TMCBLOG.com – Bro sekalian, gelaran MotoGP Aragon benar-benar menyajikan dua cerita kontras di dalam paddock Ducati Corse. Di satu sisi, Marc Marquez tampil begitu dominan dan sapu bersih poin. Namun di sisi lain, performa Pecco Bagnaia justru bikin kerut dahi sang General Manager Ducati Corse, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna.
Melalui tulisan rutin di akun LinkedIn resminya, Gigi membagikan analisis mendalam pasca-balapan. Mari kita bedah bareng-bareng apa saja poin menarik dari curhatan sang maestro aerodinamika Ducati ini, sob!
Marc Marquez: Pangeran Aragon Kembali Mengamuk
Setelah hasil mengecewakan di Silverstone di mana MM93 hanya finis ke-9 dan ke-7, banyak yang bertanya-tanya apakah ritme Marc bakal terganggu. Tapi seperti biasa, menjawabnya langsung di trek!
Marc Marquez berhasil mencetak kemenangan ganda: menang di Sprint Race sekaligus Grand Prix utama di Sirkuit MotorLand Aragon. Gigi Dall’Igna pun tak sungkan melemparkan pujian setinggi langit untuk rider asal Spanyol tersebut:
“Setelah akhir pekan yang kurang meyakinkan di Silverstone, Marc bangkit dengan kemenangan Grand Prix — kemenangan keempatnya tahun ini. Ini adalah akhir pekan yang brilian di mana ia mengamankan kemenangan Sprint ke-20 (rekor sepanjang masa) serta kemenangan ke-8 di trek ini. Trek yang sangat cocok untuknya, tempat di mana talentanya selalu terlihat jelas,” tulis Gigi.
Gigi menambahkan bahwa Marc memanfaatkan momentum penting di fase krusial musim ini dengan menyapu bersih 37 poin maksimal. Hasil ini memangkas jaraknya dengan pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia), menjadi tersisa 19 poin saja dengan 9 seri tersisa!
Yang bikin Gigi kagum bukan cuma statistik angka, melainkan bagaimana Marc mengontrol jalannya balapan dari awal sampai akhir, menentukan kapan harus memimpin dan kapan harus memisahkan diri dari rombongan.
Ada Apa dengan Pecco?
Nah, berbanding terbalik dengan Marquez, Pecco Bagnaia justru mengalami masa-masa sulit. Setelah kesulitan menemukan feeling dengan motor di Silverstone, tren negatif berlanjut di Aragon. Pecco hanya bisa finis ke-11 saat Sprint, dan apesnya harus crash di lap ke-6 saat berada di posisi ke-7 pada balapan utama hari Minggu.
Kondisi ini jelas membuat Gigi Dall’Igna gelisah. Gigi menegaskan bahwa kru Ducati tidak boleh tinggal diam dan harus segera mencarikan solusi untuk Juara Dunia dua kali tersebut:
“Mengenai Pecco, saya tahu saya mengulang-ulang kalimat ini: Kami harus terus bekerja sama dan saling berkomitmen untuk membereskan situasi ini. Kami harus mengembalikannya ke level performa yang layak ia dapatkan — demi kebaikan bersama, baik untuk tim maupun untuk Pecco sendiri,” tegas pria berjanggut putih itu.
Melihat situasi ini, race selanjutnya di Misano (11-13 September) bakal jadi panggung pembuktian. Misano adalah trek dengan grip tinggi dan sangat dihafal oleh Pecco Bagnaia. Jika Ducati mampu menyelesaikan masalah set-up front-end atau pemakaian ban pada Desmosedici milik Pecco, bukan tidak mungkin Pecco langsung rebound di kandang sendiri.
Namun jika masalah feeling ini berlarut-larut, persaingan internal Ducati bisa makin panas mengingat Marc Marquez makin menyatu dengan Desmosedici dan konsisten meraih poin penuh. Gimana menurut sobat sekalian? Apakah Pecco bisa bangkit di Misano, atau justru Marc Marquez yang bakal makin merajalela mengejar Jorge Martin di puncak klasemen? Silakan tulis pendapatmu di kolom komentar ya, sob!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




