460x110_april

uk460x110feb

SAATC_qc_025

Bro sekalian, kenal hafizh Syahrin, Zulfahmi Khaerudin, Hafiq Azmi dan lain lain ? Nah, pada saat gelaran Shell Advance Asia talent Cup beberapa pekan yang lalu di Losail Qatar, tmcblog mencoba hearing dari beberapa pembalap Malaysia beserta helpernya dan mencoba mencari tahu secara kasar bagaimana sih cara Malaysia mencoba mencetak pembalap profesionalnya ? jadi begini singkatnya . . .

banner-440x100 (5)_mar

banner-460feb14

Yap tidak dapat disangkal bahwa di tingkat grass root, Malaysia juga serumpun dengan Indonesia dimana balap di tingkat bawah adalah balap underbone alias balap motor bebek . ..  akan tetapi dari setiap balapan diambil pembalap pembalap potensial yang berumur sangat muda sebelum pembalap ini mengkilap . ..  ini jelas adalah tugas para pencari bakat, soalnya jika perburuan bakat sudah keburu telad maka biasanya pembalap itu dah disikat duluan oleh sponsor lokalan untuk membela di tingkat nasional saja . .  dan kalo sudah terikat oleh sponsor, sulit untuk negara bisa menyetir pembalap tersebut untuk dipoles dengan kurikulum balap. mau contoh? silahkan simak berapa pembalap indonesia yang mundur di SAATC karena sudah terikat lebih dahulu oleh sponsor?

Nah disinilah peran dari Negara dalam hal ini kerajaan  . . . Nagara menjamin proses penggemblengan pembalap yang berisi teori praktek serta proses simulasi kompetisi yang sebenarnya. Untuk penggemblengan teori dan praktek tmcblog tidak mendapat info lebih rinci, karena kadang sifatnya juga tertutup. Namun untuk upaya proses simulasi suasana kompetitif dalam Race, negara mengupayakan agar sang kadet pembalap merasakan banyak gelaran regional maupun internasional seperti ADC, Shell Advance ATC, FAARC, All japan Championship, sampai FIM CEV Repsol . . .

dan perlu digaris bawahi . . . di tingkat ini pembalap belum diikat kontrak oleh sponsor dan pembalap tidak digembar gemborkan oleh negara, yapp agak agak silent operation . . . tugas pembalap adalah fokus akan peningkatan kemampuannya sendiri, soal materi (baca kesejahteraan ) sang pembalap- Negara Yang mikirin.

mengenai sarana dan prasarana tentu juga dipikirin, makanya jangan heran Malaysia (baca negara)  jor joran dalam membangun sirkuit sepang yang boleh dibilang salah satu sirkuit terbaik dan teramai dalam gelaran motogp. Ingat, yang membangun sirkuit adalah negara, bukan swasta/ perorangan seperti salah satu sirkuit di asia tenggara yang pernah dipakai pada FIM world Championship 1996-1997

Setelah Pembalap terlihat sudah siap untuk sesuatu yang bersifat Profesional . . . barulah Negara ibaratnya mulai ‘melelang’ para pembalap pembalap yang sudah digembleng ini ke dunia usaha untuk kemudian dunia usaha (sponsor) baik pribumi maupun joint venture dengan asing untuk melanjutkan upaya Negara untuk mendampingi sang pembalap . . . misalnya begini . . .kasarnya

 . . . nih bro ada Si A, Si B , Si C  ..  whooy Air asia, ente kebagian yang si A ya, Whooy Petronas ente kebagian si B, whooy Sepang Circuit, ente dampingi si C . . .

itu hanya ilustrasi kasar dan singkat bro, tentu banyak pemikiran dan proses yang sangat panjang dan intensif . . . namun disanalah terlihat sistematika penjenjangan dan penggemblengan calon calon pembalap profesional di tingkat GP.

Terlihat memang kalau mau punya pembalap yang bagus ditingkat profesional (misalnya MotoGP atau WSBK)  Faktor Negara Sangatlah Sentral . . . Negara Punya Kekuatan dan sumberdaya yang bisa membuat para calon kadet pembalap lebih fokus mengasah diri untuk bisa lebih profesional . . . bagaimana Indonesia ? Kita punya potensi, tinggal apakah punya good will . . .  cmiiw, imho

Taufik of BuitenZorg

 

107 COMMENTS

    • lho vixion ini kan motor bagus
      jangan sampe deh ada yg bilang motor ini punya cacat,
      anda ini bagaimana?

      Guest
  1. Indonesia…………………………………………………… jadi pengen nyanyi INDONESIA RAYA…………………………………………….

