jump to navigation

Just My Oppinion . . . Sinergi Event Penjenjangan Balap June 30, 2013

Posted by Taufik TMCBlog in : race , trackback

460x110rev_mei3

GOPR0585

Bro sekalian, Oke deh sekarang kita membahas hal non teknis nih .. .  yakni event Penjenjangan Balap . . . Artikel ini menilik dari maraknya event penjenjangan balap sebagai batu loncatan bagi pembalap pembalap muda (kadet) untuk tidak melakukan hal hal instant dalam melakukan penjenjangan karir balap yang malah bisa membuat mereka belepotan  . ..  belepotan dalam arti gagal di satu jenjang balap, turun tingkat belum tentu berhasil , lalu naik lagi di jenjang lain .. . lempar sana lempar sini hanya demi kemauan bendera (baca sponsor) yang di kibarkan sehingga para pembalap sendiri tidak fokus. – baca – bukan salah pembalap tapi sistemnya belum sistematis

tmc460x110Juni

IP110_Race2_3

Namun diluar itu event penjenjangan balap pun belum terlihat sistematikanya . . . Mulai dari Balap Lokal seperti Indospeed Race series, lalu ada Asian GP, Ada asia Dream Cup, Asia talent Cup, MotoGP Rokie Cup, European Junior Cup dan lain sebagainya . . . menurut pendapat tmcblog sih dari banyaknya event ini, harusnya kesemuanya membangun sinergitas . ..  dalam arti membuat penjenjangan lebih sistematis. Contoh dalam benak tmcblog adalah .. .Mulai dari Bawah  . . . OMR – OMR Motor Under Bone, masuk ke MotoPrix, lalu naik Ke indoprix, naik ke Balap full Frame Nasional, lalu naik ke Asia Dream Cup. Setelah dari Ssia Dream Cup lalu terbagi dua . ..  Mau masuk ke arah MotoGP atau WSBK

Mau masuk MotoGP bisa naik ke Asia Talent Cup yang sudah pake Motor spek Moto3 . . . dari sini wakil asia naik ke MotoGP Rokie Cup, lalu naik ke Moto3, sambung ke Moto 2 dan terakhir MotoGP. Nah kalo yang Mau arah WSBK dari Asia Dream Cup Bisa masuk Ke European Junior Cup, lalu setelah itu turun sebentar ke Regional Asia Via Asian GP . .  Setelah itu Naik Ke World Super Sport (WSS) baru naik Ke WSBK . . . Tentu tidak semulus itu naiknya . . . jangan ada pemaksaan, kalo memang sanggupnya di Moto3  . . .jangan dulu secara instant di naikkan ke tingkat yang lebih tinggi . . . Contoh pembalap malaysia yang tetap manteng di Moto3, karir dan prestasinya nya cukup stabil dan cenderung baik . . . sawo mateng pohon lebih enak bro dari pada sawo yang mateng di imbuh . . . bentuul ? nahhh piyee?

Ali_monza2013_b

Namun memang ide ini kadang terbentur kepentingan sponsor ship, karena biasanya ada juga alasan marketing dari tiap kejuaraan / event balap penjenjangan tersebut . . . nah demi moncernya penjenjangan dan tidak membuat Bingung para pembalap yang menyebabkan tidak fokus, kepentingan ini mungkin bisa disingkirkan sebentar . . . Tho harusnya tiap event akan selalu di lihat oleh penikmat balap karena semua ingin tahu kayak apa penjenjangan karir balap . ..  its just my simple Oppinion . . . gimana Opini mas bro sekalian . . . lebih enak kan denger . . . ooo si A masuk 5 besar lho di ATC, atau ADC, atau Asian GP . ..  dibanding kurang kompetitif di event balap para alien yang lebih tinggi ;) ada semangat, ada harapan . . .  silahkan Share . . . semoga Berguna

taufik of BuitenZorg

foto pertama : RedBull RokieCup

Comments»

1. sandy - June 30, 2013

sip

2. ijoel - June 30, 2013

joss brott

3. achenk - June 30, 2013

waw

4. nubi - June 30, 2013

Absen pagi aja deh

5. yos - June 30, 2013

Mantabbb…

6. yos - June 30, 2013

Mantaabbb…

7. kulo.tetuko - June 30, 2013

Siipp Om.. SeTujuuuhhh..

