Bro sekalian, Jika bro sekedar iseng melihat knalpot Kawasaki Ninja 250R, disana bro akan lihat sebuah notifikasi yang di cetak ketrik dimana Part Exhausnya yang memiliki Kode spesifik KAW5340250 diklaim sudah memenuhi standar kebisingan (noise emision) dengan Nilai ambang batas kebisingan 80 dBA . FYI sebuah  Road King Custom-first tahun 2007 dengan Pipa knalpot standar Nilai yang didapat bisa 116 db.  Lho Peraturan yang digunakan peraturannya siapa? disana tertulis kata-kata federal law . ..  sepertinya itu peraturan di negara USA. Menurut Pak Edo dalam Diskusi mengenai Knalpot Aftermarket kemarin di Cibubur bersama Dirlantas PoldaMetro jata Kombes Royke. Peraturan lalu lintas belum secara leterlek menyebutkan ambang batas suara knalpot motor.

Peraturan pemerintah yang bersinggungan dengan masalah ambang batas noise knalpot adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan hidup dimana diketahui pada Tahap kedua nanti untuk motor tipe 80 cc ke bawah sebesar 77 db, lalu 80-175cc sebesar 80 db, dan 175cc ke atas sebesar 83 db. Ok stop sampai disini . . . kenyataan dilapangan? pemberlakukan hal ini terus menumbulkan gesekan antara Pak polisi dan Konsumen pengguna sepeda motor. Setelah dianalisa minimal ada dua penyebabnya : satu belum Lengkapnya peraturan sehingga membuat pasal ini multitafsir dan yang kedua belum adanya alat Untuk mengukur . . . so Polisi hanya menggunakan insting ‘kira-kira’ untuk menentukan tingkat kebisingan.

tmcblog dan mayoritas peserta diskusi dan juga Pak Kombes Royke sepertinya sepakat . ..  agar perdebatan tidak mbuuuleeet, Peraturan musti Jelas plus Sumber daya harus juga siap dalam hal ini polisinya plus alat ukur. Untuk Alat ukur tingkat kebisingan sebenarnya bukan hal baru lagi di Indonesia. Silahkan ditanya ke para penggila SPL audio mobil, mereka banyak mengunakan DB meter untuk mengukur SPL dalam sebuah kontes . . . Sebagai coontohnya NM102 Decibel Meter yang bandrolnya $289 nah kalo sipil saja bisa, harusnya Institusi Polisi yang diback Up oleh Negara pasti bisa laaah

Bersyukur, Pak Kombes mau terbuka dan berencana dalam minggu ini mencari itu alat db meter. Buat bro bro sekalian Yang mau mencoba bisa dengan software software DB meter gratisan atau berbayar baik untuk Blacberry, IPhone, maupun Android tapi musti pilih pilih software yang memiliki fitur kalibrasi dan tentunya alat ini nggak bisa digunakan oleh polisi karena tingkat ketelitiannya belum dapat dipertanggung jawabkan. belum pula di aprove sama lembaga yang berwenang seperti badan metrologi, cmiiw .. .  so mudah-mudahan kedepan masalah ini akan semakin jelas sehingga tidak ada kasus asal tilang mengneai knalpot . ..  semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Untuk bacaan selanjutnya mengenai cara-cara pengukuran tingkat kebisaingan klapot motor silahkan sambangi :

How To Measure Exhaust Sound

Measurement of Exhaust Sound Levels of Stationary Motorcycles

tmcblog youtube channel
TMC ADS

1 COMMENT

  1. makanya tuh, minta anggaran sama DPR buat membeli barang macam seperti itu, jadi tidak cuma pakai felling biar lebih hitech lagghhhh…..
    Nitip http://az147r.wordpress.com/2011/02/21/harga-beberapa-produk-yamaha/

    Guest
  2. polisinya suruh beli hp android ntar ada aplikasi desible meternya hahahaha..

    di blognya bro benny pernah di bahas tuh mas 😀

    Guest
  3. saya paling tidak suka melihat orang nggaya motornya dipasangin muffler yang suaranya kuencengya minta ampuuuun…menambah semrawutnya lalulintas jakarta…
    semoga batasan desibel segera diterapkan di jalanan Indonesia…. melanggar?tangkap…copot knalpotnya…potong-potong…motor baru boleh diambil jika membawa knalpot aslinya…

    siapa yang setujuuuuuuu???