    Guest
  2. josss..
    tpi ap pemerintah kita mau?
    maksudnya mau menyediakan dana dan membiayai tnpa mark up trus dikorupsi duluan ?? Hahaha

    Guest
  3. seperti
    salah satu sirkuit di asia tenggara yang pernah
    dipakai pada FIM world Championship 1996-1997
    #####
    zentul ya wa haji?

    Guest
  4. Makanya jngan salah pilih untuk calon RI 1…pilihlah JOKOWI yg suka blap yg pnya cita2bikin sirkuit di Jakarta…HAhahahaha

    Guest
    • kayaknya jokowi masih disetir nih….tetap meragukan bisa lepas kebijaksanan sendiri…sorry broo…gue beda nih….

      Guest
    • Jiah.. JASMEV aka pasukan nasi kotaknya JOKOHOK masuk blog otomotif. Jokohok itu besar karena media Bung. Berfikir yang logis…!!!

      Guest
  5. Disinimah, baru mau jadi pmbalap 150cc ªϑǰǰα uda disuguhi ujian hidup mati berjibaku di sirkuit pagar betis,,, dah gitu pada setuju smua , dibodoh2i,, nyawa pembalap ga dihargai , cuma bisnis

    Guest
    • misi ndan …. klo Yamaha itu sejak awal era grand prix paling banyak nyabet juara dunia dibanding honda , di era 4 tak MotoGP yamaha juga masih paling banyak nyabet juara dunia.

      market share boleh kalah boss … tapi liat kelasnya, DNA sport masi dipegang yamaha !!!

      *** manisnya realita —- yang pinter tau ***

      Guest
  6. Wak haji ini tipikal orangnya kagak terus terang dan to the point…

    Mbok gur muni ‘sirkuit sentul’ wae… ndadak di mubeng2 ke ndisik… :mrgreen:

    Guest
  7. yakin indonesia bisa kalo orang-orang di pemrintahanya mendukung penuh. bukan sibuk dngn urusan partai dan perute’ dewek wak haji.

    Guest
  8. Sampe empu gandrink punya akun pesbuk juga pemerintah indonesa kagakakan membuat sirkuit bersekala internasional..
    Bukannya ane pesimis.. tapi memang begitulah para peminpin2 kita..
    Wong buat wisma atlet aja.. dananya meluber kemana mana…

    Guest
  9. Kalo wak haji jadi presiden… rakyatnya bakalan di bikin penasaran semua… :mrgreen:

    Kayak gambar full kawasaki naked mono yang udah ada ama wak haji.. tapi kagak di share…

    Kayak data komparasi race logic antara ninja mono dan cbr 250 yang bikin wak haji mesam mesem sendiri.. kagak di share… :mrgreen:

    Guest
  10. Kalo peMbalap indon_esia tjoema di cekokin bebek terus. Dikasih mimpi mau dinaikin semprot sarungan, eh…ternyata memang mimpi beneran, gk jadi turun blp

    Guest
  11. Setelah baca postingan ini aku mundak mangkel, opo-opo. Sebelumnya jengkel dengan pabrikan yang bikin motor fairing tapi gak mau terjun di sirkuit dengan bermacam alasan, kini malah disodori pola penjejenjangan pebalap di Malaysia yang ternyata bisa membuka mata betapa pejabat Indonesia hanya suka kampanye saat pemilu saja. Semakin mantep untuk golput.

    Guest
  12. indonesia ga punya wak hji.(miris_
    Liat ajah. . Balapan aja ky pasar senggol.(yg buat aturan aja ky org ga makan sekolahn). Dah dibilang sirkuity ga aman ,tetep aja ngeyel ga didengerin.
    Sharusy yg buat aturan itu maksa buat minta dana ma pabrikan Y,H,K,S,V,D,dll+negara.
    Mlh ngajarin anak2 dibwh umur yg nntn jd ga bener.
    Liat aja, ,baru dibuat aturan.. Fans boy nya dah pd pecicilan koment.
    Cuma unek2

    Guest
  13. regulasi balap resmi aja gak jelas
    motor bebek,fairing non fairing balapan jadi satu kaya balap liar, balapan di suruh tambah bawa barber, sirkuit bebek buat balapan motor sport lak yow diguyu malaysia toww….hahaha

    peran pemerintah sangat vital disini
    bikin sirkuit international dan visi misi dgn swasta/sponsor aja gak sanggup …hadeh
    belum merara perhatian pemerintah tentang cabang olahraga.