8. Mazapahit S-A-Z-A - June 30, 2013

Makanya dari dulu ane heran, apa musabab Doni Tata sama Rafid Topan ujug2 langsung ke Moto2??

Akhirnya bikin malu aja, sponsor pun rasanya pasti kecewa. Diliput saat race di Trans7 aja enggak, dibahas juga sesekali..

Kita lihat Doni sama Rafid habis di Moto2 mau kemana mereka?? Kemana lagi kalo bukan Indoprix balap itik??, wkwkwkwk

9. antotrd - June 30, 2013

nah sekarang pembalap indonesia ada yg loncat langsung ke moto2 gmana tuh?

10. miko - June 30, 2013

harus ada keinginan kuat dri si rider agar lebih fokus…kesampingkan dulu materi..sponsor hrusnya fungsinya untuk mendukung dan mensuport saja…
klo pngen dari awal harusnya anak umur 5 tahun dibawa ke spanyol ja,,di sana iklim balapnya sngat mndukung…ga ada motor bebek…dari kecil udah naik motor batangan mini/mini moto,superbike nya juga udah slipery clutch semua jdi ktika masuk moto3 ato moto 2 hanya tinggal sdikit penyesuaian.jadi fisiknya dan penyesuaian nya memang diarahkan untuk motogp,..

11. ibrahimovic - June 30, 2013

apa pemblap motogp skrg jg begtu wak haji?mksdny hrs berjenjang.

12. k14 - June 30, 2013

dingin euy

13. biasa - June 30, 2013

dulu doni tata termasuk yg terikat sponsor, n si rafid sangat belepotan bawa motor di moto2. Contoh doang

14. Pram - June 30, 2013

masih sepi,, ga seperti semalam…

15. fansboy_karbitan - June 30, 2013

Absen wa haji.

16. fansboy_karbitan - June 30, 2013

Masih sepi.

17. Al-Ghifari - June 30, 2013

memangnya yg mau tampil di moto2 gak diseleksi ya?
aturan pan harus diseleksi dulu gimana skillnya, gmn prestasinya, gmn nyalinya,ajang mn aj yg udh ikt dll…
klo memang mumpuni di seleksi lg di sirkuit bw motornya gmn dll….

18. lexnovo - June 30, 2013

Klo g diurutan 30 an ya… Jatuh
Ikut indorix aj lg

19. Fitready - June 30, 2013

setuju

20. daichitv.blogspot.com - June 30, 2013
21. baridienbp - June 30, 2013

selain bakat,prestasi juga harus punya modal,karena sponsor kakap datang saat prestasi sudah gemilang

http://baridienbp.wordpress.com/

22. daichitv.blogspot.com - June 30, 2013

sepiiiii 8-) 8-) 8-) 8-) 8-) 8-) 8-) 8-)

23. Taufik - June 30, 2013

@11. ibrahimovic
secara disengaja ataupun tidak mereka melakukan penjenjangan mas bro . . . Cek aja time linenya pembalap alien kayak stoner, lorenzo dan Marquez . . . step stepnya mereka lakukan secara sistematik dari mulai umur masih anak anak . . . padahal dulu nggak se banyak sekarang event balap penjenjangannya . .. nah kalo sekarang banyak . . .tentu akan cukup lebih terbantu, imho

24. adjiest - June 30, 2013

suka sama artikelnya bang taufik kalo menyuarakan opini, urun rembug, memang kalo event udah ikatan swasta (sponsor) lebih pada sisi komersil dan persuasi, perlu campur tangan birokrat sebagai bentu perhatian dan support kelembagaan. syukur2 dibentuk semacam institusi yang semacam olahraga lain PSSI, PBSI, tapi yang concern balap.

nitip bang, artikel apresiasi vr46-lorenzo assen series :) http://anhonymoustfriekst.wordpress.com/2013/06/30/309/

25. Erit07 - June 30, 2013

Mantap pak..