    Guest
  4. artikel yg bagus…pengalaman teman, d tilang karena pke knalpot bising…dah ke pengadilan d suruh d bongkar d tempat, trus d pasangin lg knalpot orsinil…knalpot bising’y d sita…yg jd pertanyaan knalpot bising’y d kemanain????g kebayang klo knalpot’y harga’y d atas 1jt bs d jd in lahan korupsi tuh….

    Guest
  5. nunggu fatwa dari MUI masalah kenalpot bising pasti haram hukumnya xixixixiixi mengganggu ketenangan umum bro apalagi lewat tempat ibadah sangat buruk gan jadi pada gak khusu ibadahnya
    oh ya bagi brother2 yang belum tau doa 7 orang biasa = doa 1 orang wali nah contohnya lagi kebut2an nih trus ada orang bilang mati aja loe gak ke bayang kalau 7 orang berkata demikin semua maka doanya akan terkabulkan walaupun hanya ucapan tapi sangat fatal by: kepala sekulah dulu gan :mrgreen; gan yo insaf bareng2 monggo borong kenalpot standar cbr 150 yang gak bising tapi mantap 😆

    jemuran baru gan buruan: http://moy17.wordpress.com/2011/02/20/bebek-gendeng-sableng-satria-fu/

    Guest
  6. wah motken bakal kaga jadi beli exhaust free flow kalo kek gini, gimana yah kalo ada exhaust racing yang suaranya kalo lewat depan polisi bisa dirubah jadi sopan 😀

    Jargon Semakin Pasrah Populer di FBH ketimbang FBY

    http://motorkencang.wordpress.com/2011/02/20/setelah-motken-amati-jargon-semakin-pasrah-lebih-populer-di-kalangan-fbh-ketimbang-fby-tanya-ken-napa/

    Guest
  7. Masih ada yang selalu berpikir/berprasangka negatif
    kalau diajak lebih baik/maju.Jangan pasang yang bisa menambah risiko celaka dan merugikan orang lain, taati aturan, Maka Anda tidak akan berurusan dengan polisi.

    Guest
  8. udah ada Gunnya… jadi pak polisi ga asal tilang aja skarang….
    http://dewataspeedblog.wordpress.com/2011/02/21/dont-just-make-a-rule-quality-also-must-be-improveplatnom/

    Guest
  9. Setuju.. memang papol perlu diperlengkapi peralatan db-meter supaya pengecekan ga hanya berdasarkan insting. Oya, mungkin juga aturan tentang berapa batasan untuk kebisingan knalpot perlu ditinjau ulang mengingat sekarang udah makin banyak aja yang pake moge. Dalam artian mungkin ga harus diganti tapi ditambahkan dan disesuaikan dengan keadaan sekarang aja. Mungkin bisa ditambahkan juga untuk motor cc besar. Supaya bagi para riders motor biasa pun gajadi salah sangka, ntar ada yg blg gini, “saya kok ditilang itu ducati ngga”, ato “harley kan berisik, kok ga ditilang”.

    Guest
  10. Oya, sedikit menambahkan, kayaknya pengrajin knalpot (resmi kayak AHRS), dan importir yang masukin knalpot aftermarket kayak Yoshimura, Akrapovic dll perlu juga dikasi ambang batas kebisingan. Atau mungkin kewajiban penggunaan DB killer dan lain hal sebagainya.

    Guest
  11. ah cukup pake knalpot standar pabrikan aja, gak perlu kebanyakan gaya. toh jalannya sama aja ke depan ini. kita gak repot keluar biaya ekstra, uang pajak pun tak perlu dibelikan alat ekstra untuk para polisi dan polisi pun tak harus kerja ekstra untuk hal yang sebenarnya tidak perlu (razia knalpot).
    sepengetahuan saya produsen knalpot after market mayoritas membuat knalpot dengan embel-embel racing (racing=balapan) dan sepatutnya konsumennya HANYA memakai produknya untuk balapan bukan untuk harian.
    CMIIW

