinya kasi yang muda kang..
Zarco ini masih jadi manajer untuk dirinya sendiri ya
Wik sampe september. Nyaris akhir musim .kasian parah bnr cideranya edan motogp skanrng