26. ermi - June 30, 2013

setuju wak Haji :-)

27. Nikeke - June 30, 2013

Hehehe…Prihatin ya kang dng pembalap lokal yg di moto2.
satuju sama pndapatnya tmcblog. Mau tanya nih kang, lah klo mo ikut di ajang isle man of TT pie kui ?

28. ibrahimovic - June 30, 2013

dr pmbibitanya jg dah beda spec motornya.skil jg berpengaruh.ky pemain bola lah.mngkin skill org asia msh dbwh eropa jg.

29. ari - June 30, 2013

mantap

30. RAJA GAZRUUK - June 30, 2013

Ajang apapun pasti tjuan akhirnya tntang UANG n JUALAN!
Ora urus pmblap ato atletnya nyungsep yg pnting JUALAN LAKU n UNTUNG!

31. RAJA GAZRUUK - June 30, 2013

Ajang apapun ujung2nya UANG n JUALAN,ora urus mau atlet ato pmblapnya nyungsep yg pnting JUALAN moncer n UNTUNG!

32. Bias72 - June 30, 2013

Balap bebek buat asah mental…setelah itu lanjut motor batangan… Sirkuit permanen di tambah jumlahnya…jangan malah nutup jalan umum buat adu kebut…
Di sini jelas terlihat peranan pemerintah untuk sarana balap “sirkuit permanen” dan pabrikan motor…dari bebek ke motor batangan (klo ATPM dah siap kayaknya…,tinggal sirkuitnya yg kurang…,bisa kita bandingkan dengan tetangga sebelah….sirkuitnya ga cm satu…dan standartnya dah international)
Lha kita punya sebiji “sentul” asphalnya akeh tambalan betonnya….lha sirkuit ko’ di tambal angge beton? Koyo dalan pantura wae….

33. ipanase - June 30, 2013
34. ipanase - June 30, 2013

nyangkut :D
dari bebek ke sport kayak moto2 om rafid kagok slipper cluth :(

35. Trisna Ariwibawa - June 30, 2013
36. motogokil - June 30, 2013

ane berharap yg dikembangkan nanti bukan hanya kemampuan balap, tapi keampuan dalam menyerap dan mengembangkan teknologi motor balap tersebut. Sehingga bisa memberikan kontribusi bagi kemandirian otomotif nasional….
http://motogokil.wordpress.com/

37. budi - June 30, 2013

sepertinya untuk kelas motogp/moto2/3 sekarng di dominasi orang spanyol yang lain sebagai pelengkap : stoner dipaksa keluar/rossi keteteran bila lorenzo fit ,,khairuddin yang awal2nya bagus sekarang menurun prestasinya gap dengan p1 malah makin jauh…..apakah yang terjadi???? sepertinya dorna membusuk

38. Huget - June 30, 2013
39. frontdiskbrake - June 30, 2013

imho, percuma adanya penjenjangan kalo prasarana belum memadai.
Percuma punya sarana bagus tp prasarananya kurang.
Percuma bisa punya motor balap bagus tapi sirkuitnya gak ada.
Selain sentul besar Sirkuit Balap motor di indonesia tak ada yg berstandar internasional (kalo tujuannya go internasional).
Masalahnya Sentul besar Kurang cucok untuk balap motor krn tikungannya landai (cucok utk balap mobil).
Selain sentul gak ada lagi sirkuit yg cucok utk kelas sport 150cc keatas. Cucoknya ama bebek & matik cc kecil. Apalagi technical circuit.
Kalo dipaksakan pasti sangat tidak safety (belajar dr penyebab dihapusnya balap pasar senggol kelas 150cc 2tak).
Kenapa duit milyaran mlh digunakan utk sponsori pembalap karbitan? Koq gak malah dipake patungan utk pengadaan sirkuit?
Jawabannya cuma mereka yg tau.

40. dave - June 30, 2013

ga ada sesuatu pun yg instan,,
semua nya harus melalui proses..
walopun ada jg yg langsung jago,, hehe,,
tapi itu lebih sedikit,, kebanyakan harus melalui proses..