    Guest
  12. Saya setuju, karena kebanyakan atau bahkan 97% lebih polisi yang melakukan tilang kebisingan suara hanya menggunakan insting belaka. Dan jelas itu bukan sesuatu hal yang baik, ditambah tidak jelasnya pengertian yang dilakukan oleh pihak kepolisian lalu lintas dalam menentukan ambang batas bising. Sering sekali pengguna kendaraan khusunya R2 ditilang hanya gara-gara memakai knalpot custom atau racing, padahal belum tentu memakai knalpot after market dengan serta merta kita melewati atau melanggar ambang batas bising. Saya berharap pihak kepolisian kita lebih jelas dalam menentukan mana yang berhak ditilang dan mana yang tidak. Yaaah, seperti slogan kepolisian ‘Menjaga, mengayomi dan mendidik’ bukan hanya sekedar slogan kosong tanpa arti. Dan jangan pula menindak tanpa penjelasan yang terperinci.CMIIW.
    HIDUP BIKERS INDONESIA !!!

    Guest
  13. mnrt ane yg penting ada kejelasan dl juklak dan juknisnya, yg pd akhirnya di follow up oleh produsen knalpot after market, mrk bs sj kan buat knalpot variasi yg sesuai regulasi aturan. jangan sampai mrk (produsen knalpot) yg jd korban, ga sedikit kan org yg mengandalkan dapurnya ngebul dr sana.

    Guest
  14. to all
    jika aturan ini berkaitan dengan kesehatan serta keselamatan pengendara / pengguna jalan raya, yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. Jika dilihat dari sisi kesehatan berbahaya manakah antara polusi yang dikeluarkan dari asap knalpot motor 2 tak, dan knalpot bus yang berbahan bakar solar apabila di hirup oleh kita setiap hari dengan mendengar suara knalpot yang bising di bawah 80 DB ? mungkin perlu uji Lab. supaya data yang di hasilkan akurat sehingga aturan yang dikeluarkan nantinya tidak asal – asalan.
    2. Apabila ditilik dari segi keamanan atas suara bising yang dihasilkan dari knalpot racing mohon berikan 1 saja alasan yang masuk akal, sehingga membuat kita merasa tidak aman dalam memakai knalpot racing sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan raya dan yang lainnya ?

    no offence saya sendiri menggunakan knalpot racing R9 catalunya, versi harian. dan suara yang dihasilkan r9 catalunya masih bersahabat dengan telinga kita. (itu menurut pendapat saya beserta beberapa polantas di tempat saya yg pernah saya wawancarai).

    kira nya pertanyaan saya ini ada yang menaggapi agar pemberitaan ini (kebisingan knalpot)tidak simpang siur, dan jelas alasannya, dasarnya serta aturannya, sehingga dapat kita patuhi bersama.

    Guest
  15. @ to all
    Jika aturan ini berkaitan dengan kesehatan serta keselamatan pengendara / pengguna jalan raya, yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. Jika dilihat dari sisi kesehatan berbahaya manakah antara polusi yang dikeluarkan dari asap knalpot motor 2 tak, dan knalpot bus yang berbahan bakar solar apabila di hirup oleh kita setiap hari dengan mendengar suara knalpot yang bising di bawah 80 DB ? mungkin perlu uji Lab. supaya data yang di hasilkan akurat sehingga aturan yang dikeluarkan nantinya tidak asal – asalan.
    2. Apabila ditilik dari segi keamanan atas suara bising yang dihasilkan dari knalpot racing mohon berikan 1 saja alasan yang masuk akal, sehingga membuat kita merasa tidak aman dalam memakai knalpot racing sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan raya dan yang lainnya ?

    no offence saya sendiri menggunakan knalpot racing R9 catalunya, versi harian. dan suara yang dihasilkan r9 catalunya masih bersahabat dengan telinga kita. (itu menurut pendapat saya beserta beberapa polantas di tempat saya yg pernah saya wawancarai).

    kira nya pertanyaan saya ini ada yang menaggapi agar pemberitaan ini (kebisingan knalpot)tidak simpang siur, dan jelas alasannya, dasarnya serta aturannya, sehingga dapat kita patuhi bersama.

