TMCBlog.com – Bro seklaian, MotoGP akan menyambut kehadiran gelaran tambahan kelas balap Baru yakni kelas MotoGP Listrik Yang rencanannya akan dimulai pada Musim 2019 nanti. Walaupun kehadiran kelas ini akan dimulai 2019, namun awal Musim 2018 akan ada semacam media Promosinya sob yakni berupa Demo lap dari beberapa legenda Hidup MotoGP seperti Mick Doohan dan Kevin Schwantz di atas Motor balap listrik di awal Musim MotoGP 2018

@capirossiloris Electric MotoGP testing at #AragonGP

A post shared by Sarolea Electric Motorcycles (@saroleamoto) on

Skema kehadirannya di tahun 2019 sampai 2021 akan berupa balap One Brand Race alias Balap dengan 1 Brand Produsen Sepeda Motor listrik. Di 2019 nanti sebagai awalan baru akan hadir 5 Seri race yang semuanya dimulai dari race di benua eropa. Sedangkan tambahan race benua lain akan ditambahkan mulai 2020 dan 2021.

Race kelas MotoGP Listrik baru akan berubah menjadi Open manufacture dimana Pabriakan sepeda motor listrik akan heterogen Mulai tahun 2022 . . Oh ya salah satu Pabrikan produsesn Sepeda motor listrik yang digadang gadangkan menjadi penyuplai Sepeda motor listrik di 3 Musim awal 2019-2021 adalah Sarolea . .

Sinyalemen ini diperkuat saat debut pengetesan pertama Motor Listrik Sarolea SP7 Oleh Salah seorang Legenda Hidup MotoGP Loris Capirossi di Track Indah Sirkuit Aragon Spanyol hari Kamis 21 September 2018 Yang lalu. Satu komentar dan Feedback mantap dari Capirossi saat mencoba Sarolea SP7 di Aragon adalah ” handlingnya mirip handling MotoGP “ . . . wiiih

Saat tmcblog coba dengarkan Videonya Loris Capirossi geber Motor Sarolea SP7 di straight aragon .. suaranya mantabbbb nguiiing kayak jet tempur mungkin ya

Taufik of BuitenZorg

99 COMMENTS

  1. apa lebih baik di pisah aja ya sama gelaran motogp
    kayak FIA yg buat formula e jadi biar gak nambah jam dalam motogp moto2 dan moto3 dan bisa balapan dengan sirkuit yg gak terlalu besar karena motor listrik

    Guest
    • justru tujuannya mengganti motor bensin ke listrik jadi gak mungkin dipisah, sengaja disatuin buat ngedongkrak pamornya n standar motor listriknya digenjot supaya minimal sama dengan motogp

      Guest
    • Mungkin karena Dorna akan mulai dari sesuatu yang small seperti One Brand race . . . jadi disatuin dulu, lagi pula hanya 5 Seri dan semuanya di eropa, imho

      Administrator
    • Coba aja nonton formula E, suaranya mirip. nguing juga. Tapi ya gitu kurang menarik. lebih menarik suara mesin konvensional.

      makanya kalau nggak salah formula E punya wacana mau dibuat suara tiruan mobil konvensional. karena percayalah suara yang katanya kaya mesin jet itu nggak keren sama sekali.

      Guest
    • hooh, sebenernya motor listrik itu 0 db, apalagi dipake dijalanan umum, pejalan kaki ga akan ngeh klo ada motor mau lewat, rawan celaka. mungkin itu suara dari speaker khusus, ane kadang sering denger suaranya yg gt sering dipake di motor matic, makin digas makin tinggi nadanya

      Guest
    • gak mungkin motor listrik 0db, itu suara dinamonya sama suara pendingin buat batrenya n suara turbulennya cukup bising di telinga, tinggal nunggu makin cepet aja putarannya biar makin bising

      Guest
  2. pas dicoba awal musim kemarin kalo gak salah sempet ada masalah sama motornya nih. dicoba beberapa puluh lap masih terkendala daya tahan battrenya.
    kan gak lucu lg balapan pas last lap battrenya lobet mati wkwkwk

    Guest
  3. Brarti Mugen Shinden,yg masih masuk divisi Honda masih belom bisa ikut dong.
    Padahal pengen tahu kalo di TT Zero sering menang apakah cocok juga dipake disirkuit besar

    Guest
    • kayaknya tinggal setting kekerasan suspensi dibanding settingan road racing sama tambah power segarang ls-218 udah cukup.
      Serem lo motor listrik itu tanpa perseneling tinggal betot gas ampe mentok cuma bunyi nguiiiing terus nggak kerasa udah 300kpj kalo liat di youtube

      Guest
    • Mugen itu kayak divisi “modifikasi”nya Honda.. sama kayak TRD-nya Toyota, NISMO-nya Nissan, AMG-nya Mercedes, M-nya BMW, RALLIART-nya Mitshubishi, dll

      Guest
    • Kalau di Formula E, karena prototype dan sistemnya Sassis yang seragam, maka pabrikan hanya dibebani untuk membuat mesin listriknya sekaligus gearbox. Nah, untuk gearbox, ada yang pakai 1 persneling, ada yang pakai 3, 4, 2, dll. Jadi, kalau di Formula E, bisa diterapkan di MotoGP, mungkin nanti bakal ada yang persnelingnya macam-macam, nah tinggal apakah akan menerapkan Satu jenis sassis yang sama, atau mesin listrik beserta sassisnya.

      Guest
  4. nguuiiiiing doang, lbh bagus tambah speaker kek mobil sport, paling batre tekor 😀
    btw itu desainnya kok ga seModern teknologinya

    Guest
    • Kan pas di rantainya tetep pakai Oli, hehe. Kayaknya juga bakal pakai kayak sistem gearbox, pak. Entah kayak gimana, tapi kayaknya bakal tetep ada gearbox. (Kayak di Formula E)

      Guest
  5. Di pastikan kaga seru karena ngga ada peristiwa mesin ngebul/mesin meleduk,yg ada mesin konslet bau kabel ke bakar,,,

    Ngga seru wak,,,

    Guest
  6. Di TT Zero, Mugen Shinden mendominasi sejak 2014, Sarolea hanya di lima besar. Agak kurang bagus utk pasar kalau itu lagi itu lagi yg menang. Lagi-lagi motor Jepang yg didukung pabrikan super besar.

    Guest
  7. wow, jangan jangan ini salah satu jalan untuk marquez melewati rekor agostini yang abadi. ikut simultan di 2 kelas yang berbeza. ayo marquez kamu bisa.

    Guest
  8. membalap dalam keheningan….

    mungkin cuma suara lager roda, rantai yang kemrosak dan suara karet ban ketemu aspal aja yang dominan.

    Guest
  9. Suaranya halus mendesing…Selamat tinggal buat raungan kasar 135dB yang keluar dari exhaust motor bakar saat ini.
    Suasana senyao seperti mesin pakai turbo.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here