41. sean - June 30, 2013

Sulit rasanya buat pembalap indonesia berprestasi go international
Alasannya sbb:

1. Dari faktor ekonomi. Rakyat indonesia GDP perkapita masih sangat kecil. Sementara modal buat jadi pembalap tidaklah kecil
2. Dari kecil anak indonesia sudah dikasih contoh cara berkendara ala alay, srudak sruduk, SIM nembak. Tidak punya pengetahuan berkendara yang baik, dan cuma modal gas pooll.
3. Balap motor indonesia paling bergengsi justru kelas itik. Coba kelas itik semuanya dihapuskan. Minimal motor sport 150 cc.
4. Pendidikan spiritual, akhlak indonesia masih sangat kurang. Jadi dari segi mentalitas pembalap, sering mengandalkan emosi.
5. Yang jelas analisa gwe itu ngawur, karena saya cuma punya lihat kondisi di jalanan umum, kebut2an model alay ngga jelas. Hehe

42. frontdiskbrake - June 30, 2013

walah, jebul komenku nyantol dijemuran

43. lingkaran - June 30, 2013

Selain beda spek motor, pembalap lokal kita masih kurang berpengalaman dengan sirkuit permanen

44. Otoradians - June 30, 2013
45. ariblogmotor - June 30, 2013
46. sitonga - June 30, 2013

Artikelnya Kok sama terus sama IWB kang
11:12
salam
http://www.lintasmotor.com/2013/06/rossi-come-back-to-podium.html

47. Bonsai Biker - June 30, 2013
48. numpangliwataja - June 30, 2013

imho….
hapus balapan motor bebek apalagi matic !!!
motor bebek dan matic digunakan untuk komuter harian bukan untuk balapan…walau di tune up sekenceng apapun tetep aja itu motor komuter.

dari konteksnya….balapan motor itu termasuk bagian dr sport (olahraga)…, ya seharusnya menggunakan motor sport dong…. (bisa naked, bisa fairing), bukan malah pake motor tipe cub (bebek ama matic)…..salah kaprah!!!!

di luar sono pembalap (bahkan yg usianya masih muda dibawah 10 thn) untuk balapan aja (balapan resmi) uda pake motor sport fairing dan atau supermoto, lah disini ???…..ampe tua juga masi balapan pake motor bebek teruuuuuusssssss……..kapan bisa berkembang pembalap2 kita ????

klo kyk gini, seterusnya pembalap2 kita cuma bisa kenceng make motor bebek doang.
Penjenjangan tidak bisa instan, penjenjangan butuh waktu. “Penjenjangan” secara instan hanya akan menghasilkan pembalap karbitan yang ujung2nya cuma bisa jadi pembalap urutan buncit alias juru kunci begitu masuk event motor balap internasional.

Ayo dong para sponsor….klo memang niat mendukung penjenjangan pembalap muda kita agar bisa bersaing kompetitif di event balap motor internasional, dukung dong mereka untuk pindah ke kelas motor sport (sebaiknya dr awal lgs naik kasta ke kelas motor sport)…..jgn cuma MS doang yg dipikirin.

Kecuali klo memang tujuan awalnya cuma dan memang cuma MS (karena notabene motor yg paling laku di Indonesia cuma motor bebek dan Matic) dan penjenjangan ini cuma “kata2 pemanis” yg ujung2 akhirnya ya juga cuma untuk menaikkan MS motor bebek ama matic………….ck.ck.ck… no comment…….nothing to say dah……pasrah

Sori…no offence…just my oppinion

49. tigerPICEK - June 30, 2013

mending belajar dulu daripada malu2in

50. meitanteiamiterasu - June 30, 2013

segala sesuatu memang harus ada tahapannya… seperti hidup… kecuali si pembalap punya skill dewa…

51. meitanteiamiterasu - June 30, 2013
52. leicalens - June 30, 2013

Semoga wak haji meloloskan komen ane yg pedas membangun ini

Diluar sprti penjenjangan pembalap gada yg make bebek..

hanya diasia tenggara saja tuh yg make bebek

apa ada pembalap asia tenggara khususnya indonesia yg kinclong karirnya di balap bergengsi macam motogp or wsbk? Ga ush jauh2.. wong di moto2 aja msh kseok2 jatuh2an… pdhl tim balap terkenal itu wlpn bkn pabrikan

korelasi selama pembalap dasar penjenjangan mlalui motor bebek tdk akan memberi hasil akhir dr peningkatan prestasi untuk masa depan

dasar itu penting..

maka diluar negeri sjk usia 10 thn anak sdh dikenali dgn motor uji skill.. hampir merata dinegara2 sprti jepang, italia, spanyol, australia dasar pembalap usia dini itu motornya mini motocross. Bukan BEBEK! Apalagi matic! Buang2 duit dan waktu aja. Menyia2kan sumber potensi manusia lagi.

motocross sangat baik untuk melatih fungsi propiosept, tactile, agilty, reflek, adaptasi torsi dsbgnya..