    Guest
  16. btw sekedar share,apps nya buat ukur decibel dari suara knalpot masbro-masbro, akurasi blom dipastiin,tapi sekedar bayangan aja,seberapa bising itu pipa gas buang :D.
    http://www.androidzoom.com/android_applications/media_and_video/professional-db-spl-meter_jpam.html >>android
    http://itunes.apple.com/us/app/decibel-meter/id289219810?mt=8 >>iphone
    http://www.filecluster.com/iPad/Decibel-Meter-Pro-17673.html >>ipad
    http://free-nokia-softwares.blogspot.com/2010/11/picobrothers-decibel-meter-v100-s60v5s3.html >> symbian^3

    semoga berguna 😀

    Guest
  17. knalpotnya ninja 250r suaranya ajibbb….
    kalau bisa semua pabrikan bisa membuat knalpot yg suaranya enak didenger kayak gitu…hehehe

    Guest
  18. namanya aja knalpot racing… ya buat balap lah… jangan buat di jalanan… kalo di jalan harus ada regulasi knalpot harian yg ada batas db nya…

    Guest
  19. mas Taufik usul nih… klo dapat software untuk bb ato yg lain cobain deh ke ijo…
    ditungguin uji cobanya… klo hasilnya beti dengan yg di ketrik snalpotnya ijo.. lumayan akurat juga tuh.. bisa dipakai acuan…

    Guest
  20. Setuju saja sich, hbs kadang2 pusing jg klo motor di depan pakai knlapot racing… kuping kaya mau pecah, padahal pakai helm bgmn yg gk pakai helm coba…

    Guest
  21. usul mas taufik… perlu dicoba tuh klo dpt softwie untuk bb-nya, klo hasilnya beti sama yg dektrik di snalpotnya ijo… sipp tu mas bisa dipakai acuan temen2

    Guest
  22. Setuju aja lah,, di jalanan udah sesak,, panas ,, di tambah berisik knalpot 4l4y.. tambah streess ntar yg pd bawa motor..
    pikirkan lah orang lain juga,, mungkin terganggu dengan knalpot yg berlebihan itu.. no offense buat pemakai knalpot berisik, hanya mengingatkan saja di jalanan bukan hanya anda seorang.. tetapi banyak orang lain..

    PEACE..

    Guest
  23. @wongndeso

    sampean bener mas, polusi udara dari knalpot memang lebih berbahaya dari pada suara bisingnya..
    makanya ada standard UERO 1 2 3 yg mesti dipenuhi produsen motor (lupa saya Indonesia ikut standart UERO berapa). Tapi bukan berarti knalpot bising tidak berbahaya kan?
    Knalpot bising efeknya nggak langsung mas, sama seperti kebisingan di dalam pabrik. Efeknya akumulatif. Tapi tetep, sumber kebisingan harus diminimalisir..
    Efek pada psikologi pengendara lain juga sulit diukur, tapi bukan berarti tidak ada.

    IMO, tanpa perlu data lab semua pasti setuju kalo jalanan akan lebih nyaman kalo tidak ada knalpot bersuara bising..
    sudah bis dan metromini asapnya hitam, banyak knalpot berasap, masa’ masih mau ditambahin suara bising?

    Guest
  24. intinya para pengguna motor sangat dianjurkan dan hampir diwajibkan menggunakan knalpot standart…
    bye bye usaha knalpot lokal..AHRS R9 CLD dan lain2..

    tapi sempat kemarin ngobrol sama teman yang megang toko AHRS bandung, dia bilang kalau benar terjadi seperti itu maka para pengusaha knalpot akan men somasi pemerintah CMIIW

    Guest
  25. semoga besok pabrikan motor mau bikin kenalpot yang aftermarketnya tinggal copot kepalanya doang, jadi lehernya ga usa ganti, PnP tapi bagian yg ada katalisnya saja… @o@ … CBR250 berapa jeti kang jadinya… LOH…

    Guest
  26. @ 64. damhar
    Ok pak saya sependapat sekali dengan pendapat anda dengan “IMO, tanpa perlu data lab semua pasti setuju kalo jalanan akan lebih nyaman kalo tidak ada knalpot bersuara bising”
    namun disini pemerintah harus tegas jangan hanya menindak para pengguna knalpot bising, pasti nantinya akan muncul polemik baru kenapa pengendara berknalpot racing yang di ganjar dengan aturan tertib lalu lintas ? sedangkan pemerintah sendiri yang membuat program go green 1 orang 1 pohon, masih saja industri2, bus, metromini dsb membuat polusi ? ditambah lagi dengan peraturan pembatasan kendaraan roda dua di jalanan protokol Jakarta pada jam-jam tertentu ? kenapa kok roda dua terus yang di tekan ? apakah kurang para pengguna roda dua ini memberikan konsumsi kepada pemerintah ?