    Guest
  14. kta fb itu, pembalap siap jdi martir buat race, nyawa gak masalah, klw kenapa2 tinggal ganti yg lain, klw perlu diganti sama fb songong penunggang matic bletak duoorr.. (tepok jidat pemikiran fb itu)

    Guest
  15. ya g muluk2 lah…kl org qt kn br jago bebek ja pasti nanggepx dah jago bawa motor di motoGP…padahal kalau mao serius y bgn team di moto3 dl dah…team loh…bkn pbalap nya saja

    Guest
  16. penggemblenngan dan penjenjangan sistemik,
    klw di mari mah yg sprti itu diterapkan pada kasus nyolong,.
    mulai dari SD smpe yg sarjana ada,
    gak heran bwt yg di titipi jabatan di gdung dewan oknumnya pada kbut2 an nilep mark up dan laku muslihat2 lainnya

    Guest
  17. Luarrr biasaa artikel kang taufik ini. Setuju kang
    Memang bukan pertama kali pemikiran pembentukan pembalap di indo seperti yang kang taufik tulis ini, sudah banyak pakar yang berbicara hal serupa.
    Namun dikarenakan Indonesia adalah negara LIBERAL lebih LIBERAL dari USA (yg bilang Indonesia itu negara demokrasi, pasti IPK nya nasakom).
    Maka peran negara akan sangat NIHIL.
    Bila negara turut campur, maka tentu US & PBB dan juga LSM HAM akan melancarkan negara telah melakukan tindakan HAM berat !!
    Bahkan negara dituduh DUMPING dan tidak menganut PASAR BEBAS !!

    Guest
  18. Jadi langkah Malaysia (pembentukan pembalap) ini tidak bisa ditiru.
    Timnas sepakbol U19 ajah, merupakan kelalaian filtrasi LSM HAM yg dibayar US.
    Syukurlah U19 Garuda Muda bisa membawa harum Indonesia dg pembentukan sistematis.

    Guest
  19. nanti jokowi presiden.. audiensi aja kita rame2 minta dibikinin sirkuit.. bikin yang gede bertaraf internasional.. disekelilingnya dibangun rusun2.. pasti rusunnya rame, sirkuitnya rame.. kapan lagi bisa nonton motogp dan f1 dari balkon rusun sendiri… wkwkwkwk

    Guest
  20. Indonesia juga bisa wak aji. pake mesin 110cc mesin berdiri di kasih fairing. dengan maximal power 13hp dan top speed sampai 125kpj.

    dah cukup…

    abis itu naek ke kelas 250cc dengan Ninja or CBR.

    Guest
  21. terlalu kalau masih juga nyalahin pemmerintah indonesa, bukannya sama pememrintah dah disediakan jalan jalan lurus untuk main trek trekan dan balap liar? dr segi mental sudah seharusnya llusn balap liar lebih jago dr yang suka latihan di sirkit bukan? jd pembalap endonesa seharusnya lebi berkualitas….

    Guest
  22. pemerintah harus bikin 3 sircuit baru standart moto gp..
    yg jualan motornya banyak di indonesia
    Honda bikin 1
    Yamaha bikin 1
    kawasaki bikin 1
    Suzuki bikin 1

    dg begitu indonesia punya 7 sircuit baru..
    balapan di atas 150, 250, lebih bisa terlaksana..
    coba kalo pemerintah mau me Wjib kan..

    Guest
  23. Boro-boro mikirin pembalap, kalo disini mah yang dipikirin ama pejabat2nya paling pertama partainya dulu, terus dirinya sendiri, terus keluarganya kalo olahraga mah urutan ke 299 hehehe………..

    Guest
  24. klo perkara bikin sirkuit gede indonesia mungkin bisa.. tapi masalahnya tu gimana miaranya broo… alias bikin gelaran balap yg bisa ‘memberi makan’ sirkuit itu. banyak faktor yg mempengaruhi : kondisi politik keamanan, ekonomi, dsb.. jangan dibayangkan hal itu mudah..

    Guest
  25. kalo di luar ngeliat yg berbakat dibayarin,,
    kalo disini ga gt,, ga berbakat yg penting ada duit,,
    negara terima duit nya,, bukan ngasih duit,, zzz

    Guest
  26. gimana mau maju, wong kepemilikan motor bercc besar hanya segelintir orang yang mampu punya……penguasaan handling tentu karena biasa…lah kalo sehari hari balapan bebek trus pindsh ke balapan burung onta ya kaget……lihat bakat bakat alayer yang mungkin ada satu yang sangat berbakat, tapi karena bisanya main bebek sama iitik ya begono jadinya

    Guest
  27. bonus foto itu gambar pembalap Maho yah
    >> the sentence that happen to perfectly describe about the yahama Yahomo, yaMaho .
    😀

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here