Saatnya Honda dan Yamaha selaku pabrikan besar memulai program motocross usia dini untuk penjenjangan. Jgn sampe ngaco. Hrs berkesinambungan jika pabrikan besar peduli dan tidak mau dicap ngeruk duit konsumen aja. Harus berkontribusi dgn tepat sasaran

Urutan yg bener itu motocross – light sport (125/150cc) – mid sport (250-600cc) – pro sport (600-899cc)

Jangan berani2 masuk2in bebek dan matic lagi ke ajang perlombaan. Ga maju2 nanti pola pikirnya. Jgn mau di kipasin sponsor. Urutan diatas itu harga mutlak kalo indonesia mau bangkit di kancah balap internasional..

penghalang itu cuman kepentingan sponsor dgn memberikan dogma2 pembodohan sehingga opini publik mau tidak mau mengikuti pesan sponsor

akhirnya Indonesia ga maju2.. dijajah terus pola pikirnya

53. husni - June 30, 2013

mudah2-an nantinya.. ikut menyimak..

54. micoas3 - June 30, 2013

makanya saya sangat setuju kalau balapan ya dari awal minimal kelas 150 cc. kemudian naik kelas 250 cc. jadi feeling menggunakan motor batangan ada dari awal.
ayo honda dan yamaha sudah ada motor 150 cc.terserah diambil yang mana masing masing pabrikan . nvl atau R15. cbr150 atau cb150. kemudian suzuki hidupkan lagi motor batangan 150 cc. untuk kawasaki pasarkan motor batangan 150 cc 4 tak. jadi akan sangat kompetitif. saya kurang sreg klo lihat balap itik.

55. Adi - June 30, 2013
56. frontdiskbrake - June 30, 2013

weleh, kumenku sing dowo blm nungul juga.
Intinya. Meskipun ada penjenjangan, tapi kalo sirkuitnya gak ada yg layak ya percuma.
Sirkuit yg layak utk Balap 150cc ke atas saat ini hanya sentul.
Wis ah, mengko ilang maneh

57. Bonsai Biker - June 30, 2013
58. woko - June 30, 2013

uang bwt itu semua dr sponsor wak haji.

lha pembalap di luar biaya sendiri.kl bagus baru sponsor dateng.

59. jaos_konsumen biasa - June 30, 2013

Tampaknya INA gak jelek2 amat dibanding negara asean lainnya…bahkan di moto2 pun.

Tp kalo emang ada yg serius…ya mending ‘sekolah’ sjk dini di spanyol atau italia aja….memang biaya mahal bener. Kalo di sini jgn berharap lebih lg….bukan krn buruk, nggak sama sekali, tapi mgkn visi dan misi blm ada atau mgkn masih baru dikembangkan. Sementara di Spain atau Ita…hal itu sdh mendarahdaging olahraga sprot otomotifnya.

Olhrg otomotif itu mahal….infrastrukturnya mahal…..namun utk sekarang INA sdh oke dan perlu teruS dikembangkan. Mungkin dgn adanya 1 atau 2 racer INA yg sukses stlh belajar sjk dini di LN malah bisa menginspirasi lbh banyak.