    Jika pemerintah akan benar – benar tegas kepada industri2, bus, metromini dsb yang berpolusi sudah tentu akan menyebabkan kepincangan ekonomi dikarenakan meningkatnya jumlah pengangguran, namun apakah dengan menerapkan undang – undang tentang wajibnya berknalpot standar dan tidak boleh memakai knalpot racing tidakkah berdampak pada penggangguran juga ? dimana pengusaha – pengusaha knalpot lokal yang akan kena imbasnya.

    Maka pendapat saya adalah pemerintah harus benar – benar memikirkan sebuah aturan baku beralasan hukum yang tetap, dengan tidak merugikan pengguna jalan raya, ketertiban pengguna jalan raya, serta kenyamanan pengguna jalan raya, tanpa harus mengorbankan stabilitas sosial yang sudah ada.

    Coba anda – anda semua berfikir jika anda semua seorang wirausaha knalpot lokal punya pegawai 3 orang masing – masing orang mempunyai anak istri yang harus dinafkahi, terus kemudian dengan munculnya aturan baru tantang penggunaan knalpot standar pabrik, tidak boleh ada yang pakai knalpot selain pabrik, jadi seperti apa coba nasib wirausaha ini ? coba anda bayangkan ?

    Guest
  27. Intinya cuman satu
    KNALPOT RACING ABAL-ABAL ataupun ITU DILARANG !!!!

    pengusaha knalpot silahkan bikin knalpot SILENT , jgn bikin knalpot pendek bin cempreng + keras …. pengen gua lempar kursi tuh bocah alay…

    Atau kalian yang pake knalpot berisik saya cap ALAY sekalian !!! BERISIK TAU GAK !!!! kuping mu taroh di mulut knalpot coba !!!

    Guest
  28. Knapot yang bersuara keras hanya akan mengakibatkan bertambahnya kebisingan dan kesemrautan.
    Semakin nyaring bunyinya semakin nyaman.
    Gunakan yang standar bro…

    Guest
  29. logikanya memang begitu….racing ya buat balap..! standar buat harian ! hoby balap ya ke sirkuit pake motor balap. harian ckp mtor standard aja irit , nyaman…!

    Guest
  30. set dah… untung mongstor ane [yg satu] knalpot standar… heheh naaah yg satunya lagi pake knalpot racing… 🙁 mau dipasang dimana knalpot GL segede gaban disimpennya..? (motor trail)

    Guest
  31. harusnya dijelaskan pula Pada PUTARAN MESIN BERAPA batas suara 83db.

    nyatanya knalpot ubahan lebih keras dari knalpot racing ketika memasuki 5000rpm, dan lebih kecil suaranya dari knalpot standar pabrik ketika motor dalam kondisi lamsang.

    Banyak knalpot free flow yg menghasilkan suara yg empuk, banyak pula knalpot standar yg dimodif bersuara nyaring, dan banyak pula knalpot free flow pendek yg bersuara sangat nyaring.

    jadi polisi harus tegas dalam membuat peraturan…..

    karna ketentuan dri yang polisi yg masih “BIAS”

    Guest
  32. Buat orang-orang sok tau n’ yang gak tau bedain arti RACING

    CDI Shogun Titan make CDI Racing dari pabrikan, tpi dijual untuk umum

    Terus SOUL GT yg dri iklannya aja disinyalir bahwa bermesin racing..

    Begitu juga dgn Blade n’ CBR yg punya decal Racing dari pabrikan..

    Begitu juga motor” CC besar yg hampir semua partnya Racing

    Contoh keluar dri diler tpi bbrpa part dibeli dri pabrikan luar seperti CBR600RR yg carbu/throtlenya make merknya KEIHIN (Racing part) tapi dijual untuk umum

    Kesimpulanya gak selamanya Racing tuh buat balapan..

    Kalo semua org brpndapat racing buat balapan, mending ditutup aja semua toko/bengkel yang jualan aksesoris/part-part racing..
    Goblokkkkk!

    Guest
  33. Sudah semestinya sekarang aparat kepolisian lalaulintas dilengkapi dgn alat pengukur kebisinan knalpot baik mobil atau_pun motor tor torrr…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here