60. tukiman - June 30, 2013

Dari bebek kembali ke bebek,,sebaiknya udah ckp perbebekan,,klo emang balap itu olahraga laki,ya pake motor laki,bebek ckplah buat harian,,ato jngan2 ntar matic jg dilombakan??alamak

61. oyo - June 30, 2013

IMHO jg ms Taufik,,
perlu ada semacam regulasi & Licence khusus, ibarat pembalap punya raport, adrtinya jk terjadi pelanggaran akan dikenakan sangsi entah perizinan dicabut dlsbg, jd tegas mengatur. banyak pihak terlalu mudah mendapat kelonggaran agar bs lolos kepentingan dlm dunia balap. membanggakan ketika melihat sponsor utama & pembalapnya adalah dr bangsa sendiri tp secara regulasi longgar dan pembalap blm layak secara licence. atau jgn2 sangat mudah bagi sponsor membawa doni tata hijrah ke WSBK/ motogp :mrgreen:

62. ibrahimovic - June 30, 2013

smpe motogp wes tuwek…

63. Kolojengking 225ps - June 30, 2013

Jenjang balap rasanya mutlak di perlukan, bandingkan saja antara rio yg di gp2 lewat jenjang balap step by step dg doni n topan di moto2 yang… (pasti sdh faham critanya)

64. Ghooz - July 1, 2013

Kl soal mimpi orang2 indonesia ya jelas banyak yg brharap ada prwakilan bwt ajang balap kelas dunia tp dengan prestasi yg kinclong bkn karbitan..tp mslh’y masa orang2 itu j yg d bw k motoGP/moto2..msh banyak anak negeri yg pnya mmpi sprti rossi dll,yg pnya bakat n skill yg g cm 1/2 orang yg tersebar d negeri trcinta kita ini,n g punya channel utk masuk k dunia balap yg akhirnya turun d jalan,balap liar lah,ngedrag lh,kyk ugal2an tp sbnry smw g bgtu feeling mereka bagus n prlu d asah,byrpn dngn motor seada’y..jd sblm masuk prjenjangan trsbut prlu d adain seleksi yg bener2 dr nol..kl prlu sedian dl motor’y br njaring calon rider’y dr kalangan umum yg emng punya bakat n kemauan..kasihan para korban balap liar toh mereka jg punya mimpi..from zero to hero

65. Ghooz - July 1, 2013

Komenku ilang…..Kl soal mimpi orang2 indonesia ya jelas banyak yg brharap ada prwakilan bwt ajang balap kelas dunia tp dengan prestasi yg kinclong bkn karbitan..tp mslh’y masa orang2 itu j yg d bw k motoGP/moto2..msh banyak anak negeri yg pnya mmpi sprti rossi dll,yg pnya bakat n skill yg g cm 1/2 orang yg tersebar d negeri trcinta kita ini,n g punya channel utk masuk k dunia balap yg akhirnya turun d jalan,balap liar lah,ngedrag lh,kyk ugal2an tp sbnry smw g bgtu feeling mereka bagus n prlu d asah,byrpn dngn motor seada’y..jd sblm masuk prjenjangan trsbut prlu d adain seleksi yg bener2 dr nol..kl prlu sedian dl motor’y br njaring calon rider’y dr kalangan umum yg emng punya bakat n kemauan..kasihan para korban balap liar toh mereka jg punya mimpi..from zero to hero

66. sof - July 1, 2013

Pagi Kang, nah ini dia yg sempat kepikiran, kenapa Dota & Sucipto ngak di Moto3 dulu, kan di Moto3 juga bisa di tempelin sponsor di fairingnya, biar bisa terbiasa & lebih compete, toh kalau di paksakan lsg ke Moto2 juga kgk disenter2 kamera karena paling belakang terus…jadi mubajirkan pesan sposor yg di motornya, disenternya kalau lg crash duank, walahhhhh kasean atuch

67. tukang jait - July 1, 2013

kalo ane mending ke ejc dulu! selain terjangkau bisa belajar lawan pembalap2 eropa.. dari ejc ke moto3 pun ga masalah karena sudah terbiasa dengan motorsport dan ga kagok!

68. Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - July 1, 2013

harus naek motor yang itu…
kenapa? karena motor yang itu dah terbukti kencang…
;)

69. killbill1 - July 3, 2013

menurutku ini aja,Fik:
1. Olahraga otomotif tidak mutlak ada perjenjangan tingkatan/tahapan untuk berprestasi,
2. Alam, Budaya, Visi, Misi, Strategi, dan stakeholder balapan motor sport di negara kita tidak memungkinkan untuk berprestasi di ajang balapan dunia.



%d bloggers like this: